ApeCoin Becomes The Most Traded Token Among Ethereum Whales

CryptoPotatoDipublikasikan tanggal 2022-03-25Terakhir diperbarui pada 2022-03-25

Abstrak

The Bored Ape Yacht Club took the NFT scene by surprise and now its token Apecoin has just become the favorite among crypto whales.

Talking about NFT is talking about the Bored Ape Yacht Club (BAYC) collection, which has provided 145,000%+ profits for anyone who bought at the minimum price less than a year ago. And a similar thing is happening with its new token Apecoin.
ApeCoin (APE) has become the most traded token by Ethereum whales over the past 24 hours, reaching a holder count of over 36,500 wallets just 6 days after being listed on the largest cryptocurrency exchanges.
This means that the bet on APE is as important as the one on the NFT collection per se.

Apecoin Data. Image Whalestats Why Has ApeCoin Been So Successful?
As CryptoPotato recently reported, APE Coin is the native cryptocurrency of the BAYC ecosystem. Since its launch, each BAYC holder was awarded 10,094 APEs ($128,000) for each NFT they held as a reward. Those with a Mutant Ape (MAYC) received 2,042 APEs ($26,068).
In other words, they rewarded their buyers’ loyalty by giving them 62% of the total supply of APE tokens.
Introducing ApeCoin ($APE), a token for culture, gaming, and commerce used to empower a decentralized community building at the forefront of web3. 🧵
— ApeCoin (@apecoin) March 16, 2022
On the other hand, Yuga Labs, BAYC’s parent company, will keep a total supply of 16% to continue developing new products and tools such as the game “Otherside,” which is expected to be launched by the end of 2022.
In addition to this and thanks to their social media fame, Yuga Labs has obtained the rights for two of the most iconic NFT collections of all time, such as CryptoPunks and Meebits.
Some big news to share today: Yuga has acquired the CryptoPunks and Meebits collections from @LarvaLabs, and the first thing we’re doing is giving full commercial rights to the NFT holders. Just like we did for BAYC and MAYC owners. pic.twitter.com/lAIKKvoEDj
— Yuga Labs (@yugalabs) March 11, 2022
The BAYC And Its Debut in Crypto Gaming
Another critical factor in the success of BAYC has undoubtedly been the marketing strategy that Yugal Labs deployed, turning the new native cryptocurrency into the token used by several crypto games for their NFT transactions.
For example, Animoca Brands, a software company dedicated to developing and distributing free-to-play games, announced the adoption of ApeCoin for a secret project being developed alongside BAYC. The day after the announcements, Yuga Labs posted a video showing the company’s star character drinking a beverage that teleports him to another world where the CryptoPunks and other NFT characters are portrayed.
See you on the Otherside in April. Powered by @apecoin pic.twitter.com/1cnSk1CjXS
— Yuga Labs (@yugalabs) March 19, 2022
nWayPlay, is another game developer that announced its collaboration with BAYC to create a new crypto game that will adopt the APE token and offer Play to earn (P2E) functionalities to its users. Although the game is not yet available, the quality of images it offers suggests that it will give a lot to talk about in the ecosystem.

The team behind BAYC has had a very demanding and promising start to the year, so we will likely continue to see news that will help drive the adoption of the project, which is practically selling itself.

Bacaan Terkait

Rugi 10 Miliar, Tapi Valuasi 467 Miliar? Kisah Nilai Sebenarnya dari 'Izin Kiamat' Pertukaran Kripto Jepang

Dalam transaksi yang mengejutkan pada 2026, raksasa keuangan Jepang SBI Holdings mengakuisisi penuh bursa kripto berlisensi Bitbank dengan valuasi 467 miliar yen (sekitar $2.89 miliar), meskipun bursa tersebut mencatat kerugian operasional 9.7 miliar yen pada 2025. Analis menyebut nilai ini mencerminkan logika valuasi baru di industri aset digital yang semakin diatur ketat: **skala waralaba (franchise scale)** dan **kelangkaan izin** menjadi aset strategis yang lebih berharga daripada profitabilitas jangka pendek. Latar belakangnya adalah amendemen Undang-Undang Perdagangan Instrumen Keuangan Jepang yang efektif Juni 2026, yang meningkatkan status aset kripto menjadi "instrumen keuangan" dan memberlakukan hukuman yang jauh lebih berat untuk pelanggaran. Regulasi ini diperkirakan akan memicu konsolidasi, mengurangi jumlah bursa berlisensi dari sekitar 30 menjadi mungkin 15, sehingga mengubah lisensi yang ada menjadi sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Tren global memperkuat narasi ini. Sepanjang 2026, telah terjadi 144 transaksi M&A senilai $11.8 miliar di sektor kripto, didorong oleh akuisisi entitas berlisensi oleh raksasa seperti Mastercard dan Bullish. Ini adalah "perlombaan senjata kepatuhan" di mana membeli lisensi yang mapan lebih cepat dan lebih pasti daripada membangun dari nol. Kasus SBI memberikan pelajaran yang jelas: dalam pasar yang matang secara regulasi, kepatuhan bukan lagi beban biaya, tetapi menjadi parit pertahanan nilai dan tiket masuk ke dunia keuangan masa depan. Logika yang sama sedang berlaku di pasar seperti Hong Kong, di mana nilai waralaba platform berlisensi semakin menonjol seiring dengan masuknya lembaga keuangan tradisional. Jendela untuk mendapatkan aset strategis ini dengan harga yang relatif terjangkau mungkin akan segera tertutup.

