Дейв Портной назвал количество купленных на спаде цены криптовалют

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-19Terakhir diperbarui pada 2025-11-20

Основатель цифровой медиакомпании Barstool Sports Дэйв Портной (Dave Portnoy) рассказал своим 3,7 млн подписчикам в соцсети X, какие криптовалюты он купил на днях, воспользовавшись спадом на крипторынке.

Трейдер рассказал, что в понедельник, 17 ноября, он купил биткоины на $750 000, XRP на $500 000, а также эфир на $400 000. Спустя некоторое время Портной решил добавить в свой криптопортфель больше XRP, докупив этих монет еще на $500 000. Криптоэнтузиаст назвал падение рынка привлекательной возможностью для покупки цифровых активов а себя — неспособным упустить подобный момент.

Объясняя агрессивную стратегию инвестиций, Портной сравнил себя с хищником, набросившимся на ослабевшие активы, чтобы проглотить их по низкой цене. Когда паника на рынке утихнет, купленные монеты обязательно вырастут, надеется основатель Barstool Sports.

«Я купил криптовалюту на сумму более $2 млн. На улицах льется кровь, и я как большая белая акула», — похвалился Портной.

Заявление бизнесмена привлекли внимание сына президента США Эрика Трампа, назвавшего действия Портного умной сделкой. Эрик Трамп часто призывает трейдеров покупать криптовалюты во время рыночных спадов.

Недавно сын Трампа предположил, что в ближайшие годы курс биткоина обязательно достигнет $1 млн. Сооснователь майнинговой компании American Bitcoin объяснил свой прогноз тем, что криптовалюту скупают крупные компании из списка Fortune 500, и это повышает ценность биткоина.

Bacaan Terkait

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

**Ringkasan:** Kartu pembayaran kripto saat ini memiliki volume transaksi bulanan sekitar $1,5 miliar, tetapi perkembangannya masih setara dengan kartu debit pada awal 1990-an. Masalah utamanya adalah mereka belum menjadi "akun utama" bagi pengguna, karena tidak mendukung hubungan keuangan rutin seperti penerimaan gaji atau pembayaran otomatis. Pasar didominasi oleh pemain seperti RedotPay, dengan pengguna terkonsentrasi di negara-negara berkembang (seperti Bangladesh, India, Mesir) yang memiliki akses terbatas ke mata uang dolar atau layanan perbankan tradisional. Di pasar maju, kartu kripto masih sulit menemukan pijakan yang kuat. Ada empat model bisnis utama: 1. **Infrastruktur Penerbitan Kartu:** Lapisan yang menyediakan teknologi dasar (contoh: Rain). Persaingan ketat, dan hanya penyedia dengan fitur unik (seperti penyelesaian T+0) yang akan bertahan. 2. **Kartu Pendamping Pertukaran:** Digunakan oleh bursa (contoh: Binance) untuk mempertahankan pengguna, dengan pendapatan utama berasal dari biaya perdagangan, bukan transaksi kartu. 3. **Dompet & DeFi:** Kartu terhubung ke dompet terdesentralisasi (contoh: MetaMask Card), memungkinkan pembayaran langsung dari aset on-chain. Namun, biaya gas dan kompleksitas teknis membatasi daya tariknya bagi pengguna biasa. 4. **Bank Digital Stablecoin:** Model yang paling sukses secara volume (contoh: RedotPay). Fokusnya adalah akun serba bisa untuk stablecoin dengan fitur seperti transfer lintas batas, dengan kartu sebagai saluran pembayaran. Kekuatannya ada di pasar berkembang. Kesimpulannya, hanya fungsi pembayaran tidak cukup untuk pertumbuhan jangka panjang. Untuk menjadi infrastruktur keuangan yang matang, pemain industri harus: (1) mengontrol aliran dana di hulu, (2) mempertahankan keunggulan di ceruk pasar berkembang, dan (3) yang paling penting, membangun hubungan akun inti dengan pengguna—mirip dengan bagaimana rekening bank tradisional menjadi pusat kehidupan keuangan sehari-hari. Tanpa ini, kartu pembayaran kripto hanya akan tetap menjadi alat isi ulang untuk ceruk pasar tertentu.

Foresight News1j yang lalu

Kartu Pembayaran Kripto dengan Transaksi Rp240 Triliun per Bulan, Terjebak di Era 1990-an

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片