Ripple Flamed By Caitlin Long: ‘XRP Is Doomed, Banks Don’t Trust It’

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-08-06Terakhir diperbarui pada 2025-08-07

Abstrak

Caitlin Long, founder and CEO of Custodia Bank, delivered one of the harshest assessments yet of Ripple and the XRP...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Caitlin Long, founder and CEO of Custodia Bank, delivered one of the harshest assessments yet of Ripple and the XRP ecosystem in a recent episode of the Gold Goats ‘n Guns podcast, calling into question the project’s credibility, tokenomics, and long-term viability in institutional finance. In a sweeping critique, Long stated bluntly: “It’s not going to take over. If it were going to take over, it would have taken over a long time ago.”

Caitlin Long Slams Ripple And XRP

The conversation began with a reference to growing speculation that Ripple might be among the blockchain networks “blessed” by regulators to handle tokenized financial infrastructure. But Long pushed back hard on that narrative, saying the idea “overstates how important that network is.”

According to Long, the core issue lies in Ripple’s structural legacy. “The banks have always been suspicious of it,” she said, citing what she described as the project’s centralized architecture and flawed tokenomics. “It is a centralized network and the tokenomics are backwards.” She argued that the XRP supply model — rooted in a massive pre-mine and upfront fundraising — has permanently damaged institutional trust. “The people who extracted money up front are never going to be trusted because everybody is going to look and think that anything they do is an exit scam to try to dump on retail.”

For Long, the contrast with Bitcoin and Ethereum is stark. “The most effective tokenization platforms are the ones where there was no money up front or very little money up front,” she explained. “That’s Bitcoin and Ethereum.”

Long also interpreted Ripple’s recent pivot — with the company now launching its own regulated stablecoin — as a tacit admission of failure. “Instead of trying to sell that into the banking industry, they’re getting their own regulated financial institutions and trying to issue a stablecoin,” she said. “That’s kind of, in some ways, an admission that the base layer blockchain didn’t get the adoption they were looking for.”

Her comments come amid Ripple’s continued push into institutional markets, including efforts to obtain a US bank charter and launch a US dollar stablecoin. While these moves have been celebrated in some circles as signs of maturity and strategic adaptation, Long framed them as a fallback, noting that the original promise — to become a foundational layer for interbank settlement — had clearly not materialized. “The base layer network is not going to become the base layer of replacing SWIFT,” she said.

She also pointed to the legal and regulatory drag Ripple faced over the past several years, including the SEC’s long-running lawsuit against the company for allegedly conducting an unregistered securities offering. “That hamstrung them,” she said, while acknowledging that Ripple wasn’t alone in suffering under the Biden administration’s broader crackdown on crypto: “It didn’t hurt Ripple as much as the Fed hurt us… Everybody who was targeted by the Biden administration was hurt to varying degrees.”

When asked what network the US Treasury is most likely to choose for tokenizing US Treasuries, Long was unequivocal: “They’re not going to use Ripple. They’re going to use Ethereum. They may use Bitcoin, but the Bitcoin layer twos are not mature enough for something like that.” She cited Ethereum’s technical maturity and infrastructure readiness as the decisive factors.

XRP Community Reacts

The backlash from the XRP community was swift and furious. Prominent community figure Crypto Eri called the remarks “ugly tribalism,” accusing Long of conflating Ripple with the XRP Ledger, and failing to distinguish between a centralized company and a decentralized protocol. “The entire blockchain community should be deeply disappointed,” she wrote.

Digital Asset Investor, another well-known XRP supporter, tagged Ripple executives directly, suggesting the company was still on track to achieve regulatory breakthroughs. Ashley Prosper went even further, alleging that Long’s criticism may stem from frustration over Custodia Bank’s lack of a Federal Reserve master account: “Sounds like Caitlin Long is mad that Ripple will get their Fed master account before Custodia Bank.”

But Long’s criticism was not offhanded nor casual — it was pointed and rooted in her long-standing perspective on what makes blockchain infrastructure bank-grade. For her, trust, decentralization, and long-term neutrality are prerequisites — and XRP, in her view, fails on all three.

“Ripple’s been at this longer than almost anybody else and they haven’t made a lot of progress,” Long concluded. “It’s really that simple.”

At press time, XRP traded at $2.94.

