What NEXO’s 83% credit drop signals about risk appetite in crypto

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-06Terakhir diperbarui pada 2026-02-06

Abstrak

NEXO's retail credit withdrawals opened strongly in early 2025 but declined sharply throughout the year, signaling forced deleveraging and reduced risk appetite as market conditions shifted. A brief rebound mid-year was followed by a steep drop, with withdrawals near historic lows by late 2025, indicating widespread risk aversion. Similarly, Ethereum borrowing on Aave saw a cycle of rapid growth followed by a significant contraction, reflecting a broader reset in crypto leverage. Meanwhile, NEXO’s price broke key support levels, entering a pronounced downtrend with oversold conditions and persistent selling pressure, underscoring a market-wide shift to risk-off sentiment.

Retail credit withdrawals on NEXO [NEXO] opened in January 2025 at an elevated $136.63 million. This reflected aggressive leverage deployment during strong market conditions.

As volatility rose, withdrawals fell to $85.3 million in February and $54.4 million in March, signaling forced balance-sheet tightening rather than organic demand cooling.

This early deleveraging implied that retail participants began reducing risk as liquidity conditions shifted.

Activity was then rebuilt. April climbed to $75.2 million, followed by $79.8 million in May and a local peak at $95.8 million in June, while MoM turned positive.

This rebound suggested traders re-engaged leverage into recovering price momentum, using credit to re-enter risk assets.

However, the second half showed structural fatigue.

Withdrawals fell to $67 million in July, hovered at $70 million in August, then slid to $48.5 million in September as market upside stalled.

The decline later accelerated to $22.04 million by November, reflecting risk aversion, thinner liquidity, and reduced speculative appetite. This sustained deleveraging implied balance sheet resets while excess leverage cleared, and marginal buyers retreated.

Withdrawals stabilize in December 2025 and January 2026 at $23.957 million and $23.965 million, respectively, holding close to their lowest levels.

That flattening suggests credit demand may be bottoming, often a precursor to gradual market reaccumulation once confidence rebuilds.

Credit growth meets liquidity stress

Ethereum[ETH] borrowing on Aave [AAVE] began in 2024, subdued near 150,000 to 200,000 ETH, with rates around 2.5–3% amid stabilizing markets.

Demand built steadily, reaching 400,000 ETH by October 2024 as traders increased leveraged positioning.

Momentum accelerated into early 2025; utilization approached 800,000 ETH while rates spiked near 3.5%.


This signaled crowded leverage and rising collateral demand during strengthening ETH price trends.

Borrowing peaked in mid-2025 near 1.2 million Ethereum [ETH], marking maximum speculative exposure. Thereafter, borrowing fell toward 600,000 ETH as deleveraging pressures emerged.

By early 2026, utilization neared 300,000 ETH, and rates eased toward 1.5–2%, reflecting cooling risk appetite and leverage reset.

Key support failure extends NEXO’s downtrend

NEXO extended its downtrend as the price slipped below the $0.901 and $0.947 resistance bands, reinforcing the bearish structure.

Selling pressure accelerated, driving the price into the $0.80 demand zone, where support briefly emerged.

However, momentum weakened further as candles pierced the zone, pushing the price toward $0.73.

Moving averages trended downward and compressed above price, signaling sustained downside control.

RSI hovered near 26, reflecting oversold conditions and weak reversal strength.

This alignment showed persistent distribution rather than capitulation.

As the breakdown structure held, market sentiment tilted risk-off, with bulls requiring a reclaim above $0.90 to stabilize the near-term price structure.


Final Thoughts

  • Leverage expanded sharply across credit markets before compressing, signaling a broad liquidity reset as risk appetite weakened.
  • Credit flows stabilized, yet NEXO price continued falling, showing market sentiment remained risk-off despite leverage cooling.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Kota Baltimore Menuntut Pasar Prediksi untuk Taruhan Olahraga

