Будущее банков США зависит от принятия криптовалют — сенатор США Синтия Ламмис

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-11-15Terakhir diperbarui pada 2025-11-15

Банкам США необходимо «включать и интегрировать цифровые активы в свои услуги». Об этом в интервью Bloomberg заявила сенатор от штата Вайоминг Синтия Ламмис.

По ее словам, будущее финансовой системы связано с тем, насколько успешно банки смогут работать криптовалютой.

Ламмис выступила на фоне продолжающихся разногласий между традиционными банками и криптоиндустрией из-за регулирования стейблкоинов. При этом она подчеркнула, что финансовые учреждения должны адаптироваться к новой реальности, а не сопротивляться ей.

Шум вокруг GENIUS Act

Сенатор прокомментировала споры о GENIUS Act, который запрещает эмитентам стейблкоинов выплачивать доходность, но не ограничивает криптобиржи в начислении вознаграждений держателям токенов.

Банковский сектор недоволен этим положением и добивается изменений в следующем законопроекте. Однако Ламмис отметила, что было «чрезвычайно сложно» добиться принятия законопроекта, и она не видит смысла вносить в него правки.

«Пожалуйста, не делайте этого. Банки разжирели и обленились. Они сначала не поняли, что происходит, пытались блокировать индустрию, а теперь хотят откатить все достижения назад. Давайте двигаться вперед», — призвала пользователь под ником Kristen.

По теме: GENIUS Act вызовет массовый отток депозитов в стейблкоины — Multicoin Capital

Доля крипторынка за участие

По словам сенатора, уже три штата — Луизиана, Вирджиния и Вайоминг — разрешили местным банкам хранить цифровые активы. Она ожидает, что после принятия нового закона и другие штаты последуют их примеру.

«Это будущее. Это экономика XXI века, и местные банки должны воспользоваться возможностью работать как с фиатной валютой, так и с цифровыми активами», – заявила Ламмис.

Массовое принятие, которое мы заслужили?

В криптосообществе слова сенатора вызвали смешанную реакцию. Иногда с саркастическим подтекстом. Трейдер Degen_tactician сравнил инициативу с «бабушкой, которая наконец-то скачала MetaMask», добавив, что банки, решившиеся на раннюю интеграцию криптовалют, смогут «вернуть себе актуальность».

По теме: банки начали разрабатывать стейблкоин, привязанный к валютам стран G7

По мнению пользователя Blue, институциональное принятие может быть полезным, но способно разрушить саму суть криптовалют. Вероятно имея в виду, что банки скорее движутся к контролю, чем к принятию.

«Ламмис права, но большинство местных банков по-прежнему видят в биткоине конкурента, а не инфраструктуру. Пока не изменится это восприятие, банки будут уступать финтех-компаниям», — отметил Web3-журналист Джозеф Алаладе.

В то же время пользователь Crypto Knight заявил, что сенатор дала банкам официальное разрешение перестать быть динозаврами, подчеркнув, что теперь каждый региональный банк может либо воспользоваться моментом и «улететь на Луну или умереть в попытке».

Сенатор известна своей поддержкой цифровых активов и ранее говорила, что президент Дональд Трамп подпишет законопроект GENIUS до конца года.

В октябре она также поддержала предложение основателя Twitter и главы платежной компании Square Джека Дорси освободить мелкие платежи с биткоином (BTC) от налогообложения.

По теме: Артур Хэйес назвал позитивной для биткоина победу Мамдани на выборах мэра Нью-Йорка

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit40m yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit40m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手48m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手48m yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片