iPhone 17 发布,我发现币圈最大的“苹果思维”是囤

深潮Dipublikasikan tanggal 2025-09-09Terakhir diperbarui pada 2025-09-10

在币圈,"Think Different"的最高境界,也许就是 "Think for Yourself" 。

撰文:David,深潮 TechFlow

今天整个科技圈都在讨论一件事:iPhone 17 发布了。

朋友圈、微博和小红书铺天盖地都是苹果的消息。有人熬夜看了发布会,还有人在算价格是否值得。

不过今年的讨论画风有点特别。除了新品本身,中文互联网上还火了一个新梗:

“安卓思维”和“苹果思维”。

有人总结说安卓用户是“性价比思维”,凡事都要比参数、算价格;苹果用户是“体验思维”,愿意为生态和品牌付溢价。

然后这个梗越传越广,从手机圈传到了各个领域,大家开始用这两种思维来形容做事方式。

就在小编刷着这些讨论的时候,加密推特上 Coingekco 发的一张图跳进了时间线。

2011年,买一部iPhone 4S需要162个BTC;2024年,买iPhone 16只要0.014个BTC。按今天iPhone 17的价格算,大概是0.07个BTC。

我盯着这张图看了好一会儿。每当用币本位计算商品价值,人总是会心疼自己亏过的币。

在大家都在讨论“安卓思维vs苹果思维”的时候,我在想另一个问题:在币圈,什么才是真正的“苹果思维”?

如果说苹果思维是相信某个品牌、某个理念,然后长期持有不动摇,那么从2011年握住BTC到现在的人,是不是最彻底的“苹果思维”践行者?

这个想法让我开始重新审视币圈的很多现象。

币圈里的那些思维标签

币圈可能是全世界最喜欢贴标签的地方。

“钻石手”还是“纸手”,“Builder”还是“Trader”,“价值投资”还是“投机”...我们总在给自己和别人分类。

现在,“安卓思维”和“苹果思维”这个梗传到币圈,倒是意外地贴切。

什么是币圈的“安卓思维”?

核心是一个字:搏。

相信小资金必须承担高风险才能翻身。BTC从9万涨到18万才翻倍,但一个土狗可能一天翻10倍。他们追求的不是稳健增长,而是阶层跃迁。

这种思维的逻辑链条很清晰:普通人没有资源优势→必须找到不对称机会→新项目和新概念最可能产生Alpha→所以要不断尝试、不断轮动。

那什么是币圈的“苹果思维”?

核心也是一个字:囤。

相信时间比选择更重要。不是不想赚快钱,而是认为追逐热点的期望收益是负的。与其在100个项目里亏90个赚10个,不如选一个确定性最高的长期持有。

这种思维的逻辑同样明确:市场短期不可预测→大部分人跑不赢大盘→BTC是唯一经过时间验证的标的→拿住就是胜利。

最典型的就是那些“激光眼”头像,个人简介里可能就一个词:Bitcoin。

有意思的是双方可能互相不理解,甚至互相怀疑。

安卓思维看苹果思维,觉得这些人太保守了,crypto 本来就是高风险高收益的地方,你要稳健为什么不去买茅台?

苹果思维看安卓思维,则是这些人在刀尖上跳舞,今天赚10倍明天归零,最后算总账大概率是亏的。

双方都有自己的信仰。一边信奉 WAGMI,一边则信仰 HODL。

但这两者可能根本不是对错问题,而是处境问题。

一个拿5000块进场的年轻人,和一个拿500万进场的老钱,他们的最优策略能一样吗?

前者即使亏光了,无非是两个月工资;但如果赌对了,可能改变人生。后者赌错一次,可能就万劫不复。

所以“安卓思维”的人说得也没错,不赌,怎么翻身?“苹果思维”的人也有自己的立场,保住本金才能长期生存。

这就像有人问你,买iPhone还是买安卓?

答案永远是看你自己要什么。

“苹果思维”的奇妙映射

表面上看,币圈和“苹果思维”应该是绝缘的。

毕竟,crypto 的诞生就是为了打破垄断、拥抱开放、推动创新。而苹果恰恰代表着封闭生态、中心化控制、渐进式更新。按理说,币圈应该天然排斥“苹果思维”才对。

但现实却充满了讽刺。最成功的币,恰恰最“苹果”。

BTC十几年了,代码库的更新谨慎到令人发指。这像不像iPhone的挤牙膏式创新?年年有人说iPhone落后了,但年年都卖得最好。

最信仰BTC的社区,也最“苹果”。

比特币看多者的傲慢程度,同样不输于任何果粉。他们有一句名言:

"Shitcoin is shitcoin",管你什么创新生态,在他们眼里都是垃圾,同时也还有中本聪的那句旷世名言压箱底:

“如果你不相信我,抱歉我也没时间说服你”。

这种唯我独尊的态度,是不是很像某些苹果用户那种“安卓就是不行”的优越感?

