Kalshi Raises $300M at $5B Valuation to Expand Global Presence

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-10Terakhir diperbarui pada 2025-10-10

Kalshi, a U.S.-based prediction market, has raised $300 million in a Series D funding round that values the company at $5 billion. The firm is planning to expand its presence in global markets amid increased popularity of prediction markets.  

As noted in a latest article from The New York Times, the funding round was led by Sequoia Capital and Andreessen Horowitz, with participation from investors including Paradigm, CapitalG, Coinbase Ventures, and Spark Capital. 

Kalshi mentioned that it plans to use the fund to open its platform to customers in over 140 countries, far beyond the U.S walls so that people around the world can trade on real-world events such as politics, sports, and global news.

Moreover, Kalshi is on pace to reach $50 billion in annualized trading volume and now holds more than 60% of the global prediction market. In September, Kalshi passed its main rival, Polymarket, in trading activity, recording almost double its competitor’s volume, according to data from Dune.

Sports Betting Pushes Kalshi Ahead

Initially, sports betting has also played a major role in Kalshi’s growth. The U.S. market, which is now worth $13.7 billion, has flourished since the Supreme Court legalized sports betting in 2018. Kalshi has managed to tap into this demand by offering sports-related contracts, including complex bets known as parlays. This has helped it attract new users and increase trading numbers. 

Dustin Gouker, a sports betting consultant, said many Robinhood users now trade directly through Kalshi, showing how mainstream prediction markets have become.

Crypto and Global Expansion on the Horizon

Meanwhile, the company is also moving into cryptocurrency through a partnership with ZeroHash to let users deposit cryptocurrencies on the platform. 

“The next 10x unlock for us will be building new financial primitives for trading on Kalshi. And crypto, as this global financial layer, is honestly essential to fulfilling that vision.” John Wang, Kalshi’s newly hired crypto lead, said at Solana APEX. Wang also encouraged developers to pitch ideas from pushing data onchain to tokenizing positions on Kalshi.

The platform has also had its own fair share of regulatory issues when it faced legal scrutiny over its sports-related contracts in some U.S. states. However, the CFTC has cleared its election-related offerings. 

Also Read: Coinbase CEO and Industry Leaders Slam Senate Democrats’ DeFi Proposal


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Pemerintah AS untuk Pertama Kali Melonggarkan Larangan Kontrak Berjangka Kripto (Perpetual), Apa Artinya bagi Pasar?

**Ringkasan: AS Buka Pasar untuk Kontrak Berjangka Kripto Tanpa Jatuh Tempo (Perpetual Futures)** Pada 29 Mei, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengeluarkan pedoman yang secara efektif membuka pasar untuk kontrak berjangka kripto tanpa jatuh tempo (perpetual futures) yang dapat diperdagangkan 24/7 untuk warga dan platform terdaftar di AS. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan, karena sebelumnya produk derivatif kripto ini hampir tidak dapat diakses di bawah regulasi AS. Pedoman CFTC menekankan bahwa aset kripto, karena infrastruktur digital dan perdagangan globalnya yang terus-menerus, sangat cocok untuk perdagangan dan penyelesaian 24 jam. Langkah ini dipuji oleh banyak pelaku industri sebagai langkah maju untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto, dengan potensi menarik likuiditas kembali ke pasar domestik. **Penerima Manfaat Langsung:** * **Kalshi:** Mendapat persetujuan untuk meluncurkan kontrak perpetual pertamanya (BTCPERP). * **Coinbase:** Menjadi Futures Commission Merchant (FCM) pertama yang diatur CFTC, memungkinkan klien AS mengakses pasar derivatif global. * **CME:** Platform Globex-nya kini menawarkan perdagangan 24/7 untuk futures dan opsi Bitcoin, menutup "celah CME" di akhir pekan. CFTC menyatakan pendekatan ini khusus untuk kripto, mencatat bahwa komoditas tradisional seperti produk pertanian mungkin tidak cocok untuk model 24/7. Semua platform yang ingin menawarkan perdagangan 24/7 harus berkoordinasi dengan CFTC. **Tanggapan Industri:** Pimpinan perusahaan seperti Michael Saylor (MicroStrategy), Brian Armstrong (Coinbase), dan Tarek Mansour (Kalshi) menyambut baik keputusan ini sebagai pengembangan positif untuk pasar modal Bitcoin dan akses bagi investor AS. **Kritik:** Organisasi konsumen Better Markets mengkritik keputusan CFTC, menyatakan bahwa regulator mengabaikan perlindungan investor dengan tidak meminta pengungkapan risiko yang lebih jelas untuk produk kompleks ini, dan menuduh adanya hubungan yang terlalu dekat dengan industri. **Dampak ke Depan:** Pasar derivatif kripto bernilai puluhan triliun dolar kini terbuka untuk pengguna AS. Pertukaran seperti Kraken juga telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan produk perpetual futures yang diatur di AS dalam waktu dekat, menandakan potensi periode pertumbuhan yang signifikan untuk perdagangan derivatif kripto di Amerika Serikat.

Odaily星球日报1j yang lalu

Pemerintah AS untuk Pertama Kali Melonggarkan Larangan Kontrak Berjangka Kripto (Perpetual), Apa Artinya bagi Pasar?

Odaily星球日报1j yang lalu

Bagaimana Undang-Undang CLARITY Mengubah Ekonomi Pendapatan Stablecoin

Artikel ini membahas dampak UU CLARITY (2026) terhadap ekonomi pendapatan stablecoin. Dibandingkan UU GENIUS (2025) yang hanya melarang penerbit membayar bunga, Pasal 404 UU CLARITY memperluas larangan ke semua penyedia layanan aset digital dan memperkenalkan pemisahan hukum antara "imbalan pasif" (dilarang) dan "imbalan berbasis aktivitas" (diizinkan). Perubahan ini menggeser paradigma dari "hold-to-earn" menjadi "use-to-earn". Sebagai antisipasi, raksasa manajemen aset seperti Morgan Stanley, BlackRock, dan JPMorgan meluncurkan reksa dana pasar uang ter-tokenisasi (MSNXX, BSTBL/BRSRV, JLTXX) antara 16 April - 12 Mei 2026. Produk ini dirancang sebagai infrastruktur pendapatan yang patut bagi cadangan stablecoin dalam paradigma baru. Artikel menganalisis tiga jalur potensial untuk meneruskan pendapatan kepada pengguna: 1) Imbalan berbasis aktivitas di bursa, 2) Pendapatan melalui protokol DeFi non-kustodial, dan 3) Melalui lapisan aset cadangan (reksa dana ter-tokenisasi). Jalur ketiga dianggap paling stabil secara kepatuhan. Artikel juga menyoroti risiko konsentrasi tinggi (90% cadangan USDtb di BUIDL) dan perdebatan tentang batas OCC 20% untuk aset cadangan ter-tokenisasi. Kemenangan jalur aset cadangan bisa memunculkan risiko sistematis baru. Kesimpulannya, UU CLARITY mendorong pergantian infrastruktur keuangan, di mana penyedia aset cadangan ter-tokenisasi diposisikan sebagai "Visa/Mastercard baru" di ekonomi dolar kripto.

marsbit3j yang lalu

Bagaimana Undang-Undang CLARITY Mengubah Ekonomi Pendapatan Stablecoin

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片