AI需求成新支撑,分析师:白银或继续跑赢黄金

华尔街见闻Dipublikasikan tanggal 2026-07-27Terakhir diperbarui pada 2026-07-27

Abstrak

与机构分析师的谨慎立场形成对比,矿业公司高管对贵金属的长期前景依然乐观。

贵金属市场近日出现技术性反弹,但多数分析师认为此轮涨势难以持续,黄金回归历史高位之路依然崎岖。与此同时,白银凭借工业属性获得额外支撑,部分机构认为其表现有望持续超越黄金。

本周,现货白银较上周末涨超6%,报58.89美元/盎司,现货黄金最高报4119.04美元/盎司。ING大宗商品策略师Warren Patterson和Ewa Manthey在周三报告中将此轮涨势归因于"近期弱势后的抄底行为",而非"地缘政治或宏观经济背景的实质性转变"。

两种贵金属目前均远低于今年1月下旬创下的历史高位——现货黄金当时触及5589.38美元/盎司,白银则达121.67美元/盎司。美元走强、利率高企以及伊朗战争推高油价所带来的市场格局变化,共同压制了贵金属的上行动能。

黄金反弹存疑,技术面与基本面双重承压

汇丰与摩根大通的最新研报均指向同一结论:此轮上涨更像是超跌后的技术性修复,而非趋势性反转,上行空间依然有限。

据汇丰的分析,此轮金价涨势全程缺乏明确的基本面驱动。美国私营部门就业数据(ADP)连续第四周下滑至净新增1.65万个职位,但这一疲软信号对金价的提振作用难以量化。汇丰认为,市场已在相当程度上消化了货币政策收紧预期,金价有望继续缓步走高,但地缘政治风险——尤其是中东局势升级与油价进一步上涨——仍是最大威胁。

摩根大通技术策略师Jason Hunter则从技术层面提出警示。他指出,黄金目前仅是在4074美元附近(2022年8月38.2%斐波那契回撤位)寻求支撑,动量背离买入信号的出现暗示市场可能进入更长时间的盘整,但在4197至4264美元的趋势线阻力群被有效突破之前,金价的中期偏空格局并未改变。

美国银行的判断更为悲观。该行在7月16日的报告中指出,黄金刚刚录得13年来最差季度表现,"死亡交叉信号、偏高的净多头持仓以及与历史重要顶部的相似性,均加大了金价经历更长、更深调整的风险。"所谓"死亡交叉",是指短期均线(通常为50日)跌破长期均线(通常为200日)所形成的看跌技术形态。

白银工业属性提供额外支撑

尽管整体环境承压,白银的工业金属属性为其提供了差异化支撑,部分分析师认为白银有望持续跑赢黄金。

ING策略师表示,白银的表现不仅反映其避险吸引力,还受益于工业金属板块整体情绪的改善,尤其是铜价走强带来的联动效应。他们指出,"若工业金属强势持续叠加避险需求,白银有望继续跑赢黄金。"在AI基础设施建设加速的背景下,白银作为关键工业原材料的需求前景受到市场关注,这一结构性因素被视为支撑白银相对表现的中长期逻辑。

ING同时强调,黄金"可能继续对能源市场动态及美国货币政策预期保持敏感",而中东紧张局势虽对贵金属整体构成支撑,但市场正在权衡美国经济数据走软与能源成本上升带来的通胀风险之间的博弈。

瑞银下调白银吸引力入场点位

尽管白银相对前景较黄金略显乐观,瑞银对于投资者现阶段建仓白银仍持审慎态度。

瑞银本周将白银具有吸引力的入场价格目标从约55美元/盎司下调至48至50美元/盎司区间。瑞银策略师Dominic Schnider在7月20日的报告中写道:"我们认为白银近期面临的逆风可能持续,中东局势升级、较高的机会成本以及强势美元将继续压制投资者情绪。白银面临的宏观背景难以为投资者提供增加多头仓位的动力。由于投资需求参差不齐,白银价格尚未找到坚实底部。"

矿企高管:牛市逻辑未破

与机构分析师的谨慎立场形成对比,矿业公司高管对贵金属的长期前景依然乐观。

美国黄金白银开发商Hycroft Mining执行董事长兼首席执行官Diane Garrett在接受CNBC采访时表示,近期价格回落属于"正常调整","这不是一个已经破位的牛市"。她指出,黄金已超越美国国债成为第一大资产类别,正在成为金融体系的基础架构,同时央行已连续17个月持续购金,基本面支撑依然强劲。

Bacaan Terkait

Tingkat Aktivitas Setara Base, Robinhood Chain Bersaing dalam Aplikasi Super Keuangan

