市场低迷,是否会掩盖 NFT 背后的价值所在?

FootprintDipublikasikan tanggal 2022-08-08Terakhir diperbarui pada 2022-08-08

Abstrak

NFT 市场跟随加密货币市场进入冷静期,仍有部分顶级项目的价格仍然相对稳定

在过去一年里,NFT 经历疯狂 NFT 的牛市之后,许多人一直在等待泡沫的破灭。目前,这些奇怪的图片没能再维持数十万美元的高价了。市场快速降温,NFT 的辉煌时代是时候结束了。

真的是这样吗?

当前加密货币的宏观形势严峻 —— 整个行业链条崩溃,大批资本在向外逃亡,行业头部 CEX 正在申请破产……但数据证明,NFT 相对于行业其他领域,是更加坚挺的。

数据显示:

• DeFi TVL 下跌 68%

• GameFi 的交易量下跌 62%

• NFT 的交易量下跌 41%

• NFT 的融资额也跌幅 57%

然而,纵观整个市场,数据只是其中一角。

本报告将对 2022 年 Q2 的 NFT 行业整体数据进行总结和分析,包括 NFT 市场的整体情况、NFT 投融资以及链上数据表现的细分分析。还将跟踪明星项目 BAYC、CryptoPunk 和 Goblintown 的关键数据。

Q2 NFT 市场整体概览

Q2 的 NFT 交易量处于下行区间,下跌 41%

年初,加密资产价格受到政策影响而下跌,投资资金正流向 NFT 市场,作为收藏品、游戏道具和艺术载体。这推动了 NFT 市场交易的空前活跃,创下 86 亿美元的交易量新高。

许多人认为这可能会增加 NFT 的热度,为 Q2 做更多铺垫。然而,在 5 月中旬,加密市场面临着相当大的挑战,NFT 市场随之进入冷静期。NFT 的交易额高开低走,从 Q1 的 190.2 亿美元跌至 Q2 的 112.6 亿美元,跌幅 41%。

Footprint Analytics - Volume of NFT Marketplaces

但在市值方面,GameFi Token 与 BTC 市值变化呈正相关,GameFi Token 的市值 Q1 到 Q2 下跌了 76%。而 NFT 市场的情绪反应比其他领域更 “迟钝”。NFT 市场往往不会快速响应,Q1 到 Q2,其市值跌幅仅为 39%。

Footprint Analytics - GameFi Token MC vs BTC MC

与 Q1 相比,Q2 NFT 融资额下降 57%

Q2 NFT 融资额占 Q2 市场总融资额的 8%,Q2 NFT 投资额为 11.68 亿美元。与 Q1 相比,下降 57%。就融资类别而言,Gaming 类项目的融资金额中处于前列,其次是 Marketplace 类。

从 Q1 到 Q2 最大的变化是 Metaverse 类 NFT。过去半年近乎疯狂的 Metaverse 投资热潮,似乎从 3 月份开始降温。可以从 The Sandbox 的项目数据表现看出,构建一个虚拟世界谈何容易。因此,目前许多的 Metaverse 相关项目仍停留在炒作概念的阶段。

Footprint Analytics - NFTs Investment Funding Category Distribution

从融资轮次来看,种子轮数量最多,其他轮次融资比例均在 10% 以下。但从各链的独立 NFT 融资项目来看,Solana 生态 NFT 市场 Magic Eden 表现尤为突出。6 月下旬,它完成了 1.3 亿美元的 B 轮融资,为 NFT 融资在熊市创造一个罕见的突破。

Footprint Analytics - NFTs - Funding Rounds in Q2

NFT 在 Ethereum、Polygon 和 Solana 上的数据表现

据 Footprint Analytics 显示,以太坊生态的 NFT 总交易量在众多公链占 80% 以上。而且以太坊是拥有最多的 NFT 项目,头部项目聚集效应明显,包括有 BAYC、Otherdeed 和 CryptoPunks 等项目。

链上 NFT 交易量对比

从 Ethereum、Polygon 和 Solana 上 NFT 交易量来看,Q2 比 Q1 的 NFT 交易量下降 60%。以太坊仍是 NFT 最繁荣且交易量最大的链上生态系统,但高额的 Gas 费和拥堵问题依旧是以太坊的短板。