XRP price
XRP price, 1-day chart | Source: XRPUSDT on TradingView.com
Featured image created with DALL.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Jake Simmons has been a Bitcoin enthusiast since 2016. Ever since he heard about Bitcoin, he has been studying the topic every day and trying to share his knowledge with others. His goal is to contribute to Bitcoin's financial revolution, which will replace the fiat money system. Besides BTC and crypto, Jake studied Business Informatics at a university. After graduation in 2017, he has been working in the blockchain and crypto sector. You can follow Jake on Twitter at @realJakeSimmons.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Lewatkan Sebuah Era yang Hebat

**Intisari Pidato Dan Bin: Jangan Lewatkan Era Hebat (Generasi AI)** Pada 29 Juni, Dan Bin, Chairman Dongfang Harbor, menyampaikan pidato bertajuk "Jangan Lewatkan Era Hebat" di forum strategis Gelonghui. **Inti Argumen:** Daripada mengkhawatirkan gelembung jangka pendek di pasar AI, risiko terbesar adalah justru **kehilangan keseluruhan era teknologi ini.** AI dipandang sebagai gelombang disruptif yang lebih dahsyat daripada era elektronik, internet, dan mobile internet. **Perspektif Utama:** 1. **Siklus Industri Panjang:** Kemajuan teknologi, bukan suku bunga atau faktor makro jangka pendek, adalah pendorong utama pertumbuhan pasar. Era AI diperkirakan akan memiliki siklus panjang, berpotensi mengikuti ritme era internet (sekitar 10 tahun). Titik kritis risiko dapat muncul sekitar tahun 2033 (dihitung sejak peluncuran ChatGPT akhir 2022), bukan hanya dalam 3-4 tahun. 2. **Visi Peradaban "Kehidupan Silikon":** Dari sudut pandang peradaban jangka panjang, kecerdasan berbasis silikon (AI) memiliki kemungkinan besar untuk menggantikan atau menjadi tenaga produktif dominan dibandingkan kehidupan berbasis karbon (manusia), terutama untuk kelangsungan peradaban di masa depan yang sangat jauh. 3. **Persaingan Global & Aturan Baru:** Kompetisi AI antara AS dan Tiongkok dianggap sangat krusial sehingga tidak ada pihak yang boleh kalah. AI juga mengubah aturan perang, seperti terlihat dalam konflik terkini. 4. **Pelajaran dari Sejarah Investasi:** Dan Bin mengutip "penyesalan" figur seperti Charlie Munger yang melewatkan peluang besar di perusahaan teknologi (misalnya Microsoft) sebagai pengingat akan pentingnya memperluas batas kognitif dalam berinvestasi. **Kesimpulan & Seruan:** Investasi harus fokus pada penyebab utama (teknologi) dan menghormati inovasi serta common sense pasar. Di tengah fluktuasi jangka pendek, penting untuk menjaga perspektif jangka panjang. Kita hidup di era transformatif yang istimewa. Jangan biarkan keraguan dan pandangan sempit membuat kita melewatkan era besar yang penuh kemungkinan ini. "Gelombang tidak pernah mengalir mundur. Roda zaman bergerak maju tanpa suara... Jangan lewatkan era agung yang penuh gejolak dan milik kita ini."

marsbit10m yang lalu

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Lewatkan Sebuah Era yang Hebat

marsbit10m yang lalu

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Sia-siakan Era yang Hebat Ini

Dalam pidato bertajuk "Jangan Lewatkan Era yang Hebat" pada Konferensi Strategi "2026 – All in Era Silikon Baru" Glonghui, ketua Dongfang Harbor, Dan Bin, menekankan pentingnya menyikapi era kecerdasan buatan (AI) dari perspektif siklus industri jangka panjang. Ia berpendapat bahwa risiko kehilangan peluang di era AI jauh lebih besar daripada kekhawatiran atas gelembung jangka pendek. Menurut Dan Bin, kemajuan teknologi, bukan suku bunga atau kebijakan makro, adalah pendorong utama pertumbuhan pasar modal jangka panjang. Era AI, yang dimulai dengan peluncuran ChatGPT akhir 2022, dinilainya lebih mengganggu dan transformatif dibandingkan era elektronik, internet, atau ponsel. Ia memprediksi siklus industri AI kemungkinan akan berlangsung sekitar sepuluh tahun, dengan titik risiko potensial sekitar tahun 2033. Dari sudut pandang peradaban, Dan Bin menyatakan bahwa kehidupan berbasis silikon (AI/robot) pada akhirnya akan menggantikan atau mendominasi kehidupan berbasis karbon (manusia) sebagai kekuatan produktif utama, terutama untuk kelangsungan peradaban dalam skala waktu kosmik yang sangat panjang. Ia juga menyingkat persaingan AI antara AS dan Tiongkok, menyatakan kedua negara tidak akan mengalah karena implikasi strategisnya, termasuk dalam peperangan. Sambil merefleksikan "penyesalan" Warren Buffett dan Charlie Munger yang melewatkan saham teknologi seperti Microsoft, Dan Bin menekankan perlunya investor memperluas batas kognitif dan berfokus pada penyebab utama. Pidato ditutup dengan seruan untuk tetap tenang, menjaga perspektif luas, dan merangkul peluang yang ditawarkan era transformatif ini, karena melewatkannya akan menjadi kerugian besar.

链捕手16m yang lalu

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Sia-siakan Era yang Hebat Ini

链捕手16m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli T

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Threshold Network Token (T) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Threshold Network Token (T) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Threshold Network Token (T) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Threshold Network Token (T) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Threshold Network Token (T)Lakukan trading Threshold Network Token (T) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

913 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli T

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga T (T) disajikan di bawah ini.

活动图片