从爆款应用到NFT公链,一文读懂Flow的进化之路

链茶馆Dipublikasikan tanggal 2022-08-15Terakhir diperbarui pada 2022-08-15

Abstrak

Dapper Labs在加密世界中有着令人骄傲的成绩:开发了CryptoKitties这一OG爆款应用后,转而开发公链Flow,又在公链上推出了出圈产品NBA Top Shot,占尽风头。

Dapper Labs在加密世界中有着令人骄傲的成绩:开发了CryptoKitties这一OG爆款应用后,转而开发公链Flow,又在公链上推出了出圈产品NBA Top Shot,占尽风头。当前,Flow也仍在积极拓展生态资源,近日刚刚宣布Meta前高管将入职。本文将从产品技术和运营生态等角度来分析Flow,理解其当下发展。

1. 产品技术

Flow的技术中有两个最大的特色,一是「多节点架构」,二是「面向资源编程」,而这两点恰恰对应着当下的两个热点潮流:模块化区块链和Move系新公链。

Flow的第一个特点「多节点架构」指的是,将整条链从计算执行到完成共识的过程区分成不同的过程,用四类不同的节点完成相应的工作。相对于ETH Sharding的平行分工,这是一种垂直分工[1]。当下火热的模块化区块链,也是类似思路,Flow可以看作是模块化的一个早期案例。

四类节点分别包括:计算节点、共识节点、验证节点和收集节点。其中,计算节点运行要求高,必须部署在数据中心,实行准入制,目前总共7个计算节点;此外的其他节点云心要求较低,合计400+个节点。

来源:https://flowscan.org/staking/nodes

Flow试图通过这样的方式来实现扩容。不过,目前的TPS还算不上很优秀,根据官网,简单转账的情况下可以达到100+TPS,但实际使用场景大多比转账复杂,估计没法做到[2]。垂直分工也让一部分节点的门槛降低,能让更多用户参与共识环节,但是计算节点的运行仍然是中心化的,「不可能三角」的问题仍然存在。

第二个特点「面向资源编程」(Resource-oriented Programming)是其自研编程语言Cadence的特征。「面向资源」也是Aptos/Sui/Linera这三条Libra系公链的通用语言Move的特征,Flow团队早期正是受到Move启发,完成了Cadence语言的开发。

面向资源编程作为一种新的语言趋势,目的是为了更好地适配链上资产的应用场景。Solidity是一种「账本模型」,一个资产对应一个所有者,资产都记录在合约中;而以Cadence为代表的面向资源编程则是「资源模型」,资产全部记录在所有者的地址中,只有所有者可以调用方法挪动资产。

以下面两张图为例,场景都是CryptoKitties转账,但是左图代表的账本模型是更改资产对应的owner字段,右图代表的资源模型则是将owner地址中的资产移出,再转移到新的owner地址下。

来源:https://medium.com/dapperlabs/resource-oriented-programming-bee4d69c8f8e

目前的Cadence仍然较为独立。虽然借鉴了Move的思路,但是对于语法有较大改动,代码迁移的工作量仍然不小,短期内较难与Move系生态共享开发者。不过,Flow已有规划,将上线Move VM,届时或许能够共享Move系生态红利。

通常认为,面向资源的语言相对于Solidity有两方面的好处:其一,由于将资产放在所有者地址下,天然地避免了合约控制者调用资产的「后门」,因此更安全;其二,在某些业务逻辑上可以做到更好的处理,比如很容易实现某个资产拥有另一个资产的逻辑。

2. 运营生态

Flow上的项目品类很丰富,NFT、Defi、游戏等都存在,官网显示有1,000+个项目,但是真正撑起Flow市值的还是传统体育IP的NFT项目,特别是Dapper Labs自己和NBA合作推出的NBA Top Shot——NBA比赛视频NFT的系列收藏品。

