Utang 1,3 Miliar: Bitdeer Harus Menghadapi Pertempuran Berat
Bitdeer, salah satu perusahaan penambangan Bitcoin terbesar yang terdaftar di bursa, sedang menghadapi tantangan besar dengan utang senilai $1,3 miliar akibat strategi agresif transisinya ke layanan komputasi AI. Perusahaan, yang didirikan oleh Wu Jihan, telah menjual semua Bitcoinnya untuk mendanai akuisisi aset listrik dan lahan guna membangun pusat data AI.
Dengan total pipa listrik global sebesar 3.002 MW, Bitdeer bertujuan menjadi penyedia infrastruktur komputasi high-performance (HPC/AI). Proyek utamanya termasuk fasilitas di Clarington, Ohio (570 MW), yang sedang terlibat sengketa hukum, dan pusat data di Norwegia (175 MW) yang sedang dikonversi.
Meskipun pendapatan dari AI saat ini masih minimal ($10 juta per tahun), perusahaan memproyeksikan potensi pendapatan tahunan hingga $2 miliar jika semua kapasitas terisi. Namun, beban bunga utang yang besar ($65 juta/tahun) dan ketergantungan pada penerbitan utang baru menimbulkan risiko signifikan. Keberhasilan strategi ini bergantung pada penyelesaian proyek tepat waktu, memenangkan kontrak klien besar, dan mengisi kapasitas GPU, dengan hasil yang diperkirakan baru terlihat jelas pada 2029.
marsbit02/28 02:46