Trump Signs Executive Order to Curb ‘Unfair Debanking’ in Crypto

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-08-08

In a move that marks a significant shift in federal banking oversight, U.S. President Donald Trump on Thursday signed an executive order aimed at preventing financial institutions from denying services to individuals or companies based on political or religious beliefs, a practice widely referred to as “debanking.” 

The order comes amid rising tensions between the crypto industry and federal regulators over alleged discriminatory banking practices.

The executive order directly addresses what the White House described as a pattern of unfair treatment toward the digital assets industry. “The digital assets industry has also been the target of unfair debanking initiatives,” a fact sheet from the White House stated. “These practices erode public trust in banking institutions and regulators, harm livelihoods, freeze payrolls, and impose significant financial burdens on law-abiding Americans.”

Central to the new order is the removal of “reputational risk” as a legitimate reason for enhanced regulatory scrutiny. The Federal Reserve has previously defined reputational risk as the “potential that negative publicity regarding an institution’s business practices, whether true or not, will cause a decline in the customer base, costly litigation, or revenue reductions.” While not specific to crypto, critics argue the term has been selectively used to justify restrictions on the sector.

The order directs federal regulators, including the Federal Reserve, Office of the Comptroller of the Currency (OCC), and Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), to stop using reputational risk as a component of supervision within 180 days. 

It also requires them to review banks under their purview for past or present discriminatory practices and refer relevant cases to the Justice Department for possible civil action.

“Most banks already have policies and procedures governing when they’ll decline to open an account or close accounts for existing customers, typically emphasizing things like money-laundering risk or solvency concerns. Today’s order puts increased pressure on those policies,” said David Sewell, a partner at law firm Freshfields.

The executive order is seen as a response to complaints from crypto firms and conservative groups who claim their accounts were unfairly shut down. Trump had previously promised to end what’s been dubbed “Operation Choke Point 2.0” — a term popularized by Castle Island Ventures co-founder Nic Carter in 2023, drawing parallels to a 2013 Department of Justice initiative that targeted high-risk industries such as payday lending and firearms sales.

Republican lawmakers welcomed the executive order, with House Financial Services Committee Chair French Hill stating that targeting individuals based on their political beliefs undermines the foundational freedoms of the United States and has no place in the financial system. He praised President Trump for taking decisive action to protect Americans from politically motivated financial discrimination.

Sen. Cynthia Lummis, R-Wyo., also praised the move. “Thanks to @POTUS’s leadership, now millions of Americans can secure their financial futures by including digital assets in their 401(k)s,” she said on X.

Banks, for their part, argue they don’t reject customers based on beliefs, but that inconsistent and subjective regulatory guidance has led to confusion. “It’s in banks’ best interest to take deposits, lend to and support as many customers as possible. Unfortunately, regulatory overreach, supervisory discretion and a maze of obscure rules have stood in the way,” said a joint statement from the Bank Policy Institute, American Bankers Association, Consumer Bankers Association, and Financial Services Forum.

The executive order is part of a broader push by conservatives to rein in federal regulators, especially after Trump claimed in a CNBC interview that JPMorgan Chase and Bank of America refused to take his deposits following his first term, a claim not substantiated with evidence. JPMorgan said it does not close accounts for political reasons, while Bank of America declined to comment on specific clients.

With Thursday’s action, federal agencies are now under a six-month deadline to re-evaluate policies, a move that could reshape banking access for the crypto sector and beyond.

Also Read: Trump’s WLFI Launches USD1 Points Program for Stablecoin Users



Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit11m yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit11m yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

Pasar kripto memasuki sesi kritis pada 3 Juli dengan kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total $2,13 miliar mencapai masa kadaluarsa. Data ini memberikan gambaran posisi investor di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Sekitar 31.000 opsi Bitcoin (nilai $1,9 miliar) dengan rasio put-call 0,70 dan titik maximum pain $61.000 telah kadaluarsa. Sementara itu, 135.000 opsi Ethereum (nilai $230 juta) kadaluarsa dengan rasio put-call 1,29 dan titik maximum pain $1.650. Rasio put-call Ethereum di atas 1 menunjukkan jumlah opsi jual (put) lebih banyak daripada opsi beli (call), mengindikasikan banyak trader melakukan lindung nilai atau bersikap defensif terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. Aktivitas kadaluarsa terkonsentrasi di sekitar level eksposur gamma kunci, yaitu $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum. Meskipun Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $60.000, sentimen pasar tetap terbagi. Pemulihan belum tentu menandai awal rebound berkelanjutan. Secara keseluruhan, data menunjukkan trader tetap waspada memasuki kuartal ketiga. Posisi defensif Ethereum dan konsentrasi aktivitas lindung nilai mengisyaratkan banyak peserta pasar masih bersiap untuk volatilitas tinggi, alih-alih mengantisipasi kenaikan harga yang pasti. Perhatian investor juga mulai bergeser ke pasar keuangan tradisional dan aset seperti saham ter-tokenisasi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

TheNewsCrypto1j yang lalu

Ulasan Pedas|Mengapa 'Tech Lead' Terkenal Melikuidasi Bitcoinnya? Si 'Jagoan Investasi' Datang!

**Ringkasan dalam Bahasa Indonesia:** Artikel ini membahas tiga peristiwa terkini di dunia kripto yang disajikan dalam format komentar tajam. 1. **Kekalahan Tech Lead oleh Leverage:** Patrick Shyu, mantan Tech Lead Google dan Meta, mengungkapkan dalam video viral bahwa ia mengalami kerugian besar dan terpaksa menjual seluruh Bitcoin miliknya setelah harga turun dari $120.000 menjadi $60.000. Penyebab utamanya adalah penggunaan leverage yang terlalu tinggi. Ia mengkritik bahwa pasar diperdagangkan berdasarkan perhatian (bukan fundamental), Bitcoin kehilangan sorotan karena demam AI, dan terdapat risiko struktural seperti kendali kode inti oleh sedikit orang serta ancaman komputasi kuantum. Namun, ia tetap optimis jangka panjang untuk Bitcoin. 2. **"Investment Genius" Michael Saylor:** Sebuah meme di Reddit menggambarkan Michael Saylor (CEO MicroStrategy) sebagai "investment genius" yang dengan percaya diri terus mengakumulasi Bitcoin, sambil membandingkannya dengan investor biasa. Postingan ini menyoroti perbedaan strategi dan keyakinan yang ekstrem di pasar. 3. **Trump dan "Trump Coin":** Laporan keuangan dari Gedung Putih mengungkap bahwa Donald Trump menghasilkan setidaknya $1.4 miliar dari kripto pada tahun pertamanya kembali menjabat. Namun, di sisi lain, "Trump Coin" (mata uang kripto yang terkait dengannya) anjlok 97%, menyebabkan kerugian besar bagi banyak investor. Insiden ini menimbulkan kritik bahwa Trump memanfaatkan pengaruhnya untuk keuntungan pribadi, sementara pendukungnya dirugikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa minggu ini diwarnai oleh refleksi, candaan di internet, dan realita perbedaan keuntungan yang tajam di pasar kripto yang bergejolak.

Foresight News1j yang lalu

Ulasan Pedas|Mengapa 'Tech Lead' Terkenal Melikuidasi Bitcoinnya? Si 'Jagoan Investasi' Datang!

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli ORDER

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Orderly (ORDER) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Orderly (ORDER) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Orderly (ORDER) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Orderly (ORDER) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Orderly (ORDER)Lakukan trading Orderly (ORDER) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

361 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ORDER

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ORDER (ORDER) disajikan di bawah ini.

活动图片