2026-08-02 Minggu

Berita Kripto - Halaman 109

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Dukungan Kurang dari 1%, BIP-110 Tetap Memaksa Bitcoin Menuju Soft Fork?

Dengan persetujuan kurang dari 1% dari penambang dan hanya 14.64% node yang mendukung, proposal BIP-110—yang bertujuan membatasi data non-moneter seperti Ordinals dan NFT di blockchain Bitcoin—tetap berencana untuk diaktifkan paksa melalui soft fork sekitar Agustus. Proposal yang didukung oleh pengembang inti Bitcoin Luke Dashjr ini menimbulkan kontroversi besar. Para pendukung, dipimpin Dashjr dan pool penambang Ocean miliknya, berargumen bahwa BIP-110 diperlukan untuk mengurangi "transaksi sampah" yang membebani jaringan dan mengembalikan fokus Bitcoin sebagai mata uang. Mereka yakin aturan yang lebih ketat ini akan diterima oleh jaringan begitu diaktifkan. Sebaliknya, penentang seperti Adam Back, Jameson Lopp, dan Michael Saylor mengkritik BIP-110 karena berpotensi membahayakan desentralisasi, semangat anti-sensor Bitcoin, dan membatasi inovasi masa depan seperti BitVM. Mereka juga memperingatkan risiko perpecahan jaringan, ketidakpastian, dan pembagian sumber daya jika rantai pendukung BIP-110 terbentuk namun gagal meraih konsensus mayoritas. Analisis skenario pasca-aktivasi menunjukkan beberapa kemungkinan: rantai BIP-110 gagal berkembang karena dukungan penambang minim, bertahan sebagai rantai minoritas yang terpisah, atau, dalam skenario yang sangat tidak mungkin, menjadi rantai terpanjang jika banyak penambang beralih. Namun, ketiadaan dukungan penambang besar selain Ocean membuat prospek sukses BIP-110 sangat kecil, dan kemungkinan besar akan berakhir seperti soft fork Bitcoin sebelumnya yang gagal. Prediksi pasar saat ini hanya memberi probabilitas 10% untuk aktivasi dan penerimaan BIP-110 yang sukses.

marsbit07/17 10:31

Dukungan Kurang dari 1%, BIP-110 Tetap Memaksa Bitcoin Menuju Soft Fork?

marsbit07/17 10:31

Saham Perusahaan Tambang Semakin Jauh dari Kripto

Menurut artikel, harga saham perusahaan penambangan Bitcoin (seperti HUT, WULF, IREN, RIOT, CLSK) telah meningkat tajam dalam setahun terakhir meskipun harga BTC turun 46.12%. Kenaikan ini tidak didukung oleh peningkatan produksi penambangan; justru beberapa perusahaan melaporkan penurunan output pada Juni. Alasannya, pasar mulai menilai perusahaan-perusahaan ini dengan logika baru, yaitu sebagai infrastruktur untuk AI. Mereka memiliki akses listrik, lahan, dan fasilitas berdaya tinggi yang siap digunakan atau dikonversi untuk pusat data AI. Beberapa perusahaan seperti CleanSpark, TeraWulf, dan Marathon Digital (MARA) telah mengumumkan proyek atau kontrak jangka panjang bernilai miliaran dolar di sektor ini. Akibatnya, pergerakan harga saham mereka kini lebih terkait dengan sentimen sektor AI dan semikonduktor daripada pergerakan harga Bitcoin. Namun, perubahan logika valuasi ini membawa tiga lapis risiko utama: (1) fluktuasi yang mengikuti narasi AI secara keseluruhan, (2) tingkat pengembalian investasi (ROI) untuk proyek AI yang tidak merata, dan (3) tantangan eksekusi seperti kemampuan pendanaan, perizinan, dan kualitas penyewa. Perubahan fokus ini juga berdampak pada perilaku penambang. Mereka kini lebih aktif menjual Bitcoin yang mereka hasilkan, tidak hanya untuk operasional tetapi juga untuk mendanai transisi ke bisnis AI. Sumber daya listrik dan modal yang dialihkan ke proyek AI jangka panjang kemungkinan tidak akan kembali ke jaringan penambangan Bitcoin meskipun harga pulih. Intinya, perusahaan penambangan mulai dihargai sebagai perusahaan infrastruktur yang lebih luas, menjauh dari ketergantungan semata pada ekosistem kripto.

链捕手07/17 10:27

Saham Perusahaan Tambang Semakin Jauh dari Kripto

链捕手07/17 10:27

Dukungan Kurang dari 1%, Apakah BIP-110 Tetap Ingin Mendorong Bitcoin ke Arah Soft Fork?

