Coinbase Michael Rihani Joins Brazil’s Nubank to Lead Crypto

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-26Terakhir diperbarui pada 2025-09-26

Nubank, a digital financial services platform in Latin America, has appointed former Coinbase product director Michael Rihani as its new Director of Crypto. Rihani, a veteran product leader and entrepreneur with over 15 years of experience, joins Nubank after holding high-impact roles at some of the world’s most prominent technology and crypto companies.

The company announced the hire on September 26, 2025, enhancing  the move of established professionals from United States technology hubs exploring high-growth firms in emerging markets. Rihani will be based in the US and will report to Thomaz Fortes, the executive director of Nubank’s crypto division.

Product leader from Silicon Valley 

Rihani brings experience from technology companies like Apple, Tesla, Cash App, and Coinbase. Before this new role, he served as a product director at the crypto exchange, while in Tesla and Cash App he worked on the company’s Bitcoin payment integration. Earlier, he was part of the teams that developed Apple Pay and the Apple Card.

In a post on X, Rihani stated he is dedicating his career to Bitcoin and improving the world’s financial system. According to the company, he views Nubank as the ideal place to build products with significant impact.

“Over the past few years, I’ve dedicated my career to Bitcoin and improving the world’s financial system,” said Michael Rihani. “If you want to build something new and impactful, there’s no better place than Nubank. Nubank Crypto has become one of the most competitive options on the market, and it’s a privilege to work with a team committed to redefining the future of money,” the executive says.

Nubank’s crypto ambitions

Rihani will now lead the Nubank Cripto, a platform which allows users to buy, sell, and store digital assets. The platform currently serves six and a half million customers, according to information from the company.

This strategic hire follows other recent crypto-focused initiatives from the digital bank. The appointment comes shortly after the company enabled customers to pay credit card bills using Bitcoin, indicating an expansion of its digital asset services.

Rihani’s move from a US crypto exchange to a Brazilian-headquartered fintech shows how emerging countries are investing in external expertise for their growing technology sector. The appointment may be seen as a validation of the region’s market potential for widespread cryptocurrency adoption, given Nubank’s large user base. Since the fintech is advancing on digital assets plans, this hiring is aligned with what the bank has been showing. 

Also read: Nubank to Test Dollar-Backed Stablecoin Payments via Credit Cards


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Dalio Peringatkan Ketidakseimbangan Pasokan dan Permintaan Utang AS: Emas dan Bitcoin Bisa Jadi Aset Lindung Nilai Krisis Utang

Dalam artikelnya, Ray Dalio memperingatkan tentang ketidakseimbangan pasokan dan permintaan utang AS yang tidak berkelanjutan, sesuai dengan kerangka siklus utang besar yang dijelaskan dalam bukunya. Dia menyoroti tiga peristiwa terkini: penjualan obligasi AS oleh Jepang, kenaikan imbal hasil obligasi AS, dan pembelian obligasi oleh Departemen Keuangan AS. Dalio menjelaskan mekanisme krisis utang pemerintah: ketika pembayaran utang membebani anggaran, pasokan obligasi melebihi permintaan pasar, memaksa bank sentral mencetak uang untuk membelinya, yang menyebabkan depresiasi mata uang dan inflasi. Dia mengidentifikasi tiga indikator kunci: rasio pembayaran utang terhadap pendapatan pemerintah, pasokan obligasi versus permintaan, dan jumlah uang yang dicetak bank sentral. Situasi AS digambarkan seperti perusahaan dengan pendapatan $5,5 triliun, pengeluaran $7,5 triliun (defisit $2 triliun), utang $32 triliun, dan pembayaran bunga $1 triliun. Dalio memperkirakan utang bisa mencapai $55-60 triliun dalam sepuluh tahun. Solusinya adalah mengurangi defisit fiskal hingga 3% dari PDB melalui kombinasi pemotongan belanja, kenaikan pajak, dan penurunan suku bunga. Dalio menjawab pertanyaan umum, menekankan bahwa krisis utang adalah pola sejarah yang berulang, dan AS tidak kebal. Dia memperkirakan krisis bisa terjadi dalam sekitar tiga tahun jika tidak ada perubahan kebijakan. Sebagai contoh, dia merujuk pada pengalaman Jepang, di mana kebijakan moneter longgar menyebabkan kinerja obligasi yang buruk dan penurunan upah riil. Untuk mengelola risiko ini, dia menyarankan diversifikasi aset lintas negara dan kelas aset, memilih negara dengan kondisi fiskal dan politik yang sehat. Secara khusus, dia merekomendasikan untuk mengurangi alokasi obligasi, meningkatkan alokasi emas (sekitar 10-15% portofolio), dan mengalokasikan sedikit ke Bitcoin, karena aset-aset ini dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang pemerintah.

marsbit12m yang lalu

Dalio Peringatkan Ketidakseimbangan Pasokan dan Permintaan Utang AS: Emas dan Bitcoin Bisa Jadi Aset Lindung Nilai Krisis Utang

marsbit12m yang lalu

Wawancara dengan CIO Bitwise: Bitcoin Mungkin Sudah Mendekati Titik Terendah, Siapa yang Akan Menggerakkan Kenaikan Selanjutnya?

Dalam sebuah wawancara dengan *Bitcoin Magazine*, Matt Hougan, CIO Bitwise, menganalisis siklus pasar Bitcoin saat ini. Ia menyatakan pasar kemungkinan besar berada di atau mendekati titik terendah, ditandai dengan volatilitas rendah dan ketidakpedulian terhadap berita buruk. Hougan optimis tentang prospek pasar menjelang akhir tahun. Ia menggambarkan Bitcoin sebagai "opsi call jangka panjang" terhadap gejolak sistem moneter global, yang nilainya meningkat seiring dengan meningkatnya volatilitas keuangan dunia. Untuk adopsi, ia melihat Bitcoin pertama-tama sebagai penyimpan nilai global (melanjutkan tren saingi emas), kemudian sebagai penyeimbang bagi penyalahgunaan mata uang fiat. Penggerak utama siklus bullish berikutnya, menurutnya, akan berasal dari manajer kekayaan, penasihat keuangan, dan kantor keluarga melalui platform seperti Wells Fargo dan Morgan Stanley, yang mengontrol triliunan dolar aset. Aliran masuk institusional melalui ETF akan mendorong harga secara signifikan jika penjualan ritel berhenti, yang menurut data sudah terjadi. Hougan juga berpendapat bahwa suku bunga tidak lagi menjadi pendorong utama bagi Bitcoin. Sebaliknya, fokus harus pada kebijakan fiskal, khususnya defisit AS yang tak terkendali. Selain itu, ia membahas tokenisasi aset, memperkirakan semua aset keuangan tradisional akan diperdagangkan di blockchain dengan penyelesaian instan 24/7, yang akan menyatukan pasar keuangan global namun juga mungkin meningkatkan volatilitas.

marsbit12m yang lalu

Wawancara dengan CIO Bitwise: Bitcoin Mungkin Sudah Mendekati Titik Terendah, Siapa yang Akan Menggerakkan Kenaikan Selanjutnya?

marsbit12m yang lalu

Trading

Spot
活动图片