Circle’s Reversible Transactions Proposal Chases Mainstream Appeal

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-09-25Terakhir diperbarui pada 2025-09-25

Key Takeaways
  • Circle is exploring making stablecoin transactions reversible.
  • The move would mark a departure from longstanding crypto ideals.
  • However, it is continuous with stablecoin issuers’ anti-crime measures.

Stablecoins have traditionally functioned as fiat-referenced cryptocurrencies. But the news that Circle is considering making transactions reversible marks a significant departure from a longstanding norm.

If it goes ahead, the move would represent stablecoins’ latest departure from libertarian ideals, a tendency that has characterized their entry into the financial mainstream.

New Trending Crypto Wallet Offers
Sponsored
Disclosure
We sometimes use affiliate links in our content, when clicking on those we might receive a commission at no extra cost to you. By using this website you agree to our terms and conditions and privacy policy.

Circle Exploring Reversible Transactions

In comments reported by the Financial Times, Circle president Heath Tarbert said the company was looking at ways to allow stablecoins to be refunded in cases of fraud or disputes.

“We are thinking through […] whether or not there’s the possibility of reversibility of transactions,” he said. “But at the same time, we want settlement finality.”

Implementing both might prove challenging.

At present, stablecoins function more like bank transfers than credit cards, which process refunds by issuing credit to the sender before it is reimbursed by the recipient.

If a merchant account is empty, acquirers need to cough up the funds. This incentivizes them to proactively tackle fraud.

On the other hand, banks and stablecoin issuers can only freeze rogue accounts. If those accounts are already empty by the time a disputed transaction is identified, depending on the jurisdiction, banks may be liable to pay refunds themselves.

Understandably, stablecoin issuers are in no rush to pick up a similar responsibility.

From Cryptocurrency to Digital Money

In the early years of stablecoins, issuers like Tether made little effort to police transactions, and it wasn’t until 2018–2019 that anti-money laundering (AML) regulators started to apply pressure.

Against this backdrop, when Circle launched USDC, it was branded as a more compliant, and therefore more institution-friendly alternative to Tether’s USDT.

Although the extent and effectiveness of their respective AML efforts is up for debate, both issuers implement blacklists that adhere to international sanctions, and freeze accounts at the request of law enforcement agencies.

In other words, while modern stablecoins live on decentralized blockchains, they are a far cry from the cypherpunk ideals upon which the crypto movement was founded.

In comments shared with CCN, Ben Caselin, CMO of the crypto exchange VALR, said it is crucial to distinguish between stablecoins and immutable cryptocurrencies like Bitcoin.

“Stablecoin issuers have long had the ability to freeze and re-issue assets,” he observed.

“Introducing reversibility builds on this, aligning with tokenized fiat’s push for market share in payments and traditional finance.”

Censorship-Resistant Stablecoins Not Dead Yet

While Tether and Circle have invested heavily in AML compliance, implementing ever-more-sophisticated systems to monitor transactions, identify illicit activity, and freeze funds tied to crime, decentralized stablecoins are less vulnerable to regulatory pressure.

Because of this, the most popular decentralized stablecoin, Dai, was long hailed as a more censorship-resistant alternative to USDT and USDC.

However, when MakerDAO rebranded as Sky Protocol and introduced a new stablecoin, USDS, it incorporated a controversial freeze function that left many users disgruntled.

Objection to USDS’s sanctions enforcement mechanism may explain why nearly a year after the new stablecoin was launched, billions of dollars worth of Dai remain in circulation, with a sizable cohort of users refusing to migrate.

While they are unlikely to ever see the same level of adoption as increasingly mainstream centralized stablecoins, Dai, and others like it, continue to fly the flag for censorship resistance and immutability Satoshi Nakamoto planted all those years ago.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