更有意思的是现在市场的选择。机构、上市公司和国家储备都开始囤比特币,你或许可以说是一种迟钝的后知后觉,但很难说它们都是傻子,拿真金白银投入一个不合算的标的。

这里面有个深层的逻辑:在一个充满不确定性的市场里,“无聊”可能恰恰是最大的优势。

BTC不需要路线图,不需要白皮书更新,不需要CEO带货,甚至不需要市场营销。它就在那里,十几年如一日,无聊但可靠。

但对大多数币圈玩家来说,这种思维依然难以实践,而最大的悖论也莫过于此:一边高喊着去中心化和创新,一边市场却把最多的钱投给了最“保守”的项目,BTC。

“安卓思维”,折腾成为本能

这个悖论其实值得深思。为什么标榜开放和创新的币圈,最后大钱却流向了最封闭和保守的策略?

先看看币圈的“创新焦虑”。

每个牛市都有新故事。2017年是ICO,2020年是DeFi,2021年是NFT和GameFi,2024年是铭文和AI。每个故事刚开始时,都号称要“改变世界”。

焦虑从哪来?从错过中来。

看着别人靠SHIB财富自由,靠BAYC改变命运,靠早期DeFi挖矿赚得盆满钵满,谁能不焦虑?于是大家拼命追赶下一个风口,生怕又错过了。

社交媒体放大了这种焦虑。打开推特,满屏都是“恭喜××喜提千倍”,“××赛道还有10个Alpha”。不追热点,仿佛就是在犯罪和没有好好参与这个行业。

但现实数据很残酷。

2017年的ICO项目,现在还活着的有几个?

创新越多,归零越多。这几乎成了币圈的铁律。重要的是浪潮褪去之前,你自己还剩多少果实。

扎进浪潮里简单,全身而退却很难。

让我们诚实一点,如果币圈有所谓极致的“安卓思维”玩家,那么他的真实状态必然是很累的。

打开这些玩家的推特,你可能会看到他们同时关注着:新的L2上线、哪个链有空投、DeFi的新池子、铭文的地板价、AI概念币的动向……

Meme 最火的那一阵,凌晨三点别人在睡觉,他们可能在扫链和找角度;周末别人在休息,他们在研究新叙事。

而所谓“科学家”,褪去滤镜不过是一个挤破脑袋寻求稳赚信息差的普通人,累并快乐着。

问问身边的“安卓思维”玩家,有多少人真的赚钱了?

大部分人的真实情况或许是,在A项目赚了10倍,在B项目归零;在牛市初期赚了100万,在熊市全部还回去;今天抓住了一个Alpha,明天踩了三个坑。

一年下来一算账,还不如老老实实拿着BTC。

为什么会这样?因为"安卓思维"有个致命问题:信息过载。当你试图抓住每个机会时,你其实什么都抓不住。

当你的注意力分散在100个项目上时,你对每个项目的理解都是浅层的。你以为你在研究,其实只是在浏览。你以为你掌握了信息差,其实你看到的都是别人想让你看到的。

更深层的问题是,在这个圈子里,对普通人来说,勤奋是焦虑的唯一解药。

大部分币圈玩家们内心深处知道,自己并没有真正的优势。没有内幕消息,没有技术优势,没有大资金,唯一能做的就是“更努力”。但在一个PVP的市场里,努力可能是最不值钱的。

当然安卓思维也有成功的。

真正赚到钱的安卓玩家,往往专注某个细分领域、有自己的信息源、知道什么时候应该收手...更重要的是,他们把这个当做自己的全职工作来对待。

对比之下,“苹果思维”玩家的状态完全不同。

他们可能一个月都不看价格,生活重心根本不在币圈。他们有自己的工作、事业、生活。crypto 对他们来说,只是资产配置的一部分。

没有对错,只有选择。如果你有时间、有精力、有天赋,“安卓思维”可能真的适合你。

选择的智慧

回到文章开头那张图。

iPhone 用BTC本位计价,13年间从162个跌到0.01个,跌幅99.99%。

这个数字对比确实很有冲击力,但其实不妨想另一个更加实际的问题:

如果你是2011年那个纠结是买iPhone 4S还是买162个BTC的人,你现在会怎么想?

