Hong Kong proceeds with licensing regimes for virtual asset dealers and custodians

cointelegraphDipublikasikan tanggal 2025-12-24Terakhir diperbarui pada 2025-12-24

Abstrak

Hong Kong regulators are moving forward with new licensing requirements for cryptocurrency dealers and custodians following the conclusion of consultations. The Financial Services and the Treasury Bureau (FSTB) and the Securities and Futures Commission (SFC) announced the decision, which is part of a broader effort to strengthen oversight of the digital asset sector. This builds on the city’s existing regulatory framework, which already mandates licensing for crypto trading platforms and recently enacted a stablecoin licensing regime. Hong Kong aims to position itself as a trusted crypto hub with comprehensive regulations covering stablecoins, tokenization, and now dealer and custody services. Separately, the SFC also launched a consultation for licensing crypto advisory and management service providers, linking the proposals to anti-money laundering and counter-terrorist financing rules.

Hong Kong regulators will proceed with legislating licensing regimes for crypto dealers and custodians after wrapping up consultations, as part of a broader push to tighten oversight.

In a Wednesday announcement, the city’s Financial Services and the Treasury Bureau (FSTB) and the Securities and Futures Commission (SFC) said that they had concluded consultations on proposed licensing regimes, which would require firms providing crypto dealings or custody services in Hong Kong to obtain licenses once the framework takes effect.

The move adds to the city’s expanding crypto licensing framework. Earlier in 2025, Hong Kong brought its Stablecoin Ordinance into force, opening a new licensing regime for stablecoin issuers.

Hong Kong already requires crypto trading platforms to be licensed. The current mandatory regime builds on earlier opt-in framework introduced in 2020, with 11 companies having received approval from the SFC to date.

Hong Kong has rejected more applicants for its crypto exchange license than it approved. Source: SFC

Related: Crypto may enter insurers’ portfolios as Hong Kong reviews capital rules

Hong Kong’s broader crypto initiatives

Hong Kong has long expressed its ambitions to develop into a crypto hub. The city already functions as a financial hub with its business-friendly tax regimes and its reputation as a finance gateway between mainland China and global capital markets.

Beyond crypto licensing rules, Hong Kong has also tested tokenization initiatives. In Thursday’s announcement, regulators added that the pending introduction of licensing regimes for crypto dealers and custodians is part of the city’s effort to establish a comprehensive regulatory framework for digital assets alongside stablecoins and tokenization.

​Julia Leung, CEO of the SFC, said that the further development of Hong Kong’s crypto regulatory framework would help the city maintain its position in global digital asset market developments by “fostering a trusted, competitive and sustainable ecosystem.”

Related: Hong Kong launches CARF crypto tax consultation to combat evasion

New advisory and management consultation

The SFC also published a consultation paper on the same day, seeking public feedback on proposals to introduce licensing regimes for crypto advisory service providers and management service providers.

The consultation links the proposed regimes to Hong Kong’s existing Anti‐Mone‐Laundering (AML) framework and Counter‐Terrorist Financing Ordinance, and sets out how advisory and management activities involving digital assets will be brought within the regulatory framework.

It also invites comments on matters such as licensing scope, regulatory powers, sanctions and appeal arrangements, which will be taken into account in finalizing the proposals.

Pertanyaan Terkait

QWhat are the key licensing regimes that Hong Kong is proceeding with for virtual assets?

AHong Kong is proceeding with licensing regimes for virtual asset dealers and custodians, as well as for advisory service providers and management service providers.

QWhich regulatory bodies announced the conclusion of consultations on the proposed licensing frameworks?

AThe Financial Services and the Treasury Bureau (FSTB) and the Securities and Futures Commission (SFC) announced the conclusion of consultations on the proposed licensing regimes.

QWhat earlier crypto-related licensing regime did Hong Kong bring into force in 2025?

AIn early 2025, Hong Kong brought its Stablecoin Ordinance into force, which opened a new licensing regime for stablecoin issuers.

QAccording to the SFC CEO, what is the goal of further developing Hong Kong's crypto regulatory framework?

AAccording to SFC CEO Julia Leung, the goal is to help Hong Kong maintain its position in global digital asset market developments by 'fostering a trusted, competitive and sustainable ecosystem'.

QWhat existing frameworks are the proposed licensing regimes for advisory and management services linked to?

AThe proposed regimes are linked to Hong Kong's existing Anti-Money Laundering (AML) framework and Counter-Terrorist Financing Ordinance.

