Arbitrum falls 10% amid weak on-chain activity – Can ARB hold $0.48?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-08-16Terakhir diperbarui pada 2025-08-16

Key Takeaways

Arbitrum plunged over 10%, sharper than the market’s drop. Falling Funding Rates, Open Interest, and weak network activity drove the fall, though recovering TVL hinted at underlying resilience.


The price action of Arbitrum [ARB] plunged 10% in the last 24 hours, per CoinMarketCap data.

The Ethereum Layer 2 (L2) token was among the top losers alongside Fartcoin [FARTCOIN], Pump.fun [PUMP] and Aerodrome Finance [AERO].

In fact, the broader crypto market slipped 1.75% as total capitalization fell to $3.97 trillion. These drops were driven by falling Funding Rates and Open Interest across the board.

Source: CoinMarketCap

Why is ARB price down today?

Per Tokenomist data, Arbitrum is set to unlock 92.65 million ARB tokens valued at $40.33 million. The amount equated to 2.09% of the released supply.

Over the last three months, 277.95 million ARB entered circulation. With supply now at 5.15 billion, the latest increase of 1.79% signaled short-term bearish pressure.

More on-chain data from Arbiscan showed the activity in the network was in free fall, too.

For instance, the Total Transaction Fees of 11.62 ETH, as of press time, were hit the hardest. They dropped by 74% after the number of transactions fell by 4.72%.

With the New Addresses at 63,413 and only 127 Contracts verified per day, the crash was amplified. The two declined by 46% and 11.8% respectively.

arbarb

Source: Arbiscan

These signals were a representation of how users had faded the L2 solution.

ARB fights to stay above a flip zone

On the charts, Arbitrum struggled to hold the $0.48 flip zone after facing rejection near $0.60.

Despite the sell-off that began late on the 15th of August and extended into the next day, the overall price structure remained bullish, with ARB still trading above a 10-day ascending trendline.

Bollinger Bands pointed downward, signaling increased volatility.

If ARB can stay above the $0.48 flip zone, a move back toward the $0.60 resistance is possible. However, failure to hold this level could lead to a drop toward $0.43 or lower.

arbarb

Source: TradingView

The MACD had also turned red. This was more evidence why the crypto was down by more than 10%. The indicator showed that sellers were tightening their dominance against buyers.

TVL, DEX and perps volume

At press time, Arbitrum recorded $1.70 billion in total volume, with DEX trading at $905 million and Perps volume at $870 million. Despite today’s sell-off, the ecosystem showed resilience.

The Total Value Locked (TVL) rose to $5.59 billion, trading near December 2024 highs and approaching the all-time high of $6.17 billion.

arbarb

Source: DefiLlama

Naturally, TVL resilience suggested the altcoin was not entirely defeated. Instead, ARB faced a short-term correction—sharper than peers like Optimism [OP].

Share

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit1j yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit1j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手1j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto2j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片