Dogecoin Spot ETF: Grayscale Files S-1 Form – Details

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-08-16Terakhir diperbarui pada 2025-08-16

Abstrak

Asset investment company Grayscale has now filed the Form S-1 with the US Securities and Exchange Commission (SEC) on its...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Asset investment company Grayscale has now filed the Form S-1 with the US Securities and Exchange Commission (SEC) on its application to offer investors a Dogecoin Spot ETF. This move comes as the securities regulator is expected to communicate its approval decision on the proposed ETF around mid-October 2025.

The Grayscale Dogecoin Trust (DOGE)

In February 2025, the SEC popularly acknowledged the 19-4b form by the New York Stock Exchange to list and trade Grayscale Dogecoin Trust as an exchange-traded fund (ETF). In doing so, the Commission initiated a potential 240-day review of the application, during which the ETF sponsor, i.e., Grayscale, is expected to register the shares of the proposed product.

On August 15, 2025, the asset manager completed this crucial step with the submission of the Form S-1 registration statement for the Grayscale Dogecoin Trust. According to the content of the document, the proposed ETF is structured as a Delaware Statutory Trust, designed to give investors exposure to Dogecoin through a familiar investment vehicle without requiring them to hold or manage the cryptocurrency directly.

The trust issues shares that represent fractional undivided beneficial interests in its underlying Dogecoin holdings, with the value of each share closely tied to the market price of the asset. As with spot ETFs, the Grayscale Dogecoin Trust is physically backed, meaning that every share issued corresponds to actual Dogecoin.

Meanwhile, Coinbase Custody Trust Company acts as the custodian, responsible for safeguarding the trust’s Dogecoin holdings, while Coinbase Inc. and the Bank of New York Mellon (BNY) act as prime broker and administrator/transfer agent of the trust, respectively. In addition, the Trust only accepts cash orders for share creation or redemption. Only authorized participants can create and redeem shares in exchange for the underlying asset, a mechanism designed to keep the share price aligned with the NAV.

DOGE Surges By 5% After Grayscale News

Following Grayscale’s Form S-1 submission, Dogecoin has recorded a 5% price increase, reaching a price point of $0.2334.This latest rally has strengthened the meme token’s bullish structure, pushing its monthly gains to 8.91%.

According to the price forecast site CoinCodex, general sentiment among DOGE investors remains bullish, with the Fear & Greed sitting around 60.

However, Coincodex analysts predict the current market uptick would be short-lived, with projections of $0.224 in five days, followed by a stronger rebound to $0.266 in one month. Meanwhile, their long-term projections tip the memcoin to trade around $0.268 in three months.

Dogecoin
DOGE trading at $0.23348 on the daily chart | Source: DOGEUSDT chart on Tradingview.com
Featured image from Pexels, chart from Tradingview
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Semilore Faleti works as a crypto-journalist at Bitconist, providing the latest updates on blockchain developments, crypto regulations, and the DeFi ecosystem. He is a strong crypto enthusiast passionate about covering the growing footprint of blockchain technology in the financial world.

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit1j yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit1j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手1j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto2j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片