下图展示了头部项目历史以来的交易量,其中NBA Top Shot已经累计成交11.1亿美元,在Top 10中占89%。排名第二的NFL ALL DAY和排名第三的UFC Strike分别是橄榄球联赛和终极格斗锦标赛,也都由Dapper Labs推出;第四Gaia是基于FLOW的商城,第五BALLERZ是一个篮球主题的生成性NFT系列。除此之外的项目成交额均在1,000万美元以下。

来源:https://www.flowverse.co/rankings

可以看到,最头部项目都是基于体育IP的NFT项目,且这类项目为Flow贡献了主要的交易额。元宇宙(Matrix World)和游戏(Chainmonsters)虽然也都在列,但占比较小。除此之外,Flow上也有Defi项目Increment Finance,但TVL仅在300多万美元。

NBA Top Shot为Flow带来了持续的营收。今年6月和7月,单月的成交额分别为770万和830万美元,这其中包含了新卡包的发型和用户间的二次交易[3]。假设NBA Top Shot交易额占全平台的~85%,那么全平台单月大概在950万美元左右,和Immutable X的单月900万美元交易额近似[4]。不过,Flow的收入应该高于Immutable,一方面新发行的收入都归项目方所有,应该在NBA和Flow之间分摊,另一方面NBA Top Shot所有的卡牌都在自建的商城内交易,而商城会对所有二次交易收取5%的税;相对而言Immutable仅对NFT交易收取2%的协议费。

尽管有NBA Top Shot这头现金牛作为坚挺支柱,但是毕竟营收来源较为单一,不如Immutable X生态多样,亟需开拓新的应用场景。近期Flow宣布与Meta合作,将在Instagram合作展示用户NFT,这更像是软性营销,不确定是否能有效提升业务指标。

3. 通证经济

Flow的代币为$FLOW,核心作用在于支付链上操作手续费、作为激励分发给节点。普通用户也可以委托质押给节点,分享节点激励。

$FLOW还有一个较为独特的作用:由于面向资源编程的特性,用户如果要拥有资产也就必须有相应的存储空间,为此需要支付一定费用,而支付方式为锁定$FLOW,如果未来情况存储空间也就可以释放相应的$FLOW。

$FLOW在2020年底发行,初始发行量为12.5亿个。为了尽量减小抛压,$FLOW实行低通胀,链上操作手续费均会分发给节点,多则冻结、少则增发。目前$FLOW的铸造总量为13.9亿,流通量为10亿(数据来源CMC),占~72%。

在初始的分配中,38%归属Dapper Labs公司和开发团队,20%归属投资人,32%归属生态发展,10%作为社区发售。

来源:https://flow.com/token-distribution

4. 团队与融资

Dapper Labs成立于2018年,早期由于Crypto Kitties而名声大噪,也为团队带来了持久的名声,后来才转而开发公链Flow。同时,Dapper Labs基于Flow推出的NBA Top Shot等体育明星卡牌也成为了爆款,持续为团队带来营收。

Dapper Labs从2018年到到2021年已完成多轮融资,累计融资6亿美元,主要的投资方包括a16z、Union Square Ventures、Venrock、Coatue。

CEO及创始人Roham Gharegozlou,本硕毕业于斯坦福,毕业后曾在基金公司工作,2013年创办创意工作室Axiom Zen,协助创业公司募资和开发产品,也是在Axiom Zen中Roham Gharegozlou开发了CryptoKitties,在2018年成立Dapper Labs专注于CryptoKitties业务,并衍生出公链Flow。

CTO Dieter Shirley于1996年毕业于滑铁卢大学,其后曾在包括苹果在内的多家公司担任软件工程师,2013年加入Axiom Zen担任首席软件架构师,开启了和Roham共同的创业之路,并在2018年一同加入Dapper Labs。Dieter Shirley也是ERC-721标准的创立者。

Dapper Labs近日在Twitter上表示,Meta前内容及社区合作伙伴副总裁Nick Grudin即将加入Dapper Labs担任首席商务官,负责合作伙伴关系、开发者体验及营销[5]。这或许会对Flow的生态发展带来改观。

