Hyperliquid Wallet Breach Costs User $21 Million in Crypto

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-10-10Terakhir diperbarui pada 2025-10-10

A Hyperliquid user has reportedly lost $21 million in digital assets after a private key leak, according to blockchain security firm PeckShield.

The victim’s wallet, identified as 0x0cdC, was drained of 17.75 million DAI and 3.11 million MSYRUPUSDP tokens. The attacker has bridged the funds to Ethereum, where they remain under active monitoring. 

The exploit does not seem to be a protocol-level breach but a compromise of user credentials, renewing debate over self-custody risks and key management. While Hyperliquid itself remains operational, the incident underscores how a single user error can have multimillion-dollar consequences on decentralized platforms.

Broader pattern of exploitation

The timing of the hack comes amid a broader rise in scams targeting retail crypto users. Fake apps posing as trusted Web3 platforms trick users into entering private keys or linking wallets that drain funds instantly. Researchers say scammers now buy verified Apple dev accounts, rebrand them, and weaponize user trust in “official” stores. 

As The CryptoTimes reported yesterday, on October 9, two victims reportedly lost $28,000 to fake crypto trading apps listed on Apple’s App Store. 

The expanding risk surface in crypto

The Hyperliquid theft and the fake-app scams reflect a shared vulnerability: user complacency in managing private data. As DeFi platforms and crypto wallets scale, the complexity of personal custody creates opportunities for bad actors to exploit gaps in user understanding.

Experts warn that decentralization kills middlemen but dumps all risk on users, one lost key or fake app can wipe everything. These incidents expose a core dilemma in crypto: trust without accountability. As scams evolve from phishing sites to verified app stores, this incident shows it’s not the code but the human layer that fails. 

Also Read: PancakeSwap Warns Users After X Account Breach


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Pemerintah AS untuk Pertama Kali Melonggarkan Larangan Kontrak Berjangka Kripto (Perpetual), Apa Artinya bagi Pasar?

**Ringkasan: AS Buka Pasar untuk Kontrak Berjangka Kripto Tanpa Jatuh Tempo (Perpetual Futures)** Pada 29 Mei, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengeluarkan pedoman yang secara efektif membuka pasar untuk kontrak berjangka kripto tanpa jatuh tempo (perpetual futures) yang dapat diperdagangkan 24/7 untuk warga dan platform terdaftar di AS. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan, karena sebelumnya produk derivatif kripto ini hampir tidak dapat diakses di bawah regulasi AS. Pedoman CFTC menekankan bahwa aset kripto, karena infrastruktur digital dan perdagangan globalnya yang terus-menerus, sangat cocok untuk perdagangan dan penyelesaian 24 jam. Langkah ini dipuji oleh banyak pelaku industri sebagai langkah maju untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto, dengan potensi menarik likuiditas kembali ke pasar domestik. **Penerima Manfaat Langsung:** * **Kalshi:** Mendapat persetujuan untuk meluncurkan kontrak perpetual pertamanya (BTCPERP). * **Coinbase:** Menjadi Futures Commission Merchant (FCM) pertama yang diatur CFTC, memungkinkan klien AS mengakses pasar derivatif global. * **CME:** Platform Globex-nya kini menawarkan perdagangan 24/7 untuk futures dan opsi Bitcoin, menutup "celah CME" di akhir pekan. CFTC menyatakan pendekatan ini khusus untuk kripto, mencatat bahwa komoditas tradisional seperti produk pertanian mungkin tidak cocok untuk model 24/7. Semua platform yang ingin menawarkan perdagangan 24/7 harus berkoordinasi dengan CFTC. **Tanggapan Industri:** Pimpinan perusahaan seperti Michael Saylor (MicroStrategy), Brian Armstrong (Coinbase), dan Tarek Mansour (Kalshi) menyambut baik keputusan ini sebagai pengembangan positif untuk pasar modal Bitcoin dan akses bagi investor AS. **Kritik:** Organisasi konsumen Better Markets mengkritik keputusan CFTC, menyatakan bahwa regulator mengabaikan perlindungan investor dengan tidak meminta pengungkapan risiko yang lebih jelas untuk produk kompleks ini, dan menuduh adanya hubungan yang terlalu dekat dengan industri. **Dampak ke Depan:** Pasar derivatif kripto bernilai puluhan triliun dolar kini terbuka untuk pengguna AS. Pertukaran seperti Kraken juga telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan produk perpetual futures yang diatur di AS dalam waktu dekat, menandakan potensi periode pertumbuhan yang signifikan untuk perdagangan derivatif kripto di Amerika Serikat.

Odaily星球日报1j yang lalu

Pemerintah AS untuk Pertama Kali Melonggarkan Larangan Kontrak Berjangka Kripto (Perpetual), Apa Artinya bagi Pasar?

Odaily星球日报1j yang lalu

Bagaimana Undang-Undang CLARITY Mengubah Ekonomi Pendapatan Stablecoin

Artikel ini membahas dampak UU CLARITY (2026) terhadap ekonomi pendapatan stablecoin. Dibandingkan UU GENIUS (2025) yang hanya melarang penerbit membayar bunga, Pasal 404 UU CLARITY memperluas larangan ke semua penyedia layanan aset digital dan memperkenalkan pemisahan hukum antara "imbalan pasif" (dilarang) dan "imbalan berbasis aktivitas" (diizinkan). Perubahan ini menggeser paradigma dari "hold-to-earn" menjadi "use-to-earn". Sebagai antisipasi, raksasa manajemen aset seperti Morgan Stanley, BlackRock, dan JPMorgan meluncurkan reksa dana pasar uang ter-tokenisasi (MSNXX, BSTBL/BRSRV, JLTXX) antara 16 April - 12 Mei 2026. Produk ini dirancang sebagai infrastruktur pendapatan yang patut bagi cadangan stablecoin dalam paradigma baru. Artikel menganalisis tiga jalur potensial untuk meneruskan pendapatan kepada pengguna: 1) Imbalan berbasis aktivitas di bursa, 2) Pendapatan melalui protokol DeFi non-kustodial, dan 3) Melalui lapisan aset cadangan (reksa dana ter-tokenisasi). Jalur ketiga dianggap paling stabil secara kepatuhan. Artikel juga menyoroti risiko konsentrasi tinggi (90% cadangan USDtb di BUIDL) dan perdebatan tentang batas OCC 20% untuk aset cadangan ter-tokenisasi. Kemenangan jalur aset cadangan bisa memunculkan risiko sistematis baru. Kesimpulannya, UU CLARITY mendorong pergantian infrastruktur keuangan, di mana penyedia aset cadangan ter-tokenisasi diposisikan sebagai "Visa/Mastercard baru" di ekonomi dolar kripto.

marsbit3j yang lalu

Bagaimana Undang-Undang CLARITY Mengubah Ekonomi Pendapatan Stablecoin

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片