marsbit5m yang lalu

Rugi 10 Miliar, Tapi Valuasi 467 Miliar? Kisah Nilai Sebenarnya dari 'Izin Kiamat' Pertukaran Kripto Jepang

marsbit5m yang lalu

Aave V4 Akan Membawa Pendanaan Sekuritas Wall Street ke Rantai Blok: Lapisan Komposabilitas Berubah dari Titik Risiko Menjadi Tulang Punggung

Pada 19 Juni, pendiri Aave Kulechov memposisikan Aave V4 yang akan datang sebagai alternatif *on-chain* untuk pembiayaan sekuritas Wall Street, menargetkan pasar repo harian AS sekitar $12,6 triliun, pinjaman sekuritas $4,6 triliun, dan pembiayaan margin. Proposal mencakup tiga produk: pinjaman berbasis jaminan sekuritas, repo (penyelesaian atom), dan peminjaman sekuritas. Pasar pinjaman RWA kelas institusi Horizon mereka, yang diluncurkan Agustus 2025, telah mengumpulkan deposit sekitar $440–550 juta, dengan target melampaui $1 miliar pada 2026. Inti dari V4 terletak pada lapisan komposabilitas. Alih-alih mengubah kredit aset dasar atau langsung menciptakan ketidaksesuaian likuiditas, V4 menghubungkan semua masalah dari lapisan sebelumnya dengan leverage dan likuidasi *on-chain*. Arsitektur "Hub Likuiditas Terpusat + Multi-Spoke" dan kolam likuiditas bersama Horizon mengutamakan efisiensi modal, memungkinkan aset baru mengakses likuiditas dalam segera. Namun, pendekatan ini juga memperluas risiko komposabilitas ke seluruh pasar, karena kolam bersama tidak mengisolasi risiko—masalah dengan satu jenis agunan dapat memengaruhi kolam stabilkoin yang sama untuk semua agunan lainnya. Insiden pada April 2026, di mana jembatan *cross-chain* pihak ketiga diserang dan mengakibatkan ~116,5 ribu rsETH tanpa cadangan disetorkan sebagai agunan di Aave, menunjukkan templat risiko ini. Skala Horizon masih kecil dibandingkan pasar tradisional yang ditargetkan, sehingga mekanisme leverage terpadu untuk berbagai RWA ini belum teruji dalam tekanan kredit atau likuiditas nyata. Risiko utama kemungkinan berasal dari ketidakselarasan harga/NAV (*Net Asset Value*) token agunan selama periode tekanan, yang dapat memicu likuidasi paksa atau kerugian skala besar bahkan tanpa default pada aset dasar.

marsbit11m yang lalu

Aave V4 Akan Membawa Pendanaan Sekuritas Wall Street ke Rantai Blok: Lapisan Komposabilitas Berubah dari Titik Risiko Menjadi Tulang Punggung

marsbit11m yang lalu

Ethereum Membentuk Tiga Pusat Kekuasaan, Nasib Komersialisasi Ada di Tangan Pemilik Besar ETH

Ethereum kini membentuk tiga pusat kekuasaan: Ethereum Foundation sebagai penjaga nilai protokol jangka panjang, Ethlabs yang fokus pada pengembangan teknologi dan narasi aset ETH, serta Ethereum Institutional yang menangani promosi bisnis ke lembaga keuangan. Restrukturisasi ini terjadi menyusul keluarnya sejumlah eksekutif dari yayasan, yang kini memposisikan diri sebagai penjaga netral ideologi, bukan pemilik keputusan akhir protokol. Dua organisasi baru didanai oleh Bitmine (memegang 5,7 juta ETH) dan Sharplink (886.725 ETH), dengan total kepemilikan 5,46% dari pasokan ETH yang beredar. Hal ini menempatkan masa depan komersialisasi Ethereum di tangan pemegang ETH besar, karena kemampuan pendanaan Ethlabs dan Ethereum Institutional bergantung pada kinerja aset dan neraca perusahaan-perusahaan ini. Keberhasilan model ini bergantung pada dua hal: kemampuan Ethlabs meningkatkan skalabilitas lapisan-2 dan efisiensi biaya untuk menarik lembaga, serta kemampuan Ethereum Institutional mengubah koneksi menjadi investasi nyata. Jika ETH menguat, siklusnya positif: infrastruktur membaik, adopsi meningkat, dan pemegang besar diuntungkan. Namun, jika harga ETH lemah, tekanan finansial pada penyandang dana dapat mengancam stabilitas operasional kedua lembaga dan memunculkan keraguan atas motif pendiriannya. Prospek jangka panjang didukung oleh dominasi Ethereum di sektor stablecoin, DeFi, dan tokenisasi aset (RWA), dengan potensi pasar tokenisasi yang diprediksi mencapai triliunan dolar pada 2030. Namun, ketidakpastian harga jangka pendek dan persaingan dari blockchain lain tetap menjadi tantangan besar.

Foresight News11m yang lalu

Ethereum Membentuk Tiga Pusat Kekuasaan, Nasib Komersialisasi Ada di Tangan Pemilik Besar ETH

Foresight News11m yang lalu

Trading

Spot
活动图片