5. 优势与挑战

链茶馆认为,Flow的核心优势在于:

1)技术上敢于做创新,较早地采用了模块化分工的思路和面向资源编程的语言,是一个愿意开拓新领域的团队;

2)从CryptoKitties到NBA Top Shot,Flow是难得的有连续成功爆款经验的公司,拥有几乎不可复制的信任背书;

3)NBA Top Shot也在为Flow公链带来持续的可观营收,基本面较稳固。

同时,Flow也面临相应的挑战:目前的生态较为单一,交易额集中在Dapper Labs推出的几个NFT产品,其他类型的项目如游戏、Defi等虽然也存在,但并不繁荣。未来生态发展的核心变量:一是Move系语言生态能否兴起、且Flow能否通过Move VM共享红利,二是Dapper Labs能否持续BD到营收可观的项目。

6. 附录

[1]https://flow.com/primer

[2]https://developers.flow.com/flow/faq/operators

[3]https://cryptoslam.io/nba-top-shot/sales/summary

[4]https://mp.weixin.qq.com/s/_IwGYLXET9lA8XYlbdIAAw

[5]https://twitter.com/roham/status/1557897566498328578

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Harga Bitcoin menyentuh level terendah dalam 20 bulan terakhir, jatuh di bawah $60,000 pada 25 Juni. Aset kripta utama lainnya seperti ETH dan SOL juga terkoreksi tajam. Lebih dari $1 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam 24 jam, dengan mayoritas adalah posisi long. Indeks Fear & Greed turun ke 15, menandakan sentimen "ketakutan ekstrem". Pilar utama bull run sebelumnya—yaitu strategi pembelian berkelanjutan oleh perusahaan seperti Strategy (MSTR) dan aliran dana institusional melalui ETF spot AS—sedang melemah secara bersamaan. Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, kini mencatat kerugian mengambang lebih dari $14,6 miliar. Produk pendanaan terbarunya, STRC, telah anjlok 25% dari nilai nominalnya, mengancam kemampuan perusahaan untuk terus mengumpulkan dana dan membeli Bitcoin. Sementara itu, ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar bersih besar-besaran, dengan sekitar $2,8-3,5 miliar mengalir keluar sepanjang Juni. Lingkungan makro yang ketat dengan inflasi tinggi dan penundaan ekspektasi pemotongan suku bunga AS semakin menekan aset berisiko seperti kripto. Modal institusional juga tampak beralih ke sektor AI. Faktor jangka pendek, termasuk kadaluarsa opsi Bitcoin senilai sekitar $10 miliar pada 26 Juni, diperkirakan akan terus memicu volatilitas. Analis memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya bagi pasar mungkin datang pada awal Juli setelah likuidasi kontak berjangka kuartalan dan penurunan leverage.

Foresight News4m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Foresight News4m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

