As Inflation Cools, Bitcoin Investors Face a Reality Check: Pompliano

TheNewsCryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-14Terakhir diperbarui pada 2026-02-14

Abstrak

With U.S. inflation cooling—CPI dropped to 2.4% in January from 2.7% in December—Bitcoin investors are facing a reality check, according to Anthony Pompliano. Many had viewed Bitcoin as a hedge against fiat currency depreciation, but softening inflation raises questions about its role. Pompliano argues that without significant inflation concerns, investors must reassess their reasons for holding Bitcoin, though he emphasizes its long-term scarcity narrative due to its fixed supply of 21 million coins. Short-term deflation may mask longer-term dollar weakness, a phenomenon Pompliano refers to as a “monetary slingshot” effect. Despite recent price pullbacks and a prevailing sense of “Extreme Fear” in the market, some observers caution that macro risks like fiat devaluation persist. Bitcoin’s value remains influenced by monetary policy, interest rates, and money supply dynamics. As macroeconomic conditions evolve, investors are reevaluating Bitcoin’s dual function as both a hedge and a store of value in an uncertain financial landscape.

Bitcoin investors are under pressure due to the recent U.S. inflation numbers showing easing. This has created valuation uncertainty for investors in digital assets. The Consumer Price Index dropped to 2.4% in January compared to 2.7% in December, according to official numbers. According to Anthony Pompliano, investors need to re-evaluate their reasons for holding Bitcoin if there is no clear concern about inflation. Pompliano pointed out that the limited supply of 21 million Bitcoins is what drives the monetary scarcity story for Bitcoin.

Historically, many Bitcoin investors have considered the asset as a hedge against the depreciation of fiat currencies. The U.S. dollar index recently indicated a weakening trend against major global currencies. Pompliano explained that the short-term deflation could hide potential risks of a weakening U.S. dollar in the long run. He explained that this is a “monetary slingshot” effect on the value of Bitcoin. Bitcoin investors noticed that the sentiment of Bitcoin had reached a multi-year low due to macroeconomic uncertainties.

Some observers think that lower inflation rates could reduce the need for Bitcoin hedges. Others point out that fiat currency devaluation is still a macro risk factor. The Bitcoin price recently fell below recent highs in response to market retracements. Crypto Fear & Greed Index indicated “Extreme Fear” among traders. Macro variables like interest rate and money supply changes influence asset allocation. Pompliano explained that printing more money might decrease the value of the dollar further. He stated that Bitcoin’s digital rarity is different from traditional fiat currencies. Investors look for risk assets when the value of fiat money decreases. The future of Bitcoin is still tied to macroeconomic policies.

Macro Dynamics and Investor Outlook

It is observed that changes in the U.S. monetary policy can influence the store-of-value concept of Bitcoin. Reducing inflation can lead to changes in the interest rates set by central banks. This can have an indirect effect on the value of Bitcoin as a non-fiat currency. The scarcity of Bitcoin is still a part of its fixed supply model. Adoption of digital assets is taking place due to a reinterpretation of the economy.

Bitcoin investors are in a process of valuation as inflation slows down and macroeconomic trends change. The remarks by Pompliano illustrate the conflict between short-term market volatility and long-term currency debasement issues. Investors will probably assess the function of Bitcoin as a hedge and store-of-value asset in a changing monetary environment

Highlighted Crypto News:

‌French Police Arrest Trio After Attempted Kidnapping of Binance Leader

TagsBitcoininflationPompliano

Pertanyaan Terkait

QAccording to Anthony Pompliano, why do Bitcoin investors need to re-evaluate their holdings when inflation cools?

ABecause if there is no clear concern about inflation, investors need to reassess their fundamental reasons for holding Bitcoin, as its scarcity narrative may be less compelling in that environment.

QWhat is the primary reason that historically made Bitcoin attractive as a hedge, according to the article?

AMany Bitcoin investors have historically considered it a hedge against the depreciation of fiat currencies.

QWhat did Pompliano call the potential effect of short-term deflation on Bitcoin's long-term value?

AHe called it a 'monetary slingshot' effect, where short-term deflation could hide the potential long-term risks of a weakening U.S. dollar, ultimately benefiting Bitcoin's value.

QHow did the Crypto Fear & Greed Index characterize trader sentiment recently?

AThe Crypto Fear & Greed Index indicated 'Extreme Fear' among traders.

QWhat is the core feature of Bitcoin's monetary model that differentiates it from traditional fiat currencies?

AIts core differentiating feature is its digital rarity and fixed supply model, with a maximum cap of 21 million coins, unlike traditional fiat which can be printed without such a constraint.