Dengan tenggat waktu paksaan pada Agustus mendatang, diskusi mengenai proposal BIP-110 kembali memanas. Proposal yang diajukan Dathon Ohm dan didukung pengembang Bitcoin Core Luke Dashjr ini bertujuan membatasi data arbitrer/non-moneter (seperti Ordinals dan NFT Bitcoin) dalam transaksi untuk mengurangi "transaksi sampah" dan mengembalikan fokus Bitcoin pada fungsi moneter. Namun, dukungan terhadap BIP-110 sangat rendah. Ambang batas aktivasi 55% jauh dari tercapai, dengan dukungan penambang di bawah 1% dan hanya sekitar 14.64% node yang bersedia menjalankannya. Keunikan proposal ini adalah mekanisme paksa: jika ambang batas tidak terpenuhi sebelum tinggi blok 961632, node pendukung BIP-110 akan menolak blok yang tidak sesuai aturan selama periode paksa (blok 961632-963647), berpotensi memicu percabangan jaringan. Proposal ini menuai kontroversi. Pendukung seperti Luke Dashjr berargumen BIP-110 diperlukan untuk mencegah "serangan" pada jaringan dan memprioritaskan transaksi keuangan. Sementara penentang, termasuk Adam Back, Jameson Lopp, dan Michael Saylor, mengkritiknya karena berpotensi membahayakan desentralisasi, semangat anti-sensor, dan inovasi masa depan Bitcoin (seperti BitVM). Mereka juga khawatir proposal ini justru menciptakan masalah baru seperti risiko percabangan rantai dan ketidakpastian. Beberapa skenario mungkin terjadi setelah periode paksa. Rantai BIP-110 bisa mati jika dukungan penambang minim, tetap menjadi rantai minoritas yang tumbuh lambat, atau (walau kecil kemungkinannya) menjadi rantai utama jika mendapat dukungan mayoritas. Pada intinya, kelangsungan BIP-110 bergantung pada konsensus ekonomi dan ekosistem, bukan hanya teknis. Prediksi pasar saat ini menunjukkan probabilitas keberhasilan aktivasi BIP-110 sebagai rantai Bitcoin utama sangat rendah.

Odaily星球日报07/17 10:13

Dukungan Kurang dari 1%, Apakah BIP-110 Tetap Ingin Mendorong Bitcoin ke Arah Soft Fork?

Odaily星球日报07/17 10:13

Operator Teleprompter Trump Diduga Terlibat Dagang Orang Dalam, "Pelapor" Ternyata Platform Prediksi Kalshi

Menurut laporan CNBC dan ABC pada 16 Juli, Gabriel Perez, seorang operator teleprompter jangka panjang untuk Presiden AS Donald Trump, sedang diselidiki oleh CFTC karena diduga menggunakan informasi orang dalam untuk bertaruh di platform pasar prediksi Kalshi. Perez, yang telah bekerja untuk Trump sejak 2016 dan memiliki akses ke naskah pidato terakhir, diduga bertransaksi berdasarkan konten pidato Trump di lebih dari 12 acara publik dalam sekitar tiga bulan. Kalshi mendeteksi pola transaksi mencurigakan melalui sistem pemantaunya pada Maret, membekukan akun Perez, menahan sebagian besar keuntungannya (dilaporkan lebih dari $90.000), dan menyerahkan kasus tersebut ke CFTC. Perez sedang dalam proses negosiasi penyelesaian dan menghadapi pengembalian keuntungan serta larangan bertransaksi serupa. Gedung Putih telah menangguhkannya tanpa bayaran dan memastikan dia tidak akan lagi bekerja di sana. Kasus ini bukan satu-satunya. Platform pasar prediksi seperti Kalshi dan Polymarket telah mengalami beberapa insiden perdagangan orang dalam yang melibatkan kandidat politik, staf media, dan bahkan personel militer, yang menghasilkan denda, hukuman, dan tuntutan pidana. Untuk mengatasi masalah ini, Kalshi telah memperketat kebijakan dengan meminta pengungkapan informasi pekerjaan dan meningkatkan deteksi transaksi abnormal, sementara CFTC dan Departemen Kehakiman aktif menegakkan hukum. Gedung Putih juga telah mengeluarkan memo internal yang melarang karyawan pemerintah berpartisipasi dalam taruhan semacam itu.