于是,Solana 和 Polygon 在 NFT 行业上也不甘落后。尤其是在 OpenSea 引入 Solana 链上的项目后,Solana 的交易量 Q2 比 Q1 增长 12%。这将成为挑战以太坊 NFT 皇冠的最新竞争者。

Footprint Analytics - Monthly NFT Volume by Chain

交易平台的 NFT 交易量对比

进入第二季度后,尤其是在 6 月 NFT 交易的市场不再是 OpenSea 一家独大了。

X2Y2 已经开始动摇 OpenSea 的霸主地位。它和 LooksRare 一样,都是早期开始挑战 OpenSea 的新兴 NFT 交易平台,它们直奔 OpenSea 中心化、平台收益与用户无关、高手续费和未发行 token 等痛点,逐渐瓜分 OpenSea 在 NFT 的交易市场地位。

还有 Magic Eden 交易平台也逐渐显露,为 Solana NFT 打开了闸⻔,丰富 NFT 多链的交易市场。

Footprint Analytics - Monthly Market Ranked by Volume

NFT 交易市场的活跃用户

从交易平台的图表显示,OpenSea 的竞争对手 LooksRare 推出的激励机制,促使它获得了一些市场份额,但这一举措并没有为其带来可观的用户量。大部分 NFT 用户仍活跃在 OpenSea 上,Q2 期间日均活跃用户超过 50,000+。

Footprint Analytics - Daily Market Ranked by Volume(USD)

Footprint Analytics - Marketplace Daily Active User

NFT 买家与卖家相关数据情况

如果卖家比买家多,这表明人们正在抛售他们的资产。 如果买家多于卖家,那么想要进入 NFT 生态的新人也会比想要卖出资产的人多。

因此,数据显示,熊市受挫后,第二季度的 NFT 新用户比 Q1 的有所减少。

Footprint Analytics - Buyers & Sellers

本季值得关注的 NFT 项目

BAYC 的交易量和 Floor Price 多次反超 CryptoPunks

自从 BAYC 崛起以来,它和 CryptoPunks 之间的竞争就一直在酝酿之中。

多年来,Punks 因其悠久的历史和专注的社区而被称为卓越的 「蓝筹股」 NFT 资产。然而,由于 BAYC 开发团队 Yuga Labs 在 Q1 中收购 CryptoPunks 和 Meebits 的知识产权,以及启动 Otherside 虚拟地块 Otherdeed 销售活动。推动 BAYC 系列的 NFT 交易量和 Floor Price 再次出现大幅增长,屡次击败 CryptoPunks。

随着 Crypto 市场的崩盘,导致投资者对 NFT 的需求也出现了相应幅度衰退,极大地影响其整体交易量和售价下跌。从图表中可以看出,5 月中旬之后,Bored Ape Yacht Club 和 Cryptopunks 的交易量和 Floor Price 都在下滑。

Footprint Analytics - Bored Ape Yacht Club vs Cryptopunks Volume

Footprint Analytics - Bored Ape Yacht Club vs Cryptopunks Floor Price

异军突起的项目——Goblintown

市场的低迷并没有阻止新的 NFT 项目的出现。

Goblintown 是由一群相貌丑陋、造型荒诞的 Goblins 头像构成,成为第二季度异军突起的 NFT 项目。5 月 21 日开始初步铸造,9999 个尖耳妖精头像免费分发给 NFT 玩家,用户仅需支付链上 Gas 费,该项目迅速引起了市场的兴趣。在 6 月 1 日,日交易量高达 1,100 万美元,市值高达为 1.27 亿美元。

与 BAYC 相比,Goblintown 通过差异化和二次解读带来的叛逆感,也带着些许艺术性。但从市值和交易量来评估,NFT 之王无疑是还是 BAYC。

Screenshot source - goblintownwtf collection

结论

NFT 市场跟随加密货币市场进入冷静期,仍有部分顶级项目的价格仍然相对稳定,而且第二季度仍有新项目涌现。换句话说,当前的下行压力已经拖垮了整个产业链、几家风险投资公司以及几家 CEX,但并没有造成 NFT 市场的内爆。