**Robinhood Chain: Jaringan Lapisan-2 Baru dengan Aktivitas Menyaingi Base, Berfokus pada Aplikasi Super Keuangan** Robinhood Chain, jaringan lapisan-2 (L2) Ethereum yang dikembangkan oleh platform broker ritel Robinhood menggunakan teknologi Arbitrum Orbit, telah resmi diluncurkan. Jaringan ini bertujuan menjadi tulang punggung untuk "aplikasi super keuangan" yang mengintegrasikan pasar tradisional, aset kripto, dan aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA). Sejak peluncurannya pada 1 Juli, Robinhood Chain menunjukkan pertumbuhan yang cepat. Lebih dari $200 juta ETH telah dibridging ke jaringan, dengan total transaksi sekitar 130 juta. Likuiditas total mencapai sekitar $700 juta, didorong oleh perdagangan meme coin (seperti Cash Cat), keberadaan stablecoin ($430 juta), dan pertumbuhan aset tokenisasi saham Robinhood. Jaringan ini telah memiliki sekitar 340.000 alamat unik dengan aktivitas harian yang sebanding dengan Base milik Coinbase. Dari segi model ekonomi, Robinhood Chain telah menghasilkan pendapatan biaya transaksi sekitar $1,94 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 89% ($1,73 juta) dipertahankan oleh Robinhood, 10% ($193.000) dibayarkan ke Arbitrum, dan kurang dari 1% ($12.000) ke Ethereum untuk biaya keamanan dan ketersediaan data. Struktur ini mencerminkan tren di mana operator L2 menangkap sebagian besar nilai dari aktivitas pengguna. Masa depan Robinhood Chain bergantung pada kemampuannya mengubah momentum awal menjadi permintaan berkelanjutan, khususnya dalam bidang RWA dan layanan keuangan on-chain yang dijanjikannya, dengan memanfaatkan jaringan pengguna global Robinhood.

Foresight News6m yang lalu

Tingkat Aktivitas Setara Base, Robinhood Chain Bersaing dalam Aplikasi Super Keuangan

Foresight News6m yang lalu

Saham Tokenisasi Bersiap Lepas Landas, Namun Infrastruktur Pasar Tradisional Menghadapi Ujian Ketat

Tokenisasi saham semakin berkembang dari uji coba ke pasar nyata, namun infrastruktur pasar tradisional—seperti penanganan aksi korporasi, distribusi dividen, dan mekanisme penyelesaian—belum siap untuk aset yang diperdagangkan terus-menerus di berbagai tempat. SEC telah menyetujui daftar versi tokenisasi dari indeks Russell 1000 dan ETF, sementara DTCC telah memulai transaksi terbatas menuju peluncuran komersial Oktober ini. Meski teknologi dasarnya matang, sistem tradisional menghadapi tantangan besar. Ada dua jalur yang dipertimbangkan. Pertama, token yang terikat pada struktur kepemilikan lama dengan CUSIP dan siklus penyelesaian T+1 yang sama. Kedua, "pengecualian inovatif" yang memungkinkan platform kripto mencatatkan token terkait harga saham tanpa persetujuan emiten, yang mungkin tidak menawarkan hak yang sama seperti saham asli. Hal ini menimbulkan risiko perlindungan investor dan ketidaktransparanan. Mendefinisikan saham melampaui harga: dividen, pajak, hak suara, pemecahan saham, dan peristiwa korporasi lainnya harus ditangani secara akurat dan serempak di semua tempat perdagangan. Pasar tradisional dirancang untuk sistem terpusat dengan jam tetap, sedangkan aset token dapat diperdagangkan 24/7 di banyak blockchain, menciptakan tantangan kompleks. Risiko sistemik nyata adalah fragmentasi. Tanpa standar interoperabilitas dan transparansi harga, beberapa pihak ketiga dapat menerbitkan token untuk saham yang sama dengan aturan berbeda, menyebabkan terfragmentasinya penemuan harga, asimetri informasi, dan likuiditas yang terpecah. Ini dapat merusak efisiensi dan kepercayaan pasar. Transformasi ini lebih dari sekadar aset baru. Bursa seperti Nasdaq dan NYSE bergerak menuju perdagangan hampir 24/7, namun pasar membutuhkan lapisan data referensi dan penyelesaian yang mampu mengikuti. Pihak yang dapat mengintegrasikan tempat perdagangan tokenisasi menjadi satu sistem pasar yang koheren—dengan perlindungan hak dan penyelesaian yang konsisten—akan memimpin tahap selanjutnya. Kolaborasi antara penyedia teknologi, pelaku pasar tradisional, dan regulator sangat penting untuk membangun arsitektur pasar baru yang menyeimbangkan efisiensi blockchain dengan perlindungan investor.

Foresight News8m yang lalu

Saham Tokenisasi Bersiap Lepas Landas, Namun Infrastruktur Pasar Tradisional Menghadapi Ujian Ketat

Foresight News8m yang lalu

Trading

Spot
活动图片