Perusahaan robotik baru China, Unitree Robotics, mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Shanghai pada 19 Agustus. Setelah dibuka, harga sahamnya naik sekitar 6 kali lipat dan tetap bertahan di level tinggi selama sesi perdagangan. Unitree Robotics terkenal dengan produknya yang memiliki kinerja gerak luar biasa, dan dana yang dihimpun dari IPO ini akan digunakan untuk memperkuat "otak" robot—model kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan robot bertindak mandiri.
Perusahaan ini tercatat di "Papan STAR", pasar saham yang ditujukan untuk perusahaan teknologi baru dan inovatif di Bursa Efek Shanghai. Ini adalah penawaran umum perdana (IPO) pertama untuk saham konsep robot humanoid di pasar domestik China. Oversubscription dari investor ritel melebihi 8.000 kali lipat, menunjukkan tingkat antusiasme yang sangat tinggi.
Unitree Robotics didirikan pada Agustus 2016 oleh Wang Xingxing, yang kini menjabat sebagai Chairman dan CEO. Saat mendirikan perusahaan, dia masih menempuh program pascasarjana S2 dan meneliti tentang anjing robot. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, yang juga merupakan lokasi raksasa teknologi Alibaba Group dan perusahaan pengembang AI DeepSeek.
Baru-baru ini, anjing robot berkaki empat menyumbang 40% dari pendapatan operasional perusahaan. Namun, Unitree Robotics mulai menarik perhatian luas setelah meluncurkan robot humanoid "H1" pada musim panas 2023. Dalam program televisi liburan Tahun Baru Imlek, robot tersebut menunjukkan gerakan menari dan salto, menampilkan kinerja gerak yang luar biasa dan potensi perkembangannya.
Pada Februari 2025, perusahaan ditetapkan sebagai perusahaan baru "tingkat nasional". Wang Xingxing, pendiri Unitree Robotics yang usianya belum 10 tahun, diundang untuk menghadiri forum perusahaan swasta yang diselenggarakan oleh Presiden Xi Jinping di Beijing.
Keunggulan Unitree Robotics terletak pada pengembangan dan produksi mandiri untuk model AI, sistem kendali gerak, serta komponen inti seperti sensor dan motor. Hal ini tidak hanya mempercepat peluncuran produk baru, tetapi juga secara efektif menekan biaya.
Harga awal untuk model unggulan "G1" adalah $13.500 (sekitar Rp 200 juta), setara dengan harga mobil biasa.

Dibandingkan dengan perusahaan Amerika seperti Tesla, keunggulan terbesarnya adalah sudah memulai produksi massal. Hingga Juli, total pengiriman robot humanoid telah mencapai sekitar 18.000 unit. Perusahaan riset Taiwan, TrendForce, memprediksi bahwa pada tahun 2026, produksi Unitree akan mengungguli pesaing seperti AGIBOT dan menduduki peringkat pertama.
Unitree Robotics berencana menggunakan sekitar setengah dari dana hasil IPO untuk penelitian dan pengembangan model AI untuk robot. AI akan berfungsi layaknya otak besar manusia (memahami situasi sekitar dan membuat keputusan) dan otak kecil (mengendalikan gerakan kompleks dan menjaga keseimbangan).
Dikatakan bahwa fokus utama di masa depan terutama adalah pengembangan "otak besar". Li Zhihui dari Nomura Research Institute yang menguasai industri teknologi China, menyatakan, "Pada pertengahan 2010-an saat Unitree didirikan, model dasar AI untuk robot masih dalam tahap pengembangan. Sebelumnya, Wang Xingxing lebih dahulu fokus pada pengembangan 'otak kecil'."





