Dalio Peringatkan Ketidakseimbangan Pasokan dan Permintaan Utang AS: Emas dan Bitcoin Bisa Jadi Aset Lindung Nilai Krisis Utang
Dalam artikelnya, Ray Dalio memperingatkan tentang ketidakseimbangan pasokan dan permintaan utang AS yang tidak berkelanjutan, sesuai dengan kerangka siklus utang besar yang dijelaskan dalam bukunya. Dia menyoroti tiga peristiwa terkini: penjualan obligasi AS oleh Jepang, kenaikan imbal hasil obligasi AS, dan pembelian obligasi oleh Departemen Keuangan AS.
Dalio menjelaskan mekanisme krisis utang pemerintah: ketika pembayaran utang membebani anggaran, pasokan obligasi melebihi permintaan pasar, memaksa bank sentral mencetak uang untuk membelinya, yang menyebabkan depresiasi mata uang dan inflasi. Dia mengidentifikasi tiga indikator kunci: rasio pembayaran utang terhadap pendapatan pemerintah, pasokan obligasi versus permintaan, dan jumlah uang yang dicetak bank sentral.
Situasi AS digambarkan seperti perusahaan dengan pendapatan $5,5 triliun, pengeluaran $7,5 triliun (defisit $2 triliun), utang $32 triliun, dan pembayaran bunga $1 triliun. Dalio memperkirakan utang bisa mencapai $55-60 triliun dalam sepuluh tahun. Solusinya adalah mengurangi defisit fiskal hingga 3% dari PDB melalui kombinasi pemotongan belanja, kenaikan pajak, dan penurunan suku bunga.
Dalio menjawab pertanyaan umum, menekankan bahwa krisis utang adalah pola sejarah yang berulang, dan AS tidak kebal. Dia memperkirakan krisis bisa terjadi dalam sekitar tiga tahun jika tidak ada perubahan kebijakan. Sebagai contoh, dia merujuk pada pengalaman Jepang, di mana kebijakan moneter longgar menyebabkan kinerja obligasi yang buruk dan penurunan upah riil.
Untuk mengelola risiko ini, dia menyarankan diversifikasi aset lintas negara dan kelas aset, memilih negara dengan kondisi fiskal dan politik yang sehat. Secara khusus, dia merekomendasikan untuk mengurangi alokasi obligasi, meningkatkan alokasi emas (sekitar 10-15% portofolio), dan mengalokasikan sedikit ke Bitcoin, karena aset-aset ini dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang pemerintah.
marsbit12m yang lalu