STRC, saham preferen Strategos yang ditargetkan pada nilai nominal $100, telah jatuh di bawah $80, menawarkan yield dividen tersirat yang tampak tinggi sekitar 13-15%. Artikel ini menganalisis apakah ini peluang beli atau perangkap. Poin utamanya: Diskon ini bukan hanya karena likuiditas, tetapi mencerminkan keraguan pasar tentang kemampuan model pembiayaan Strategos. Strategos mengandalkan siklus "menerbitkan sekuritas -> membeli BTC" untuk tumbuh. STRC, sebagai lapisan pendanaan berbiaya tinggi yang membutuhkan pembayaran dividen tunai, menjadi titik tekanan jika siklus ini melambat. Alasan utama STRC melemah: 1. Tekanan pada harga BTC dan premium saham MSTR, mengurangi efisiensi pendanaan. 2. Mekanisme penerbitan STRC terhambat saat harga jauh di bawah nominal. 3. Kompetisi dari produk pendapatan serupa (seperti SATA) menarik likuiditas. 4. Sinyal risiko: Strategos menjual sedikit BTC (32 BTC) untuk mendanai dividen, mempertanyakan komitmen "hanya beli, tidak jual". STRC bukan skema Ponzi karena didukung aset BTC nyata, tetapi memiliki risiko "Ponisifikasi" jika dividennya semakin bergantung pada penjualan BTC atau penerbitan sekuritas baru. "Ledakan" atau kegagalan bagi STRC lebih mungkin berupa keruntuhan bertahap dalam kepercayaan dan kemampuan pendanaan, dipicu oleh kombinasi: BTC turun dalam, diskon STRC yang dalam berlanjut, tekanan biaya dividen tunai, dan penjualan BTC menjadi rutin untuk membayar dividen. Kesimpulan: STRC bukan aset pendapatan tetap bebas risiko. Ini adalah taruhan pada apakah model perbendaharaan BTC Strategos dapat bertahan dalam pasar bearish. Membelinya adalah spekulasi pada pemulihan harga menuju $100 dan keberlanjutan narasi pendanaan Strategos, sambil menerima risiko dividen tertunda atau harga diskon yang berkepanjangan.

marsbit19m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

marsbit19m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

Penulis: Gu Yu, ChainCatcher Di dunia bisnis tradisional, aset merek adalah garis hidup perusahaan. Mengganti nama secara sering hampir setara dengan menghancurkan pertahanan bisnis secara sukarela. Namun, di dunia kripto, aturannya seringkali berkebalikan. Menurut statistik RootData, lebih dari 16% proyek kripto pernah mengganti nama, termasuk banyak proyek terkenal. Artikel ini membahas alasan umum di balik fenomena ini: 1. **Loyalitas merek kripto yang rendah:** Pengguna awal banyak proyek kripto seringkali adalah investor, pemburu airdrop, atau pedagang naratif, bukan konsumen setia. Loyalitas mereka lebih terikat pada potensi keuntungan daripada pengalaman produk. Nama lama yang dikaitkan dengan penurunan harga, narasi usang, atau kontroversi bisa menjadi beban, bukan aset. 2. **Strategi pemasaran dan penyesuaian:** Beberapa pergantian nama merupakan penyesuaian strategis yang sah saat cakupan bisnis berkembang melampaui nama awal (contoh: Matic Network menjadi Polygon). Namun, banyak juga yang bertujuan "menumpang" pada tren panas pasar (seperti AI, RWA) untuk mendapatkan perhatian dan modal segar. Pergantian nama juga bisa menjadi alat hubungan masyarakat untuk memutus hubungan dengan masa lalu setelah peretasan, kerugian, atau kegagalan yang merusak kepercayaan. 3. **Ruang abu-abu "ganti nama dan ganti token":** Yang perlu diwaspadai adalah ketika pergantian nama disertai migrasi token. Ini bisa menjadi kesempatan untuk "mereset" likuiditas dan grafik harga lama, menciptakan kesan segar. Dalam proses ini, seringkali terjadi perubahan pada tokenomics yang tidak menguntungkan pemegang token lama, seperti pengenceran melalui penambahan pasokan untuk insentif baru. **Kesimpulan:** Masalah sebenarnya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan pada motif di baliknya. Pergantian nama untuk memperluas visi strategis dengan produk nyata dapat positif. Namun, jika tujuannya adalah melarikan diri dari sejarah kegagalan, menggeser narasi usang, atau mereset grafik harga dan likuiditas untuk permainan lama yang sama, maka itu adalah tanda bahaya. Ketika sebuah proyek mengganti nama, pertanyaan kritisnya adalah: Apa kemampuan atau strategi baru yang nyata? Apakah tokenomics berubah? Sejarah lama apa yang paling ingin mereka lupakan?