Bacaan Terkait

Sinyal Pasar Bawah Sejarah Terulang? Messari yang Bernilai 3 Miliar Terjual Murah 10 Juta

Penanda Sinyal Sejarah Terulang? Messari yang Pernah Bernilai $300 Juta Terjual Murah $10 Juta Messari, yang pernah menjadi platform data kripto terdekat dengan Bloomberg dan bernilai $300 juta pada 2022, baru-baru ini dijual kepada pesaingnya Blockworks dengan harga hanya sekitar $10 juta. Penurunan dramatis ini bukan hanya kisah satu perusahaan. AI menjadi ancaman struktural bagi bisnis inti Messari, yaitu laporan penelitian dan data. Di saat yang sama, industri secara keseluruhan mengalami kontraksi mendalam: platform data seperti DappRadar dan Parsec tutup, media seperti CoinDesk dijual murah, dan perusahaan seperti Dune melakukan PHK besar-besaran. Venture Capital (VC) juga mundur. Investasi VC kripto anjlok lebih dari 80% dalam 6 bulan, dana dan perhatian dialihkan ke AI. Banyak firma VC kripto legendaris berhenti beroperasi atau memperluas fokus ke luar kripto, dengan salah satu mitra Dragonfly Capital menyebut situasi saat ini sebagai "kepunahan massal". Namun, kondisi suram ini mungkin justru merupakan sinyal bottom historis. Indeks Fear & Greed Kripto telah lama berada di zona "ketakutan ekstrem", mirip dengan momen sebelum siklus bull sebelumnya. Pemegang jangka panjang Bitcoin mengontrol hampir 80% pasokan yang beredar, pola yang biasanya terlihat di area bawah pasar. Aktivitas VC yang rendah juga mirip dengan periode sebelum ledakan DeFi pada 2020. Beberapa pelaku pasar justru melihat peluang dalam keputusasaan ini. Dragonfly Capital baru saja mengumpulkan dana baru senilai $650 juta, sementara Blockworks, yang membeli Messari, dengan sengaja mengkonsolidasi industri data kripto. Sejarah menunjukkan bahwa titik balik besar sering kali dimulai ketika semuanya terlihat paling suram.

marsbit52m yang lalu

Sinyal Pasar Bawah Sejarah Terulang? Messari yang Bernilai 3 Miliar Terjual Murah 10 Juta

marsbit52m yang lalu

Volume Pengiriman TPU Google Dinaikkan 50%

Kebutuhan AI akan daya komputasi terus meningkat, dan pasar sedang mengalami koreksi ekspektasi penting. Beberapa lembaga luar negeri secara diam-diam telah merevisi perkiraan pengiriman Google TPU ke atas. Dari perkiraan awal 10 juta unit untuk tahun 2027, penelitian industri terbaru menunjukkan angka ini dapat dinaikkan menjadi 15 juta unit, peningkatan 50%. Peningkatan signifikan dalam volume TPU ini akan langsung mengalir ke seluruh rantai pasokan. Skema interkoneksi optik penuh yang standar pada kluster TPU Google berarti kebutuhan perangkat keras pendukungnya kaku dan hampir tetap, termasuk NPO Optical Engine (yang dipasangkan 1:1 dengan TPU), modul optik 1.6T, OCS Optical Switch, catu daya server, serta kabel serat optik dan konektor MPO. Setiap kenaikan ekspektasi pengiriman TPU akan mendorong ekspektasi kinerja seluruh rantai ini. Di antara segmen-segmen ini, pendinginan cair (*liquid cooling*) muncul sebagai arah inti dengan perubahan terbesar. Dengan peningkatan daya chip TPU generasi baru, solusi pendingin tradisional sudah tidak memadai. Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun peluncuran besar-besaran pendinginan cair untuk Google. Selain akselerasi kinerja, pola persaingan global sedang berubah. Produsen luar negeri menghadapi kendala kapasitas dan teknologi, membuka peluang bagi produsen domestik China untuk masuk ke rantai pasokan inti Google dengan keunggulan iterasi cepat dan kapasitas memadai. Pasar pendinginan cair khusus Google diproyeksikan melonjak dari level ratusan miliar menjadi 300 miliar dalam dua tahun, didorong oleh peningkatan volume dan nilai per unit. Logika di pasar serat optik juga diperbarui. Kebutuhan akan interkoneksi padat di pusat data AI telah mengubahnya dari komoditas siklus menjadi sumber daya strategis. Siklus ekspansi yang panjang untuk preform serat optik (18-24 bulan) menciptakan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan global. Vendor cloud besar seperti Google mengamankan pasokan jangka panjang. Produsen serat optik China, dengan keunggulan kapasitas dan biaya, diperkirakan akan mendominasi hampir setengah dari permintaan global untuk serat AIDC pada 2026. Selain itu, peningkatan pasokan TPU juga mendorong pemulihan di segmen pendukung lain seperti modul optik 1.6T dan catu daya server bertegangan tinggi, di mana produsen China juga mendapat peluang substitusi. Intinya, fokus investasi beralih dari spekulasi chip ke pertumbuhan pasti infrastruktur pendukung komputasi. Revisi besar pasokan TPU Google ini mengunci visibilitas kinerja untuk dua tahun ke depan di seluruh rantai industri.

marsbit1j yang lalu

Volume Pengiriman TPU Google Dinaikkan 50%

marsbit1j yang lalu

Setelah Cerita Dunia Kripto Meredup, Apa yang Sebenarnya Diinginkan Wall Street?