Bacaan Terkait

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

**Penampilan Perdana Kevin Warsh: Ketua Fed Paling Paham Crypto, Akan Bawa Kejutan atau Kekhawatiran?** Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, bersiap untuk konferensi pers kebijakan moneter pertamanya di tengah situasi sulit: inflasi yang bangkit kembali, tekanan pasar untuk menaikkan suku bunga, dan desakan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga. Yang unik, Warsh adalah ketua Fed pertama yang secara terbuka memiliki portofolio investasi tidak langsung yang signifikan di aset kripto dan perusahaan Web3, mencakup berbagai sektor seperti blockchain, DeFi, dan infrastruktur pembayaran. Pemahaman pribadinya tentang teknologi ini berbeda dengan pendahulunya. Analisis kebijakannya berfokus pada dua hal: **sikap hawkish melawan inflasi** yang mungkin berarti lingkungan suku bunga ketat, dan **sikap ramah terhadap aset digital** yang bisa membawa perubahan regulasi dari "pencegahan" menjadi "integrasi dan inovasi". Dampak pada pasar kripto dapat dilihat dari: **pergeseran ekspektasi regulasi** yang lebih mendukung, **penetapan ulang premi risiko** bergantung pada komunikasi kebijakan yang jelas dari Warsh, serta **aliran modal global** yang mungkin mengalir lebih deras ke aset kripto karena legitimasi yang meningkat. Dua skenario utama untuk penampilan perdananya: 1. **Kejutan:** Gabungan sikap kebijakan moneter yang relatif lunak (dovish) dan sinyal ramah kripto dapat memulihkan sentimen pasar. 2. **Kekhawatiran:** Sinyal hawkish yang lebih keras dari perkiraan, seperti isyarat kenaikan suku bunga, dapat memicu tekanan jual di aset berisiko, termasuk kripto. Meski secara etika Warsh telah menjual semua kepemilikannya terkait kripto, pemahaman mendalamnya tentang blockchain diharapkan dapat membentuk kerangka regulasi yang lebih koheren dan mendukung, menjadi infrastruktur penting bagi arus utama aset kripto dalam jangka panjang.

marsbit1j yang lalu

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

marsbit1j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

Jika Kecerdasan Buatan Umum (AGI) tercapai, apakah itu titik akhir? Tim Google DeepMind dalam laporan terbarunya berpendapat bahwa AGI **bukanlah akhir perjalanan**. AI diprediksi akan terus berkembang melampaui kemampuan tim ahli manusia terbaik, menuju Superintelligence (ASI). Laporan ini membedakan tiga konsep: AGI (kecerdasan setara manusia rata-rata), ASI (melampaui manusia di hampir semua bidang), dan UAI (batas teoretis maksimal). Transisi dari AGI ke ASI dapat melalui empat jalur potensial: 1. **Ekspansi Lanjutan**: Meningkatkan skala komputasi, model, dan data. 2. **Inovasi Algoritma**: Penyempurnaan paradigma yang ada atau pergeseran paradigma baru. 3. **Peningkatan Diri Secara Rekursif**: AI yang lebih kuat membantu mengembangkan generasi AI berikutnya yang lebih kuat. 4. **Koordinasi Multi-Agen**: Kecerdasan kolektif dari banyak sistem AGI yang berkolaborasi. Namun, terdapat enam kemacetan potensial: dinding data, tekanan sumber daya ekonomi & alam, batasan paradigma jaringan saraf saat ini, meningkatnya kesulitan penelitian, hambatan abstraksi, serta tantangan regulasi dan penerimaan sosial. Laporan ini juga menyoroti bahwa jika AI melampaui manusia, sistem evaluasi (benchmark) yang ada menjadi tidak relevan. Diperlukan kerangka pengukuran baru, seperti tugas kolaborasi/kompetisi multi-agen, pengujian yang dihasilkan otomatis, atau indikator tidak langsung seperti produktivitas ekonomi. ASI bukanlah sistem ajaib yang mahatahu; perkembangannya tetap dibatasi oleh hukum fisika, kompleksitas komputasi, data, sumber daya, dan umpan balik dunia nyata. Arah dan kecepatan kemajuan AI masih penuh ketidakpastian, sehingga memerlukan penelitian, prediksi, dan mekanisme evaluasi yang terus diperbarui.

marsbit3j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli VIRTUAL

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Virtuals Protocol (VIRTUAL) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Virtuals Protocol (VIRTUAL) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Virtuals Protocol (VIRTUAL) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Virtuals Protocol (VIRTUAL) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Virtuals Protocol (VIRTUAL)Lakukan trading Virtuals Protocol (VIRTUAL) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

454 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.23Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli VIRTUAL

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga VIRTUAL (VIRTUAL) disajikan di bawah ini.

活动图片