Сэм Альтман предупреждает о пузыре ИИ. Лопнут ли ИИ-токены

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-10-15Terakhir diperbarui pada 2025-10-15

Основатель OpenAI Сэм Альтман предупредил о возможном пузыре в сфере ИИ, который может серьезно повлиять на криптовалюты. Многие ведущие токены ИИ могут быть переоценены из-за общего хайпа

Несмотря на амбиции децентрализованных разработчиков ИИ, рынком правят создатели больших языковых моделей (LLM) и венчурные фонды. Проблемы на высшем уровне могут серьезно отразиться на криптосекторе.

Как крипта и ИИ влияют друг на друга

Сэм Альтман, основатель OpenAI и Worldcoin, играет важную роль как в ИИ-, так и в криптосфере. Однако, несмотря на высокие обещания о возможностях программного обеспечения, оптимистичная картина начала давать трещины. В недавнем интервью Альтман заявил, что ИИ находится в пузыре, и это может иметь серьезные последствия для рынка:

«Когда возникают пузыри, умные люди чрезмерно увлекаются зерном истины. Если вы посмотрите на большинство пузырей в истории, таких как [крах доткомов], там было что-то реальное. Технология была действительно важной, [но] люди слишком увлеклись. Находимся ли мы на этапе, когда инвесторы в целом чрезмерно увлечены ИИ? Мое мнение — да», — сказал Альтман The Verge.

К сожалению, это может иметь серьезные последствия для ИИ-токенов. Рынок сигнализирует, что выстраивание инфраструктуры ИИ чрезвычайно недооценено. Теоретически это бычий сигнал. Однако большинство крупных ИИ-токенов в последнее время показывают слабые или нестабильные результаты.

Ценовая динамика Bittensor (TAO). Источник: CoinGecko

Более детальный анализ крупнейших ИИ-токенов добавляет контекста. Bittensor развивает блокчейн-инфраструктуру и рынок для инструментов машинного обучения, но не LLM. NEAR, который в этом месяце показал обнадеживающие признаки, находится в схожей ситуации. Другие крупные токены оказываются чистыми рекламными уловками.

В целом, нынешний криптосектор следует за компаниями-лидерами в области ИИ, но сам по себе не способен двигать рынок. Когда макроэкономические факторы влияют на крупнейших разработчиков LLM, рынок ИИ-токенов тоже падает.

Читайте также: Как использовать ChatGPT-5 для заработка на криптовалюте: пошаговое руководство

Тревожные данные от разработчиков LLM

Поэтому всем в криптоиндустрии стоит обратить внимание на комментарии Альтмана и другие тревожные сигналы.

Unless you as a user are miraculously comfortable paying $1k for the AI app

The only thing propping up AI is VC funding

No VC funding:
The AI application layer is unprofitable
The LLM layer is unprofitable
The compute layer is unprofitable
The GPu layer is unsustainable

— Zoomer (@zoomyzoomm) August 14, 2025

Эксперты опасаются, что в сфере технологий может возникнуть пузырь, так как только венчурные компании поддерживают ее на плаву. Эта технология очень дорога, и пока неясно, станет ли она доступной для потребителей. Без реального практического применения такие платформы не смогут существовать самостоятельно.

Один показатель особенно интересен. Эд Зитрон, аналитик ИИ, недавно опубликовал документы, описывающие изменения между ChatGPT-5 и 4o. Новая система «маршрутизатора» может потреблять вдвое больше токенов на запрос, чем ChatGPT-4o.

Судя по прохладной реакции сообщества, новая функциональность программного обеспечения, вероятно, не оправдывает таких высоких затрат. Если такие проблемы начнут затрагивать крупнейшие компании в области ИИ, крипторынок окажется особенно уязвимым.

I am an expert on bubbles. So it brings me no joy to say that the AI bubble is popping this time next year.

When you promise infinite scaling and don’t produce it the calculus changes. I don’t think it will be bad for most companies but those who built their entire business…

— bubble boi (@bubblebabyboi) August 7, 2025

Все это говорит о том, что инвесторам стоит быть особенно осторожными. Эта индустрия известна своей волатильностью; многие активы, компании и модели ПО уже потерпели крах. Пузырь в области ИИ может ударить и по ИИ-сегменту в криптоиндустрии.

Bacaan Terkait

Dari Keuangan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Analisis Strategi 'Apa yang Tidak Boleh Dilakukan' Kongo

Dari Pembiayaan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Strategi "Apa yang Tidak Dilakukan" Cango Cango, perusahaan yang semula merupakan platform pembiayaan mobil di China, telah melakukan transformasi besar. Setelah go public di NYSE pada 2018, mereka beralih ke penambangan Bitcoin pada 2024 dengan mengakuisisi penambang senilai ratusan juta dolar. Kini, mereka masuk ke sektor kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan EcoHash, anak perusahaan untuk AI inference. Berbeda dengan banyak penambang yang beralih menyewakan daya ke penyedia cloud besar untuk pelatihan AI, Cango memilih strategi unik. Mereka fokus pada AI inference (penyimpulan) dengan memanfaatkan situs-situs penambangan skala kecil (10-50 MW) yang tersebar di seluruh dunia. Menurut perusahaan, situs-situs kecil ini, yang menguasai 70% daya di industri penambangan, tidak menarik bagi raksasa cloud namun sempurna untuk AI inference yang memerlukan kedekatan dengan pengguna untuk mengurangi latensi. Cango menyediakan perangkat lunak EcoLink untuk menghubungkan dan mengelola situs-situs ini, menawarkan keandalan dengan mengalihkan beban kerja jika satu situs mati. Mereka menargetkan klien seperti platform penyewaan GPU dan startup AI yang membutuhkan harga lebih kompetitif dibanding layanan cloud besar. Perusahaan tetap mempertahankan sebagian operasi penambangan Bitcoin (31.7 EH/s) sebagai mesin kas, sambil membersihkan utang dan mengumpulkan dana untuk ekspansi AI. Meski ada skeptisisme mengenai biaya transformasi dan gelembung AI, Cango yakin pada disiplin strategi "apa yang tidak dilakukan" mereka—menghindari persaingan langsung di pelatihan AI—dan memanfaatkan peluang di segmen AI inference yang terdistribusi.

