Бывший помощник шерифа Лос-Анджелеса признал себя виновным в вымогательстве у «криптокрестного отца»

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-29Terakhir diperbarui pada 2025-09-30

Бывший помощник шерифа округа Лос-Анджелес Майкл Дэвид Коберг признал себя виновным в федеральном суде по обвинениям в сговоре с целью вымогательства и нарушении гражданских прав. Он использовал свои служебные полномочия, работая телохранителем у Адама Изы — мошенника, провозгласившего себя «криптокоролем».

Коберг был деловым партнером и советником Изы, который управлял мошеннической торговой платформой Zort. С сентября 2024 года Иза находится под федеральным надзором, а его деятельность стала предметом уголовного преследования.

В рамках преступного сговора Коберг, представляясь действующим офицером, допрашивал жертв, организовывал ложные аресты и участвовал в вымогательстве сотен тысяч долларов. Согласно судебным документам, его ежемечный доход от этой деятельности составлял не менее 20 000 долларов.

Одним из ярких примеров преступных методов стало нападение на бизнесмена, которого Коберг под дулом пистолета заставил перевести 127 000 долларов. Другую жертву он ложно обвинил в хранении наркотиков и организовал ее задержание в Paramount.

Помимо вымогательства, сообщники планировали организовать бизнес по продаже анаболических стероидов, что демонстрирует разнообразие их преступных интересов.

Эксперт в лице Кадана Штадельманна, технического директора Komodo Platform, охарактеризовал это дело как «новый уровень криптопреступлений». По его словам, привлечение правоохранительных органов к реализации мошеннических схем выводит эти преступления за рамки типичных криптовалютных афер.

Штадельманн подчеркнул, что случай Коберга обнажает системную проблему — размытие границ между государственной службой и частной деятельностью. Слабый контроль за работой полицейских в нерабочее время создает почву для коррупции и злоупотребления властью.

Кобергу грозит до 20 лет тюрьмы по обвинению в вымогательстве и до 10 лет по обвинению в сговоре против прав человека. Суд вынесет приговор 17 февраля 2026 года.

Дело Коберга — не единственное в этой цепи коррупции. Другие заместители шерифа — Кристофер Майкл Кэдман и Дэвид Энтони Родригес — также признали вину в сотрудничестве с Изой. Их приговоры ожидаются в ноябре 2025 и январе 2026 года соответственно.

Масштабы мошенничества Изы оказались значительными: он незаконно приобрел криптовалюту на 16 миллионов долларов. Около 10 миллионов долларов были потрачены на предметы роскоши, которые он покупал вместе со своей бывшей девушкой Айрис Рамайей Ау. Она уже признала себя виновной в сокрытии 2,6 миллиона долларов, полученных преступным путем.

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit17m yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit17m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手25m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手25m yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片