Kota Baltimore dan walikotanya, Brendan Scott, mengajukan gugatan terhadap Kalshi dan Polymarket atas tuduhan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut melanggar undang-undang perjudian setempat. Dalam pemberitahuan pada hari Kamis, kantor walikota Baltimore menyatakan bahwa kedua platform pasar prediksi ini menjalankan "platform taruhan olahraga ilegal tanpa lisensi" dan menyesatkan pengguna tentang "legalitas dan status regulasi produk mereka." Gugatan berfokus pada klaim yang memperdebatkan karakterisasi kontrak acara oleh Kalshi dan Polymarket, dengan argumen bahwa transaksi tersebut merupakan taruhan yang melanggar hukum negara bagian. Walikota Scott menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan ini menjalankan operasi seperti sportsbook tanpa lisensi. Gugatan terhadap Kalshi juga menyebutkan Robinhood, Webull, dan Coinbase sebagai mitra platform. Semua perusahaan dituduh melakukan praktik menipu dengan memasarkan kontrak olahraga sebagai produk yang dapat "dibeli dan diperdagangkan secara sah di Maryland." Tindakan hukum ini merupakan konflik terbaru antara otoritas negara bagian dan federal AS, dan banyak ahli memperkirakan kasus ini akan berakhir dengan naik banding ke Mahkamah Agung. Sementara Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) berpendapat kontrak acara di pasar prediksi termasuk dalam "swap" di bawah yurisdiksinya, gugatan Baltimore dan otoritas negara bagian lain menentang klaim tersebut. Polymarket menanggapi dengan menyatakan bahwa tindakan kota ini bertentangan dengan kerangka kerja regulasi CFTC dan bahwa pasar prediksi di bursa yang terdaftar CFTC diatur oleh hukum federal, bukan aturan negara bagian dan lokal yang terfragmentasi.

cointelegraph2j yang lalu

Kota Baltimore Menuntut Pasar Prediksi untuk Taruhan Olahraga

cointelegraph2j yang lalu

Michael Saylor, Penjual Bitcoin, Kembali Lontarkan Pernyataan Kontroversial Tentang BTC!

Michael Saylor, pemimpin komite strategi, memperkenalkan konsep baru untuk mengklasifikasikan Bitcoin dan aset digital berdasarkan fungsi keuangan yang berbeda. Menurut Saylor, Bitcoin tidak boleh dilihat sekadar sebagai alat pembayaran, melainkan sebagai lapisan dasar "modal digital" yang menjadi fondasi bagi pinjaman, uang, dan produk keuangan lainnya. Dengan menilai aset digital dalam "spektrum moneter," Saylor mendefinisikan Bitcoin sebagai "modal digital," STRC sebagai "kredit digital," SR-strcUSX sebagai "uang digital," dan USDT sebagai "mata uang digital." Ia menyatakan bahwa semakin ke kanan dalam spektrum ini, volatilitas dan potensi imbal hasil menurun, sementara stabilitas harga dan kemudahan transaksi meningkat. Saylor menggambarkan Bitcoin sebagai penyimpan nilai ideal dengan volatilitas tinggi dan potensi imbal hasil besar. Di sisi lain, mata uang digital seperti USDT menawarkan stabilitas harga dan kemudahan untuk transaksi sehari-hari. Kategori "kredit digital" dan "uang digital" berperan sebagai jembatan antara kedua ekstrem tersebut. Ia juga menekankan bahwa Bitcoin adalah aset langsung yang dimiliki pemiliknya, sementara kredit, uang, dan mata uang digital dikelola oleh perusahaan keuangan. Lapisan kepemilikan dalam struktur ini adalah "modal digital," dan secara keseluruhan komponen-komponen ini membentuk "tumpukan keuangan digital." Dengan analogi minyak mentah yang dapat diolah menjadi berbagai produk, Saylor berpendapat bahwa Bitcoin sebagai modal digital dapat diinovasi menjadi kredit, uang, dan mata uang. Dengan demikian, di masa depan Bitcoin berpotensi tidak hanya menjadi penyimpan nilai, tetapi juga jaminan dasar dan lapisan modal dalam ekosistem keuangan digital yang lebih luas.

cryptonews.ru2j yang lalu

Michael Saylor, Penjual Bitcoin, Kembali Lontarkan Pernyataan Kontroversial Tentang BTC!

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli NEXO

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Nexo (NEXO) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Nexo (NEXO) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Nexo (NEXO) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Nexo (NEXO) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Nexo (NEXO)Lakukan trading Nexo (NEXO) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

357 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli NEXO

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga NEXO (NEXO) disajikan di bawah ini.

活动图片