Kepala Coinbase "Sangat Optimis" Terhadap Peluang Disahkannya Undang-Undang CLARITY
Kepala Strategi Institusional Coinbase, D'Agostino, mengungkapkan keyakinannya bahwa RUU CLARITY Act (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) akhirnya akan disahkan oleh Senat AS. Optimisme ini didasarkan pada preseden, seperti proses pengesahan undang-undang stablecoin $GENIUS pada Juli 2025 yang juga tampak kacau hingga menit terakhir. RUU CLARITY bertujuan menjadi kerangka federal pertama yang mengatur pasar aset digital, dengan membagi pengawasan antara SEC dan CFTC berdasarkan klasifikasi aset.
Direktur Kebijakan Coinbase, Faryar Shirzad, juga menyatakan bahwa pekerjaan yang tersisa lebih bersifat prosedural daripada substansial. Namun, tidak semua pihak sepandangan ini. Analis JPMorgan hanya memberi 37% kemungkinan disahkannya RUU ini, sedangkan pasar prediksi Polymarket memberi angka 31%. Waktu yang tersisa sangat sempit, dengan jeda parlemen dimulai 8 Agustus. Jika tidak disahkan sebelum itu, proses bisa tertunda hingga September atau lebih lama lagi.
CEO Coinbase, Brian Armstrong, bersikap lebih hati-hati. Ia menyatakan Coinbase akan baik-baik saja meski RUU CLARITY tertunda, karena platformnya sudah menerapkan banyak praktik yang diatur dalam RUU tersebut. Armstrong juga mengindikasikan adanya rencana cadangan: regulator seperti SEC dan CFTC dapat menerbitkan aturan sendiri menggunakan kewenangan yang ada jika Kongres gagal bertindak. Meski aturan badan regulator lebih mudah diubah di masa depan, pendekatan ini mengurangi tekanan bagi Coinbase. Armstrong melihat tenggat waktu 8 Agustus justru sebagai alat yang berguna untuk mendorong negosiasi akhir.
cryptonews.ru7m yang lalu