marsbit25m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

marsbit25m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

**Artikel Inti (Ringkasan dalam Bahasa Indonesia):** Franklin Templeton mengajukan dua ETF baru yang dirancang untuk membawa Bitcoin ke investasi tradisional melalui mekanisme "konfigurasi default" dan rencana reinvestasi dividen (DRIP). Produk ini, yaitu Franklin US Equity Bitcoin Reinvestment Index ETF dan Franklin US Equity Innovation Sector Bitcoin Reinvestment Index ETF, akan berinvestasi di ETF Bitcoin spot, futures, dan opsi. Dengan alokasi awal 95% saham dan 5% Bitcoin, dividen dari bagian saham akan digunakan secara otomatis untuk membeli Bitcoin. Namun, terdapat batasan: porsi Bitcoin akan dijual kembali jika melebihi 5% (diturunkan ke 4,5%) selama rebalancing triwulanan, dengan batas keras maksimal 20% dari aset dana. Desain ini berarti dalam pasar bullish, dana justru menjadi penjual Bitcoin yang terprogram, berpotensi menciptakan tekanan jual. Artikel ini mengkritik dampak langsungnya yang kecil terhadap permintaan Bitcoin. Dengan yield dividen rendah (sekitar 1% atau 0,5%), daya beli tahunan untuk Bitcoin sangat minimal dibandingkan volume pasar harian. Target utama produk ini adalah penasihat keuangan, memungkinkan mereka mengalokasikan Bitcoin kepada klien secara tidak langsung dan "patuh regulasi", dengan menampilkannya sebagai produk ekuitas AS biasa. Kesimpulannya, meski mekanisme "default" yang memanfaatkan inersia investor berpotensi membuka akses besar seperti dana pensiun 401(k) di masa depan (terutama setelah perubahan regulasi AS baru-baru ini), dalam jangka pendek, aliran dana masuk dari produk ini diperkirakan sangat terbatas, dan desainnya justru bisa menjadi sumber tekanan jual pasif jika Bitcoin naik signifikan.

Foresight News27m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

Foresight News27m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

Mengapa proyek kripto sering mengganti nama? Di dunia bisnis tradisional, mengganti merek sama dengan menghancurkan asetnya. Namun, di ekosistem kripto, statistik menunjukkan lebih dari 16% proyek pernah mengubah namanya, termasuk nama-nama besar seperti Matic (Polygon), Elrond (MultiversX), dan lainnya. Ada beberapa alasan di balik tren ini. Pertama, loyalitas pengguna di kripto rendah karena pengguna terutama adalah investor atau pencari keuntungan jangka pendek. Nama lama yang dikaitkan dengan kinerja buruk atau kerugian bisa menjadi beban. Kedua, pergantian nama bisa menjadi strategi pemasaran untuk menyegarkan narasi, menyesuaikan dengan konsep pasar yang sedang tren (seperti AI, RWA), atau menjauhi citra negatif setelah insiden seperti peretasan. Ketiga, perubahan yang lebih berbahaya adalah ketika pergantian nama disertai dengan migrasi token. Hal ini dapat digunakan untuk me-reset grafik harga lama, memberikan peluang baru bagi proyek dan pembuat pasar, dan terkadang digunakan untuk menyembunyikan perubahan tokenomics seperti pengenceran melalui penambahan pasokan. Masalah utamanya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan jika itu dilakukan untuk melarikan diri dari sejarah: melupakan kegagalan narasi, harga yang terpuruk, atau kepercayaan yang hilang. Saat sebuah proyek mengumumkan perubahan nama, pertanyaan kritis adalah: apakah ada peningkatan kemampuan nyata di baliknya, apakah tokenomics berubah, dan sejarah apa yang coba mereka tinggalkan? Pergantian nama bisa menjadi awal baru yang sah, tetapi juga bisa sekadar permainan lama dengan kemasan baru.

链捕手33m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

链捕手33m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli FLOW

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Flow (FLOW) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Flow (FLOW) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Flow (FLOW) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Flow (FLOW) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Flow (FLOW)Lakukan trading Flow (FLOW) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

254 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli FLOW

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga FLOW (FLOW) disajikan di bawah ini.

活动图片