Глава BitMine Том Ли объяснил недавний обвал крипторынка проблемами маркетмейкеров

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-10-15Terakhir diperbarui pada 2025-11-16

Том Ли из BitMine рассказал о происходящем на криптовалютном рынке. Он отметил, что текущее ослабление похоже на ситуацию с одним или несколькими маркетмейкерами, у которых возникла серьезная проблема в балансе. По его словам, крупные участники пользуются этим, чтобы вызвать ликвидации и продавить цену Bitcoin ниже. Эксперт отметил: это временная слабость, которая не меняет долгосрочного курса Уолл-стрит на расширение «Ethereum-суперцикла». Специалист призвал не использовать кредитное плечо, чтобы избежать ликвидаций в такие периоды.

Ли предполагает: рынок может начать восстанавливаться через 6-8 недель, после Дня благодарения в США (27 ноября). Его позицию активно обсуждают в соцсетях. Некоторые пользователи считают, что виновником может быть один из крупных маркетмейкеров, к примеру, Wintermute. Другие полагают: период слабости затянется на долгие месяцы, что повышает риск для частных инвесторов.

Некоторые участники обсуждений выразили обеспокоенность тем, насколько легко рынок можно продавить вниз небольшим числом крупных трейдеров. Они отметили, что события наподобие ликвидационного каскада 10 октября 2025 года подрывают доверие к инфраструктуре. Пользователи задали вопросы о прозрачности, регулировании и механизмах предотвращения подобных ситуаций. Это усиливает давление на индустрию, которая стремится заявлять о себе как о финансовой системе будущего.

Некоторые аналитики согласны с Ли. Они считают, что слабая ликвидность и стресс у маркетмейкеров превращают небольшие ценовые колебания в крупные движения. Это создает структурную волатильность, но не меняет фундаментальные тренды отрасли. На их взгляд, долгосрочная история развития блокчейна на Уолл-стрит остается неизменной. Инвесторы опасаются возможных побочных эффектов на фоне неопределенности.

Bacaan Terkait

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

SK Hynix, produsen memori terkemuka asal Korea Selatan, telah mencatatkan diri di Nasdaq dengan penawaran umum perdana (IPO) senilai $265 miliar. Langkah ini mencatat rekor sebagai IPO terbesar oleh perusahaan asing di AS. Yang menarik, perusahaan ini sebenarnya tidak kekurangan dana, karena pada kuartal pertama tahun ini saja mereka meraih laba bersih sekitar $300 miliar dengan margin keuntungan mencapai 77%, bahkan melampaui Nvidia. Alasan utama di balik IPO ini bukanlah sekadar mengumpulkan modal, melainkan untuk mendapatkan penilaian ulang yang lebih tinggi dari pasar global. Di Bursa Efek Korea, SK Hynix diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PE) hanya sekitar 8x, jauh di bawah pesaingnya di AS seperti Micron Technology yang memiliki PE di atas 23x. Perbedaan ini mencerminkan "Korea Discount", sebuah fenomena diskon valuasi bagi perusahaan-perusahaan berkualitas yang terdaftar di Korea akibat likuiditas terbatas dan hambatan bagi investor global. SK Hynix mendominasi pasar HBM (High-Bandwidth Memory) global dengan pangsa 56.4%. Memori HBM adalah komponen kritis untuk mempercepat pelatihan model AI, menjadikannya pemain sentral dalam rantai pasokan AI, terutama untuk chip Nvidia. Namun, persaingan teknologi di era AI membutuhkan pendanaan yang sangat masif. Dengan transisi ke HBM4 yang memerlukan proses fabrikasi canggih dari pihak ketiga seperti TSMC, kebutuhan biaya modal menjadi jauh lebih besar. Dengan mendaftar di Nasdaq, SK Hynix membuka akses bagi dana pensiun global, reksa dana, dan investor institusional AS yang lebih luas. Ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan valuasi yang lebih tinggi guna mendanai ekspansi dan inovasi secara agresif. Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan pergeseran paradigma: dalam persaingan AI yang ketat, efisiensi modal dan akses ke pasar keuangan global menjadi sama pentingnya dengan keunggulan teknologi.

marsbit1j yang lalu

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

marsbit1j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

Momen bersejarah lainnya. SK Hynix, raksasa memori global, resmi melantai di Nasdaq pada 10 Juli. Kapitalisasi pasar penutupannya mencapai 1,22 triliun USD (sekitar 83 triliun RMB). IPO ini mengumpulkan dana 26,5 miliar USD, menjadi yang terbesar untuk perusahaan asing di AS dan kedua terbesar sepanjang sejarah global. Perjalanan SK Hynix adalah sebuah cerita bangkit dari keterpurukan. Bermula dari Hyundai Electronics pada 1983, perusahaan ini pernah nyaris bangkrut sebelum diselamatkan oleh SK Group pada 2012. Fokus pada pengembangan HBM (High Bandwidth Memory), yang awalnya dianggap niche, akhirnya membuahkan hasil. Gelombang AI yang dipicu ChatGPT pada 2022 mendorong permintaan meledak, menjadikan SK Hynix pemasok utama HBM untuk chip Nvidia. Kini, mereka menguasai 58% pasar HBM global. Laba mereka juga fenomenal. Pada Q1 2026, margin operasi mencapai 72% dan margin laba bersih 77%, bahkan melampaui Nvidia. Karyawan pun mendapat bagian, dengan bonus tahunan rata-rata diperkirakan mencapai ratusan juta won. Siklus "super memori" sedang berlangsung, didorong kebutuhan komputasi AI. Pasar memori global diprediksi tumbuh pesat hingga 2028. Ini adalah peluang besar bagi pemain China. Di dalam negeri, Changxin Memory Technology (CXMT) bersiap IPO di Bursa Shanghai pada 16 Juli, dengan valuasi diperkirakan mencapai 3 triliun RMB. Sebagai produsen DRAM terintegrasi terbesar di China dengan pangsa pasar global sekitar 8%, CXMT diperkirakan bisa melampaui Micron pada 2026. Pemain lain seperti YMTC juga bersiap go public. Meski masih ada jarak dengan pemimpin global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, perusahaan memori China seperti CXMT dan YMTC terus mengejar dalam perlombaan yang menantang ini.

marsbit1j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片