Baru saja, pertandingan tenis manusia vs robot pertama di dunia dimulai. Dalam acara pembukaan World Humanoid Robot Olympics kedua yang disiarkan secara global, robot humanoid asal Tiongkok, "Xingzai" dari Galaxy General, bertanding melawan juara tenis manusia, Zheng Jie. Pertandingan ini menampilkan duel ganda campuran manusia-robot dan tunggal. Robot tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa: bergerak lincah, mengembalikan pukulan forehand dan backhand, serta beradaptasi dengan taktik Zheng Jie seperti moonball dan pukulan slice. Meski sempat terjatuh, robot itu mampu bangkit dengan cepat sendiri. Ia bahkan melakukan penyelamatan spektakuler dengan langkah besar, memukau penonton. Kecepatan servenya mencapai lebih dari 100 km/jam, dengan waktu reaksi hanya sepersekian detik. Pertandingan ini bukan sekadar demonstrasi keterampilan, melainkan tes tekanan ekstrem untuk *embodied AI* (kecerdasan berwujud). Tenis menuntut integrasi real-time dari persepsi, pengambilan keputusan, kendali gerak seluruh tubuh, dan strategi melawan lawan hidup dalam lingkungan fisik yang dinamis—jauh lebih kompleks daripada permainan papan seperti Go yang dimainkan AlphaGo. Kunci keberhasilan ini adalah model AI terpadu "Galaxy Star Brain" (AstraBrain). Berbeda dengan arsitektur tradisional yang memisahkan "otak" (perencanaan) dan "otak kecil" (kendali gerak), AstraBrain menggabungkan keduanya dalam satu model, menghilangkan penundaan dan kehilangan informasi. Model ini dilatih melalui dua tahap: pertama, belajar pola gerak dasar dari data manusia yang tidak sempurna; kedua, melalui evolusi dan pertandingan melawan agen AI lain di lingkungan simulasi virtual jutaan kali. Di sinilah keterampilan seperti menyelamatkan bola atau bangkit setelah jatuh "muncul" dengan sendirinya. Momen "AstraTennis" ini menandai tonggak sejarah: AI tidak hanya berpikir, tetapi sekarang bertindak dan berinteraksi dalam dunia fisik dengan ketangkasan dan ketahanan yang menakjubkan, menunjukkan kekuatan inovasi Tiongkok di era baru kolaborasi manusia dan mesin.

marsbit1j yang lalu

Baru Saja, Pertandingan Tenis Manusia vs Robot Pertama di Dunia Dimulai, Robot Selamatkan Bola Ekstrem Membuat Zheng Jie Terpukau

marsbit1j yang lalu

Pemain Gelap Terbesar dalam Pembayaran AI, Mungkin adalah Coinbase yang Memberikan Dompet kepada Agent

Dalam perlombaan pembayaran AI, Coinbase muncul sebagai pemain tak terduga yang memimpin dalam transaksi Agent. Data menunjukkan lebih dari 90% transaksi Agent on-chain terjadi di Base, 99% transaksi bisnis Agent diselesaikan dengan USDC, dan lebih dari 97% menggunakan protokol x402. Inti dari posisi Coinbase adalah "Agentic Wallets", infrastruktur dompet yang dirilis Februari 2026, yang memberikan identitas keuangan mandiri kepada AI Agent. Berbeda dengan Visa atau Stripe yang menghubungkan Agent ke jaringan pembayaran manusia, Coinbase memberikan dompet sendiri untuk Agent, memungkinkannya memegang aset dan melakukan transaksi secara otonom dalam batasan yang ditetapkan. Kebutuhan ini muncul karena karakteristik transaksi Agent: mikro, frekuensi tinggi, dan otomatis antara mesin. Pembayaran kartu tradisional memiliki masalah biaya tinggi, kebutuhan otorisasi berulang, dan kesulitan penelusuran. Dompet berbasis stablecoin seperti USDC di Base menawarkan biaya rendah, otorisasi berbasis kode, dan identitas transaksi yang jelas. Coinbase membangun ekosistem tertutup yang lengkap: Base (jaringan Layer 2), Agentic Wallets, protokol x402, dan aset seperti cbBTC. Ini memungkinkan pengalaman pembayaran Agent yang mulus sepenuhnya dalam ekosistemnya. Posisi terdepan ini terbentuk bukan dari perencanaan khusus untuk pembayaran Agent, tetapi dari investasi bertahun-tahun dalam infrastruktur on-chain (Base, x402) yang kebetulan sangat cocok untuk kebutuhan ekonomi Agent yang meledak. Ini menunjukkan bahwa dalam adopsi teknologi baru, pihak dengan infrastruktur siap pakai yang paling matang seringkali menuai manfaat pertama, bahkan sebelum standar akhir ditetapkan. Coinbase saat ini adalah yang terdepan dalam menjalankan pembayaran Agent secara aktual.

marsbit2j yang lalu

Pemain Gelap Terbesar dalam Pembayaran AI, Mungkin adalah Coinbase yang Memberikan Dompet kepada Agent

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli T

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Threshold Network Token (T) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Threshold Network Token (T) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Threshold Network Token (T) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Threshold Network Token (T) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Threshold Network Token (T)Lakukan trading Threshold Network Token (T) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.2k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli T

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga T (T) disajikan di bawah ini.

活动图片