Гиперинфляция в Венесуэле ускорила переход страны на криптовалюты

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-11-15Terakhir diperbarui pada 2025-11-15

Крупные торговые точки Венесуэлы активно внедряют криптоплатежи — к началу 2026 года они будут составлять не менее 10% всех расчетов за продукты. Об этом заявил глава Национальной ассоциации супермаркетов страны Итало Атенсио в эфире местного телеканала.

По его словам, венесуэльцы регулярно расплачиваются цифровыми активами за товары. Три продуктовые сети уже начали принимать криптовалюты, и их число растет.

«Криптоактивы — валюты будущего, которое уже наступило», — сказал Атенсио.

Для ускорения внедрения ритейл обратился к экспертам по цифровым активам и блокчейну. Среди них — Анибаль Гарридо из Университета Андреса Белло в Каракасе, который занимается обучением персонала работе с криптовалютами.

Текущий интерес обусловлен гиперинфляцией, которая в октябре достигла 270%, согласно МВФ. Еще одна причина — санкции со стороны США, ограничивающие доступ к американскому доллару и вынуждающие жителей и компании искать альтернативные пути.

Показатель инфляции в Венесуэле. Источник: МВФ.

Венесуэла уже пыталась внедрить криптоплатежи в торговые точки по всей стране. В 2019 году в рамках инициативы президента Николаса Мадуро по использованию новых технологий на на этот метод оплаты перешли торговые сети Traki, FarMarket и FarmaRato.

Обход санкций с помощью USDT

Локальные финтех-компании вроде Crixto разрабатывают специальные кошельки для оплаты цифровыми активами в магазинах без специализированных терминалов.

Параллельно в Венесуэле ведется работа с банками по предоставлению кастодиальных услуг для стейблкоинов, прежде всего USDT.

В сентябре 2025 года источники Reuters сообщали, что правительство страны постепенно разрешает использование привязанных к доллару «стабильных монет» на валютных биржах для частного сектора.

По словам собеседников агентства, это помогает поддерживать экономику в условиях санкций, включая производство основных товаров.

«Когда одна дверь закрывается, открываются другие», — прокомментировал один из венесуэльских бизнесменов.

Ограниченное число банков уже продают цифровые активы некоторым компаниям в обмен на нацвалюту — боливары. Для транзакций используется специальный криптокошелек, одобренный властями.

Фирмы продают криптовалюту или используют ее для расчетов между внутренними и международными поставщиками.

Официальная статистика отсутствует. Однако местная аналитическая компания Ecoanalitica оценила объем продаж цифровых активов частному сектору в $119 млн в июле.

Напомним, в середине 2024 года СМИ узнали о переходе венесуэльской нефтяной компании PDVSA на расчеты в «стабильной монете» от Tether.

СМИ: Венесуэла закроет национальную цифровую валюту El Petro

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit37m yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit37m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手46m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手46m yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片