Foresight News07/17 10:03

Operator Teleprompter Trump Diduga Terlibat Dagang Orang Dalam, "Pelapor" Ternyata Platform Prediksi Kalshi

Foresight News07/17 10:03

Penundaan CLARITY Act Kini Telah Menjadi Krisis Kepatuhan, Bukan Sekadar Kebuntuan Politik

**CLARITY Act Terlambat, Kini Jadi Krisis Kepatuhan, Bukan Sekadar Kebuntuan Politik** Satu tahun lalu, Kongres AS berjanji mengatasi masalah otoritas pengawas aset digital melalui CLARITY Act. Namun, hingga kini, RUU tersebut masih tertahan di Senat. Penundaan ini telah berkembang dari sekadar berita politik menjadi *deadline* tata kelola, risiko, dan kepatuhan (GRC) yang nyata bagi perusahaan. Dari tiga RUU penting "Minggu Kripto" tahun lalu, dua telah menjadi undang-undang: GENIUS Act (kerangka kerja stablecoin) dan undang-undang yang melarang CBDC. CLARITY Act, yang paling krusial karena menentukan apakah suatu aset digital dikategorikan sebagai sekuritas (diawasi SEC) atau komoditas (diawasi CFTC), masih mangkrak. Tanpa kejelasan dari CLARITY Act, kepastian regulasi bergantung pada gugatan pengadilan atau kebijakan pemerintahan yang berubah-ubah, menciptakan ketidakpastian yang merusak bagi tata kelola perusahaan dan perencanaan kepatuhan jangka panjang. Jendela peluang untuk pengesahan di Senat menyempit menjelang masa reses Agustus, dengan sejumlah hambatan seperti isu etika pejabat, penolakan aparat penegak hukum, kekhawatiran *loophole*, dan kekurangan personel di badan pengawas. Jika gagal disahkan sekarang, legislasi struktur pasar mungkin tertunda hingga 2030, memperpanjang era regulasi melalui penegakan hukum yang mahal dan tidak pasti. Sebaliknya, jika lolos, RUU ini akan memberikan jalur registrasi yang jelas dan klasifikasi aset yang stabil. Terlepas dari hasilnya, para pemimpin kepatuhan disarankan untuk segera memetakan semua eksposur aset digital, mendokumentasikan asumsi klasifikasi, dan mempersiapkan skenario untuk dewan direksi baik jika RUU disahkan maupun tidak. Kesiap-siagaan adalah kunci, karena sementara hasil di Senat di luar kendali mereka, kesiapan perusahaan sepenuhnya ada di tangan mereka sendiri.

Foresight News07/17 09:35

Penundaan CLARITY Act Kini Telah Menjadi Krisis Kepatuhan, Bukan Sekadar Kebuntuan Politik

Foresight News07/17 09:35

Burry 'Sang Pemain Short': Saat Ini Adalah Momen Terbaik untuk Beli Saham Hong Kong

Investor legendaris Michael Burry, yang terkenal karena memprediksi krisis subprime AS 2008, menyatakan sekarang adalah "waktu yang tepat" untuk mencari saham murah di pasar Hong Kong. Logikanya, sentimen AI global yang mendingin akan mengalihkan dana dari Korea Selatan, Jepang, dan sektor semikonduktor ke wilayah yang kurang dihargai seperti Hong Kong. Ia telah mengambil tindakan dengan menambah saham JD.com. Data menunjukkan kelemahan relatif Hong Kong: Indeks Hang Seng turun ~7% dan Indeks Hang Seng Tech turun 15,22% tahun ini, jauh di belakang kenaikan tajam di Korea Selatan, Jepang, dan ETF semikonduktor. Burry melihat ini sebagai peluang "beli saat rendah". Goldman Sachs menawarkan perspektif lain. Wang Yajun, kepala ekuitas Asia, menyatakan pasar Hong Kong sebenarnya sudah memasuki era AI, dengan aktivitas IPO yang tinggi dan saham AI berkinerja baik. Namun, indeks utama belum mencerminkan realitas ini karena komposisinya tertinggal, menciptakan kesenjangan antara kinerja indeks dan dinamika pasar. Dukungan juga datang dari Morgan Stanley, yang mendorong investor membeli saham Hong Kong karena ekspektasi laba perusahaan yang optimis. Namun, tantangan tetap ada: kekhawatiran tentang pemulihan konsumsi China dan profitabilitas e-commerce membebani indeks. Investor perlu membedakan antara tekanan pada indeks keseluruhan dan peluang struktural, terutama di sektor AI, di dalam pasar Hong Kong.

