На Circle Arc проводится первый в Южной Корее эксперимент со стейблкоином воны

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-29Terakhir diperbarui pada 2025-10-30

Южнокорейский криптокастодиан BDACS планирует выпустить стейблкоин, обеспеченный вонами, «KRW1» на недавно запущенном блокчейне Circle Arc.

Компания из Пусана подписала меморандум о взаимопонимании (МОВ) с Circle о разработке и развертывании KRW1 на Arc, создав так называемую «органическую структуру сотрудничества», как сообщило в среду информационное агентство Yonhap.

«Это сотрудничество — важный шаг на пути к выходу корейских инноваций на мировой рынок», — заявил Рю Хон Ёль, генеральный директор BDACS.

«Развертывая KRW1 на Circle Arc, мы открываем корейским компаниям возможность участвовать в глобальной сети стейблкоинов», — добавил он.

Согласно отчёту, BDACS зарегистрировала торговую марку KRW1 в декабре 2023 года, заложив основу для запуска стейблкоина. Компания официально запустила KRW1 в сентябре после проверки концепции с Woori Bank, в ходе которой стейблкоин был впервые выпущен на блокчейне Avalanche. Согласно сентябрьскому пресс-релизу, каждый токен KRW1 полностью обеспечен южнокорейскими вонами, хранящимися на эскроу-счете в Woori Bank, а подтверждение наличия резервов в режиме реального времени осуществляется благодаря интеграции банковских API.

Лучшие стейблкоины по рыночной капитализации. Источник: CoinMarketCap

Тестовая сеть Arc уже запущена

Это произошло на следующий день после запуска публичной тестовой сети Arc от Circle. В заявлении, сделанном во вторник, Circle описала Arc как «экономическую операционную систему для интернета», разработанную для интеграции глобальной финансовой инфраструктуры непосредственно в блокчейн.

В тестовой сети Arc уже приняли участие более 100 международных организаций, включая BlackRock, Goldman Sachs, Visa, Mastercard и State Street.

Сеть отличается предсказуемыми комиссиями за транзакции на основе долларов США, точностью исполнения менее секунды и опциональными настройками конфиденциальности, что позволяет беспрепятственно использовать как USDC, так и другие активы, привязанные к фиатной валюте.

Эмитенты стейблкоинов из Японии, Бразилии, Мексики и Филиппин уже тестируют свои национальные токены на Arc, и корейский KRW1 теперь присоединяется к этому списку.

Эксперт критикует план банков по запуску стейблкоинов в Корее

Санмин Со, председатель фонда Kaia DLT, раскритиковал предложение Банка Кореи (BOK) о том, чтобы местные банки возглавили внедрение стейблкоинов, обеспеченных вонами, назвав его «нелогичным».

Банк Кореи приводит аргумент, что банки уже подпадают под строгое регулирование, включая требования к капиталу, валютному контролю и противодействию отмыванию денег, минимизируя риски, связанные с внедрением стейблкоинов. Также было предложено создать совместный орган по политике с участием валютных и финансовых органов для надзора за эмитентами и объемами эмиссии.

Однако Со отверг аргументацию центрального банка. Вместо того, чтобы ограничивать эмиссию только банками, он предложил четкие правила для всех потенциальных эмитентов, как банковских, так и небанковских, которые соответствуют определенным нормативным стандартам.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit19m yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit19m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手27m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手27m yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli ARC

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian AI Rig Complex (ARC) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli AI Rig Complex (ARC) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan AI Rig Complex (ARC) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan AI Rig Complex (ARC) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading AI Rig Complex (ARC)Lakukan trading AI Rig Complex (ARC) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

435 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.09Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ARC

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ARC (ARC) disajikan di bawah ini.

活动图片