这意味着,尽管 NFT 的价格依然呈下行趋势,但大众预料中的 NFT 泡沫出现几率甚微。即使泡沫出现,NFT 也会是所有加密领域泡沫中最小的那个。

Bacaan Terkait

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

Analisis oleh ZeroDrift pada 22 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dalam 40 hari terakhir, penyerang telah mencuri sekitar $16,9 juta dari lima kontrak pintar yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. Kontrak yang sudah ditinggalkan oleh pengembang ternyata tidak serta-merta aman atau mati. Kontrak-kontrak ini masih dapat menyimpan dana, izin akses (allowance), atau fungsi yang dapat dipanggil, sehingga tetap menjadi target serangan yang menarik. Lima proyek yang terdampak adalah: - DxSale V1 Locker: rugi ~$7,3 juta. - TrustedVolumes: rugi ~$5,87 juta. - Aztec Connect: rugi ~$2,28 juta (dalam dua serangan). - Raydium Legacy AMM: rugi ~$1,34 juta. - Huma Finance V1 Pool: rugi ~$101 ribu. Kasus DxSale merupakan contoh nyata. Kontrak locker lamanya dirancang untuk mengunci likuiditas dalam jangka panjang, namun seiring waktu, perhatian tim beralih ke produk baru dan jalur kontrol lama terlupakan, akhirnya dieksploitasi. Serangan-serangan ini terjadi di berbagai sistem dan blockchain, menunjukkan masalah mendasar yang sama: kontrak lama yang sudah tidak menjadi fokus pengembangan masih menyimpan nilai ekonomi dan asumsi keamanan yang kedaluwarsa di dalamnya. Risiko ini diperburuk oleh analisis otomatis. Alat-alat yang dapat memindai kode publik, riwayat transaksi, dan mensimulasikan serangan membuat penemuan target rentan semacam ini menjadi lebih murah dan sistematis bagi penyerang. Industri keamanan DeFi telah memiliki proses audit yang matang untuk peluncuran kontrak baru, namun masih sangat kurang dalam hal disiplin untuk proses pensiun, migrasi, atau penonaktifan kontrak secara menyeluruh. Sebuah kontrak hanya benar-benar aman setelah semua dana, izin, akses, dan asumsi kepercayaan di dalamnya dicabut sepenuhnya.

marsbit10m yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

marsbit10m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

**Ringkasan: Runtuhnya Kerangka Valuasi Aset Generasi Internet** Selama dua belas tahun terakhir, dari IPO Alibaba pada 2014 hingga 2026, aset-aset internet China seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan Pinduoduo mengalami reset valuasi masif. Kerangka valuasi lama ("diskon terhadap rekanan AS") telah runtuh, didorong oleh faktor geopolitik, regulasi, dan kekhawatiran struktur. Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Di AS, raksasa teknologi seperti Microsoft juga menghadapi tekanan valuasi meski kinerja fundamental kuat. Penyebabnya adalah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI yang menghancurkan arus kas bebas dan ketidakpastian apakah model bisnis baru dapat mempertahankan profitabilitas tinggi model lama. Baik raksasa internet China maupun AS kini dijuluki "saham tua" (*laodeng gu*), berjuang membuktikan relevansinya di era AI yang mengancam fondasi model bisnis berbasis perhatian (*attention economy*). Sejarah pasar modal Jepang pasca-gelembung 1989 memberikan contoh paralel: kerangka valuasi lama runtuh dan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun serta narasi baru dari investor seperti Warren Buffett untuk pulih. Posisi internet China saat ini mirip dengan Jepang di pertengahan 1990-an: kerangka lama mati, kerangka baru belum lahir. AI menawarkan bahasa valuasi baru, tetapi penuh kontradiksi: mengejarnya membutuhkan investasi besar dan mengikis bisnis inti yang menguntungkan, sementara mengabaikannya berarti ditinggalkan zaman. Alternatif lain adalah membangun dasar valuasi melalui pengembalian pemegang saham (buyback, dividen). Intinya, pasar menunggu suatu peristiwa atau narator baru yang dapat mendefinisikan ulang alasan membeli aset-aset ini. Proses revaluasi yang panjang ini mungkin baru berada di tahap tengah.