Penulis: Blockchain in Plain Language Pada musim gugur 2008, saat Lehman Brothers runtuh, Satoshi Nakamoto meluncurkan Bitcoin dengan pesan sindiran terhadap sistem keuangan tradisional. Setelah 17 tahun, situasinya berbalik. Alih-alih mengadopsi narasi spekulatif "decentralized", Wall Street kini membangun infrastruktur keuangan tradisional yang dikendalikan dan sesuai regulasi di atas teknologi blockchain. Inti transformasi ini adalah tokenisasi aset dunia nyata. Dana BUIDL milik BlackRock, yang di-backing oleh surat utang pemerintah AS jangka pendek, telah menjadi aset dasar yang stabil di blockchain. Securitize, mitra BlackRock, akan melantai di bursa dengan valuasi $1,25 miliar dan bekerja sama dengan NYSE untuk membangun sistem penyelesaian perdagangan saham 24/7 berbasis blockchain. Wall Street juga mengemas volatilitas Bitcoin menjadi produk berpenghasilan tetap. ETF Bitcoin Premium Income (BITA) milik BlackRock akan menghasilkan pendapatan dengan menjual opsi call, mengubah Bitcoin menjadi aset yang membayar dividen bulanan. Dalam pembayaran, stablecoin kini difokuskan sebagai alat transaksi yang efisien. Stripe dan Mastercard mengintegrasikan stablecoin untuk penyelesaian pembayaran lintas batas yang instan, sementara regulasi GENIUS Act 2025 memastikan stablecoin tetap sebagai alat bayar yang tidak membayar bunga dan diawasi ketat. Kesimpulannya, Wall Street tidak lagi mengejar cerita spekulatif cryptocurrency. Mereka membangun pipa keuangan baru di blockchain yang menghasilkan pendapatan, terkendali, dan compliant—mengadopsi teknologi untuk memperkuat, bukan mengganti, sistem keuangan tradisional.

marsbit1j yang lalu

Setelah Cerita Dunia Kripto Meredup, Apa yang Sebenarnya Diinginkan Wall Street?

marsbit1j yang lalu

Terikat pada SpaceX, Jalan Cursor Menuju Kebangkitan dengan Nilai US$600 Miliar

**Ringkasan Bahasa Indonesia: Kisah Cursor, Startup AI Pemrograman yang Meroket dan Masa Depannya di Bawah Elon Musk** Pada 2019, Michael Truell, mahasiswa MIT berusia 18 tahun, menunjukkan bakat pemrograman luar biasa. Beberapa tahun kemudian, ia dan beberapa temannya mendirikan Anysphere dan meluncurkan Cursor, sebuah editor kode berbasis AI. Pada akhir 2025, Cursor digunakan jutaan pengembang dengan pendapatan melampaui $10 miliar, tumbuh 10 kali lipat dalam kurang dari setahun. Pertumbuhan pesat Cursor diiringi kontroversi, seperti proses rekrutmen yang ketat dengan "percobaan kerja" tidak berbayar selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Tantangan struktural utama adalah ketergantungannya pada model AI dari Anthropic (Claude). Ketika Anthropic meluncurkan alat pemrograman saingannya, Claude Code, Cursor merasa terancam dan memulai proyek darurat untuk mengembangkan model AI sendiri bernama Composer. Untuk mengatasi kebutuhan komputasi mahal dalam pengembangan model, Cursor menjalin kerja sama strategis dengan SpaceX milik Elon Musk. Cursor mendapatkan akses ke sumber daya komputasi masif SpaceX, sementara Grok (AI milik Musk/xAI) mendapatkan data pelatihan dari Cursor untuk meningkatkan kemampuan pemrogramannya. Kerja sama ini juga mencakup perjanjian akuisisi potensial senilai $600 miliar oleh SpaceX di kemudian hari. Inti cerita ini adalah pertanyaan tentang masa depan Cursor: akankah menjadi perusahaan perangkat lunak generasi berikutnya yang mandiri, atau hanya menjadi bagian dalam persaingan raksasa AI? Saat ini, dengan 700 karyawan dan melayani 60% perusahaan Fortune 500, Cursor terus tumbuh sambil menavigasi hubungan kompleks dengan mitra model AI dan komitmen besar dengan Elon Musk.

marsbit1j yang lalu

Terikat pada SpaceX, Jalan Cursor Menuju Kebangkitan dengan Nilai US$600 Miliar

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli CHECK

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Checkmate (CHECK) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Checkmate (CHECK) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Checkmate (CHECK) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Checkmate (CHECK) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Checkmate (CHECK)Lakukan trading Checkmate (CHECK) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

624 Total TayanganDipublikasikan pada 2026.01.19Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli CHECK

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga CHECK (CHECK) disajikan di bawah ini.

活动图片