Foresight News43m yang lalu

Dari Keuangan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Analisis Strategi 'Apa yang Tidak Boleh Dilakukan' Kongo

Foresight News43m yang lalu

Laporan Goldman Sachs Membedah Peta Persaingan Model AI Besar Tiongkok: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang?

Laporan Goldman Sachs menganalisis persaingan model AI besar di Tiongkok, menyoroti titik balik historis dengan model open-source/berbobot terbuka yang kinerjanya mendekati model berpemilik global teratas. Laporan ini mengidentifikasi pola evolusi dari "momen efisiensi biaya DeepSeek tahun lalu ke momen kecerdasan model GLM Zhipu tahun ini". Dalam hal efisiensi, model Tiongkok mencapai kinerja hampir setara dengan biaya jauh lebih rendah, berkat inovasi arsitektur seperti MoE dan efisiensi parameter. Model seperti DeepSeek V4 Pro (1.6T parameter) dan GLM5.2 (0.7T) mengungguli dalam kemampuan pemrograman. Pasar terpolarisasi menjadi dua lapis: *pasar high-end* (contoh: GLM5.2, Qwen3.7 Max) dengan harga sekitar $1 per juta token dan margin kotor inferensi 10-20%, serta *pasar low-end* (harga serendah $0.06 per juta token) yang menargetkan UKM global. Pendapatan API/subskripsi diproyeksikan melonjak dari RMB 35 miliar (2026) menjadi RMB 879 miliar (2030). Strategi open-source mendorong adopsi luas tetapi membatasi monetisasi. Tren bergerak dari lisensi MIT gratis menuju model "bobot terbuka + lisensi komunitas" dengan bagi hasil untuk penggunaan komersial. Paradigma penggunaan global beralih dari "maksimalkan token" ke "utamakan ROI". Model Tiongkok mendapat porsi token yang tumbuh di pasar non-AS melalui platform seperti AWS Bedrock, dengan Microsoft mempertimbangkan menghosting DeepSeek di Copilot. Analisis posisi kompetitif Goldman Sachs menilai **Zhipu** dan **DeepSeek** paling kuat di model teks dasar, dengan keunggulan harga dan biaya. Di bidang multimodal/generasi video, **ByteDance** (Seedance) memimpin, diikuti Kuaishou (Kling) dan MiniMax. MiniMax pertahankan rating "beli" karena model M3-nya berada di kuadran maksimisasi ARR dengan harga menarik dan valuasi yang didiskon.

marsbit49m yang lalu

Laporan Goldman Sachs Membedah Peta Persaingan Model AI Besar Tiongkok: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang?

marsbit49m yang lalu

Limit Penjualan BTC oleh Strategy Jauh Melebihi $12.5 Miliar: Detail yang Diabaikan Pasar

Dari artikel yang diterjemahkan dari Bankless, terungkap bahwa rencana penjualan Bitcoin (BTC) oleh MicroStrategy jauh lebih besar daripada yang dipahami pasar sebelumnya. Meskipun perusahaan sebelumnya mengungkapkan kuota pembangunan cadangan sebesar $12,5 miliar, ini hanyalah satu dari beberapa "kolam dana" untuk memonetisasi BTC. Rencana monetisasi BTC MicroStrategy sebenarnya mencakup tiga tujuan utama: 1) Membangun cadangan dolar hingga $12,5 miliar, 2) Menutupi biaya dividen saham preferen dan bunga utang, dan 3) Mendanai program pembelian kembali saham hingga $20 miliar. Dengan demikian, total penjualan BTC yang secara eksplisit berbatas bisa melebihi $30 miliar. Yang lebih penting, penjualan BTC baru-baru ini senilai $216 juta untuk membayar dividen dan "mengisi ulang" cadangan ternyata tidak mengurangi kuota $12,5 miliar yang ditujukan untuk "membangun" cadangan. Perbedaan terminologi akuntansi antara "membangun" dan "mengisi ulang" ini memberi perusahaan lebih banyak fleksibilitas untuk menjual BTC di luar batas yang terlihat oleh pasar. Artikel ini menyimpulkan bahwa MicroStrategy telah berubah dari sekadar akumulator Bitcoin pasif menjadi semacam "dana lindung nilai yang dikelola secara aktif." Perusahaan sekarang aktif mengelola struktur modalnya yang kompleks—yang melibatkan saham biasa (MSTR), saham preferen, cadangan dolar, dan aset BTC—untuk menyeimbangkan berbagai tekanan dan kewajiban. Investor sekarang harus menganalisis setiap istilah dalam pengumuman perusahaan dengan cermat, karena setiap kata dapat menyiratkan implikasi lebih lanjut untuk penjualan BTC di masa depan.

marsbit49m yang lalu

Limit Penjualan BTC oleh Strategy Jauh Melebihi $12.5 Miliar: Detail yang Diabaikan Pasar

marsbit49m yang lalu

Trading

Spot
活动图片