2011年,iPhone是实实在在的革命性产品,而BTC只是极客圈的实验。当时选iPhone是理性的,选BTC才是疯狂的。

但14年后回看,理性的选择让你拥有了一部早就淘汰的电子垃圾,疯狂的选择让你拥有了价值150万美元的资产(如果你能拿着不卖)。

这能说明什么?

也许什么都说明不了,成功只是幸存者偏差,每个人彼时做的,都是最适合自己性格、事后看最合理的选择。

没有对错,真的,没有对错。

市场会奖励真正优秀的“安卓思维”玩家,那些找到Alpha的人;市场也会奖励坚定的“苹果思维”玩家,那些拿住Beta的人。

市场惩罚的,是那些摇摆不定的人。所以,真正的问题从来不是选择哪种思维,而是你了解自己吗?

无论你选择买iPhone还是买BTC,无论你是“安卓思维”还是“苹果思维”,最重要的是:

这是你自己的选择,而不是别人告诉你的答案。

毕竟在币圈,"Think Different"的最高境界,也许就是 "Think for Yourself" 。

Bacaan Terkait

Ekonomi Token Melesat, Apakah Orang Biasa Mendapat Kue?

Token adalah unit terkecil yang digunakan model AI untuk memproses teks, dan biayanya biasanya dikenakan berdasarkan jumlah Token yang diproses. Di Cina, konsumsi Token harian melonjak menjadi 140 triliun pada Maret 2026. Namun, angka ini terutama didorong oleh satu platform (Doubao) untuk pembuatan video AI, bukan penggunaan yang luas di berbagai industri. Ekonomi Token sering dilihat dari sisi penawaran (suplai)—seperti investasi, infrastruktur, dan kinerja bisnis—namun manfaat bagi masyarakat biasa (upah, lapangan kerja, waktu luang, daya beli) sering terabaikan. Kebijakan seperti subsidi untuk konsumsi Token oleh perusahaan justru memperkuat siklus ini: pemerintah mendanai, perusahaan menggunakan lebih banyak Token, platform mendapat pendapatan, dan angka konsumsi meningkat, tetapi uang tidak sampai ke rumah tangga. Meningkatnya penggunaan Token tidak serta-merta meningkatkan produktivitas makro atau kesejahteraan. Beban biaya AI bahkan membuat beberapa perusahaan AS mengurangi penerapannya. Di Cina, struktur ekonomi yang didominasi investasi (bukan konsumsi rumah tangga) berisiko membuat manfaat AI hanya terakumulasi pada keuntungan perusahaan, aset tetap, dan sewa platform, alih-alih meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Analoginya seperti sistem perakitan Henry Ford: efisiensi produksi meningkat drastis, tetapi kenaikan upah dan stabilitas kerja tidak otomatis mengikuti. Peningkatan produktivitas harus dibarengi dengan kebijakan yang memastikan manfaatnya didistribusikan ke upah, jaminan sosial, dan layanan publik. Tanpa itu, ekonomi Token hanya akan memperluas kapasitas produksi tanpa menciptakan daya beli yang sesuai di masyarakat.

marsbit28m yang lalu

Ekonomi Token Melesat, Apakah Orang Biasa Mendapat Kue?

marsbit28m yang lalu

Dalam Satu Malam Menyebar ke Seluruh Dunia, Mengapa AI Merosot Serentak?

