2026-08-22 Sabtu

Berita Kripto - Halaman 1097

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Bloomberg: Bagaimana a16z Menjadi Kekuatan Kunci di Balik Kebijakan AI AS?

**Ringkasan: a16z, Kekuatan Kunci di Balik Kebijakan AI AS** a16z, salah satu firma modal ventura paling terkemuka di Silicon Valley, telah menjadi kekuatan lobi yang sangat berpengaruh dalam membentuk kebijakan kecerdasan buatan (AI) di Washington. Perusahaan ini, dengan aset kelolaan $90 miliar, secara rutin dikonsultasikan oleh pejabat Gedung Putih dan asisten Kongres Republik sebelum membuat keputusan terkait AI. Kekuatan lobi a16z didukung oleh pendanaan besar, hubungan dekat pendiri Marc Andreessen dengan mantan Presiden Donald Trump, dan jaringan mantan mitra yang kini memegang posisi kunci di pemerintahan. Posisi mereka menentang regulasi ketat, dengan argumen bahwa hal itu akan membahayakan daya saing AS dan inovasi dari perusahaan rintisan. a16z memainkan peran kunci dalam upaya administrasi Trump untuk membatalkan peraturan AI di tingkat negara bagian, termasuk membantu menyusun perintah eksekutif yang membatasi wewenang negara bagian. Mereka juga mendanai kelompok aksi politik super senilai $50 juta untuk mendukung kandidat yang pro-industri. Meski mengklaim membela "perusahaan teknologi kecil," kritikus menuduh a16z berpura-pura karena memiliki saham di raksasa teknologi seperti OpenAI dan Meta. Pengaruh mereka terbukti saat berhasil melemahkan undang-undang keamanan AI di New York. Sekarang, a16z fokus pada pembuatan standar federal AI yang dapat menggantikan hukum negara bagian, dengan proposal yang berpusat pada "transparansi model" dan menghukum "pelaku jahat," bukan mengatur pengembang secara ketat.

marsbit02/19 04:12

Bloomberg: Bagaimana a16z Menjadi Kekuatan Kunci di Balik Kebijakan AI AS?

marsbit02/19 04:12

Tahun Baru Imlek 2026, Mengapa Raksasa Teknologi Menggelontorkan 4,5 Miliar untuk Gila-gilaan Subsidi Pembayaran AI?

Tahun Baru Imlek 2026 menjadi saksi perang subsidi AI baru, dengan raksasa teknologi menggelontorkan total 4,5 miliar yuan. Inti persaingan bukan lagi pembayaran itu sendiri, melainkan perebutan "niat" (intention) pengguna. Era di mana AI Agent mengambil alih keputusan pengguna telah tiba. Insiden "Ponsel Doubao" (produk ByteDance) pada Desember 2025 menjadi contoh nyata: upaya menciptakan asisten AI yang dapat mengakses semua layanan secara horizontal ditolak oleh ekosistem tertutup seperti WeChat dan Alibaba. Sebaliknya, Alibaba's Qianwen sukses karena mengkonsolidasi layanannya sendiri (e-commerce, pembayaran, logistik, dll.) secara vertikal ke dalam satu agen AI yang mulus. Perbedaan mendasar adalah pergeseran dari "memagar tanah" (menguasai layar hp pengguna) di era super-app, menjadi "memelihara ikan" (menguasai niat dan keputusan pengguna) di era AI. AI tidak hanya menjual produk, tetapi menjual "niat yang terpenuhi dengan sempurna". Secara global, dua jalur strategis muncul: integrasi vertikal (Alibaba/Tencent) yang membangun tembok ekosistem tertutup, dan federasi terbuka yang standar secara horizontal (OpenAI/Google) yang berusaha menembus batas ekosistem namun menghadapi tantangan besar. Subsidi 4,5 miliar yuan pada Imlek ini adalah investasi untuk masa depan, membeli dan mempelajari niat pengguna, menandai dimulainya perang untuk pintu masuk bisnis satu dekade mendatang.

marsbit02/19 04:03

Tahun Baru Imlek 2026, Mengapa Raksasa Teknologi Menggelontorkan 4,5 Miliar untuk Gila-gilaan Subsidi Pembayaran AI?

marsbit02/19 04:03

活动图片