链捕手07/17 09:00

Burry 'Sang Pemain Short': Saat Ini Adalah Momen Terbaik untuk Beli Saham Hong Kong

链捕手07/17 09:00

Xi Jinping Menghadiri Pembukaan World Artificial Intelligence Conference 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Tata Kelola Global AI serta Menyampaikan Pidato Kunci

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Tata Kelola Kecerdasan Buatan Global di Shanghai pada 17 Juli, serta menyampaikan pidato kunci bertajuk "Bekerja Sama Membangun Sistem Tata Kelola Kecerdasan Buatan Global yang Adil dan Rasional". Dalam pidatonya, Xi Jinping menyoroti bahwa kecerdasan buatan (AI) yang sedang berkembang pesat membawa peluang besar sekaligus tantangan tata kelola. Ia mengajukan empat proposal: 1) Berpegang pada keterbukaan dan kerja sama menang-menang untuk mendorong inovasi; 2) Memperkuat kesadaran risiko dan memastikan keamanan serta kontrol yang andal, menentang generalisasi konsep keamanan nasional di bidang AI; 3) Mendorong inklusivitas dan saling menghargai untuk memajukan pertukaran peradaban; 4) Menganjurkan solidaritas dan kerja sama untuk menyempurnakan tata kelola global, mendukung negara-negara Global Selatan dan menjembatani kesenjangan digital. Xi Jinping menekankan bahwa Tiongkok, sebagai negara besar yang bertanggung jawab, berkomitmen untuk menyediakan barang publik global di bidang AI. Ia mengumumkan langkah-langkah konkret Tiongkok dalam lima tahun ke depan, termasuk menyediakan 5.000 kuota pelatihan AI untuk negara berkembang, membangun pusat kerja sama aplikasi AI internasional, dan menerapkan sistem peringatan dini cuaca cerdas "Mazu" di 30 negara. Para pemimpin negara dan organisasi internasional yang hadir menyambut baik inisiatif Tiongkok dan sepakat bahwa AI harus dikembangkan dan diatur melalui kerja sama internasional yang inklusif dan setara untuk memastikan manfaatnya dirasakan semua negara. Konferensi ini juga menandai pembentukan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia di Shanghai.

链捕手07/17 08:57

Xi Jinping Menghadiri Pembukaan World Artificial Intelligence Conference 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Tata Kelola Global AI serta Menyampaikan Pidato Kunci

链捕手07/17 08:57

Penghentian Mendadak, Gemini 3.5 Pro Gagal Lahir, Google Jatuh ke dalam Perangkap Kekecewaan

Gemini 3.5 Pro yang ditunggu-tunggu (dengan kode "Cappuccino"), yang dikabarkan memiliki konteks 200 juta token dan kemampuan "Deep Think", tiba-tiba ditunda peluncurannya selama berbulan-bulan. Penundaan ini disebabkan oleh kinerja model, terutama dalam kemampuan pemrograman AI, yang tidak memenuhi standar internal Google meskipun telah dilakukan upaya terakhir untuk memperbarui data pelatihan. Berita ini menyebabkan penurunan harga saham Google dan mengungkap tantangan internal yang dalam. Laporan Bloomberg menyoroti birokrasi yang kompleks dan lambatnya pengambilan keputusan di Google, yang menghambat inovasi. Konflik budaya antara insinyur yang lebih memilih kode buatan manusia dan kebutuhan akan alat AI, ditambah dengan keterbatasan akses ke daya komputasi (GPU) bagi insinyur internal, memperparah masalah. Selain itu, mekanisme "balapan internal" antara berbagai tim Google menyebabkan tumpang tindih sumber daya dan kehilangan bakat-bakat penting ke pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Analis mencatat bahwa kegagalan Google ini adalah bagian dari pola yang lebih luas di industri, yang disebut "jebakan kekecewaan model raksasa generasi berikutnya", di mana peningkatan kinerja model yang sangat besar membutuhkan biaya yang semakin tinggi dan menghadapi batasan data serta arsitektur. Kesimpulannya, penundaan Gemini 3.5 Pro menandakan periode konsolidasi dalam lomba AI, menekankan perlunya pendekatan yang lebih bernuansa di luar sekadar peningkatan skala. Bagi Google, insiden ini adalah peringatan keras tentang perlunya reformasi internal untuk tetap kompetitif.

marsbit07/17 08:27

Penghentian Mendadak, Gemini 3.5 Pro Gagal Lahir, Google Jatuh ke dalam Perangkap Kekecewaan

marsbit07/17 08:27

活动图片