**Ringkasan: Mengapa Sektor AI Mengalami Penurunan Drastis Secara Global?** Pasar saham global, khususnya terkait rantai pasok AI, mengalami penurunan tajam. Indeks Nasdaq AS turun 1,33%, sementara indeks semikonduktor Philadelphia anjlok hampir 5%. Penurunan ini meluas ke pasar Asia, dengan saham Samsung dan SK Hynix Korea turun lebih dari 6%, dan ETF berleverage terkait mengalami penurunan lebih dari 14%. Sektor AI di pasar saham A-shares Tiongkok juga terdampak. Tiga faktor utama memicu koreksi ini: 1. **Ketegangan Geopolitik & Tekanan Makro:** Eskalasi ketegangan AS-Iran dan risiko di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik, memicu kekhawatiran inflasi kembali. Ini menyebabkan imbal hasil obligasi AS (khususnya obligasi 10 tahun dan 30 tahun) meroket, menekan valuasi untuk sektor pertumbuhan berdurasi panjang seperti AI yang sangat bergantung pada pembiayaan utang. Biaya pendanaan untuk proyek infrastruktur AI seperti pusat data mulai membebani. 2. **Komersialisasi Model AI yang Terfragmentasi:** Laporan kuartalan OpenAI menunjukkan perlambatan pertumbuhan pendapatan (hanya 18% secara kuartalan) dan kerugian operasional yang meluas, disertai keluarnya sejumlah eksekutif. Hal ini menghancurkan optimisme linear pasar tentang monetisasi AI, memaksa investor untuk mempertanyakan kembali imbal hasil dari pengeluaran modal besar-besaran di bidang AI dan beralih fokus ke profitabilitas nyata. 3. **Ketidakpastian Rantai Pasok Semikonduktor Global (terutama Memori/HBM):** Tarik ulur investasi semikonduktor antara AS dan Korea Selatan menciptakan ketidakpastian. AS mendesak Samsung dan SK Hynix untuk memprioritaskan pembangunan pabrik chip memori di AS, yang dapat mengalihkan modal dan mengikis profitabilitas. Jika Korea menolak, mereka berisiko menghadapi hambatan perdagangan. Ketidakpastian ini memicu penjualan besar-besaran di saham perusahaan memori Korea, dengan panik menyebar ke sektor terkait. Kesimpulannya, koreksi ini menandai pergeseran pasar dari cerita "pengeluaran modal tanpa batas" menuju penilaian yang lebih ketat terhadap profitabilitas, biaya pendanaan, dan ketahanan rantai pasok. Sementara permintaan jangka panjang untuk daya komputasi AI tetap ada, pasar tidak lagi mau membayar premium tinggi untuk narasi yang terlalu optimis. Untuk pasar A-shares Tiongkok, gangguan ini terutama bersifat sentimen, dan perhatian selanjutnya perlu pada realisasi pesanan dan kinerja fundamental industri domestik.

marsbit31m yang lalu

Dalam Satu Malam Menyebar ke Seluruh Dunia, Mengapa AI Merosot Serentak?

marsbit31m yang lalu

Posisi Aset Kripto Lembaga Wall Street Q2: Mayoritas Institusi Meningkatkan Posisi Bertentangan dengan Tren, Eksposur ETH Ungguli Bitcoin Secara Menyeluruh

Berdasarkan laporan 13F Q2, institusi Wall Street menunjukkan aktivitas yang kontras dengan tren harga aset kripto. Meski harga Bitcoin turun sekitar 14,2%, total kepemilikan Bitcoin yang dilaporkan institusi justru meningkat 7,5% menjadi sekitar 536.000 BTC, sekaligus terkonsentrasi di tangan lebih sedikit lembaga. Minat pada Ethereum tampak lebih kuat, terutama dari sisi perbankan. Eksposur ETH di Morgan Stanley dan JPMorgan tumbuh masing-masing 18,6% dan 67,3%, jauh melampaui pertumbuhan eksposur BTC mereka. Beberapa bank secara drastis menambah saham ETF Ethereum (ETHA). Jane Street, yang mengurangi IBIT secara signifikan di Q1, menambah kembali kepemilikan IBIT-nya sebesar 324%. Sementara itu, beberapa hedge fund seperti Brevan Howard dan Graham Capital mengurangi kepemilikan spot namun memegang kontrak opsi dalam jumlah besar, menunjukkan strategi yang lebih kompleks. Terdapat perbedaan pendapat yang mencolok terkait saham terkait kripto. Misalnya, Bank of America memotong posisi MicroStrategy (MSTR) sekitar 70%, sementara Renaissance Technologies dan BlackRock justru menambah. ARK Invest dan Morgan Stanley juga mengambil langkah berlawanan terkait Coinbase. Institusi baru seperti Santander Bank mulai mengungkap kepemilikan kecil ETF Bitcoin dan Ethereum. Morgan Stanley dan JPMorgan juga mulai membuka posisi pada produk Solana dan XRP. Sementara itu, investor lama seperti dana abadi Harvard dan lembaga dari Abu Dhabi mempertahankan posisi mereka tanpa perubahan. Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan sinyal: aliran dana ETF dan perilaku institusi mulai terpisah, minat institusi terhadap Ethereum menguat, dan terjadi perbedaan sikap yang besar terhadap saham-saham terkait kripto. Pada Juli-Agustus, ETF Ethereum telah mencatat aliran masuk bersih lebih dari $6 miliar, seiring dengan kenaikan harga ETH sekitar 20%.

marsbit49m yang lalu

Posisi Aset Kripto Lembaga Wall Street Q2: Mayoritas Institusi Meningkatkan Posisi Bertentangan dengan Tren, Eksposur ETH Ungguli Bitcoin Secara Menyeluruh

marsbit49m yang lalu

Trading

Spot
活动图片