marsbit13m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

marsbit13m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

Penulis: Nancy, PANews Proyek TCG Collector Crypt baru-baru ini menduduki peringkat 10 besar dalam daftar pendapatan protokol global dan pernah menjadi protokol dengan pendapatan tertinggi di Solana. Sebagai perwakilan dari sektor TCG yang ditokenisasi, platform ini menggabungkan kegembiraan koleksi dan "gacha" (buka paket) ke dalam blockchain. Pasar TCG on-chain mengalami pertumbuhan pesat, dengan volume transaksi Juni 2026 mencapai $490 juta, meningkat 7.6x dibandingkan tahun sebelumnya. Solana mendominasi 80.8% pangsa pasar ini, terutama didorong oleh Collector Crypt. Collector Crypt mendominasi pasar dengan volume transaksi kumulatif $1.4 miliar dan pendapatan protokol $68 juta. Pada Juni, platform ini menghasilkan pendapatan sekitar $13.4 juta. Namun, struktur pendapatannya sangat bergantung pada "paus" (whale). Data menunjukkan 0.6% pengguna (yang membelanjakan >$1 juta) menyumbang 51.8% pendapatan, dan secara keseluruhan, 14.6% pengguna teratas berkontribusi terhadap 97.1% pendapatan platform. Jumlah pengguna aktif hariannya kurang dari 1000 orang. Kesuksesan Collector Crypt didorong oleh mekanisme "gacha" on-chain, yang menyumbang hampir semua volume transaksinya, serta daya tarik IP Pokémon yang kuat. Token CARDS juga memainkan peran penting melalui mekanisme buyback ganda, meskipun perlu diperhatikan adanya potensi tekanan jual dari pembukaan kunci (unlock) token yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, Collector Crypt telah membuktikan kelayakan model bisnis TCG on-chain, meskipun sektor ini masih dalam tahap awal dengan ketergantungan tinggi pada segelintir pengguna besar dan ruang untuk pertumbuhan yang lebih luas.

marsbit37m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

marsbit37m yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

Profesor Dawn Song (Song Xiaodong) dari UC Berkeley, yang dijuluki sebagai "tokoh keamanan komputer nomor satu", bergabung dengan laboratorium Superintelligence Meta sebagai Wakil Presiden Penelitian AI. Dia akan melapor langsung kepada kepala lab, Nat Friedman. Song adalah peneliti berpengaruh di bidang keamanan komputer dan keamanan AI, penerima MacArthur Fellowship, serta anggota ACM, IEEE, dan AAAS. Karyanya yang terkenal termasuk "Dynamic Taint Analysis" (2005). Laboratoriumnya di UC Berkeley dianggap sebagai pusat pelatihan terkemuka di bidang keamanan komputer. Penelitian Song mencakup keamanan perangkat lunak, pembelajaran mesin adversarial, dan keamanan agen AI. Dia juga pendiri Oasis Labs dan Virtue AI, perusahaan yang fokus pada infrastruktur keamanan AI untuk perusahaan, terutama pengujian penetrasi (red-teaming) otomatis dan pengaman runtime untuk agen AI. Bersama Song, pendiri Virtue AI lainnya, Bo Li dan Sanmi Koyejo, serta beberapa anggota tim, juga bergabung dengan Meta. Langkah ini dilihat sebagai upaya Meta untuk memperkuat langkah-langkah keamanan dalam pengembangan agen AI, terutama setelah masalah keamanan model AI seperti Anthropic's mythos menarik perhatian industri. Meta ingin menerapkan AI ke dalam produk-produk sosialnya yang digunakan miliaran orang dan terus mengedepankan strategi sumber terbuka, sehingga membutuhkan kemampuan keamanan yang tangguh. Artikel ini juga menyebutkan bahwa Denny Zhou, pendiri Gemini Reasoning Team di Google, dilaporkan telah bergabung dengan Meta TBDLab beberapa bulan sebelumnya. Zhou adalah tokoh kunci di bidang penalaran AI, berkontribusi pada metode seperti Chain-of-Thought dan Self-Consistency, yang membantu mengembangkan kemampuan penalaran model bahasa besar.

marsbit1j yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片