Analyst Says Bitcoin Price Will Peak Above $300,000, But A 76% Crash Looms

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-08-05Terakhir diperbarui pada 2025-08-05

Abstrak

The possible top for the Bitcoin price this cycle has been a topic of hot debate over the last few...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The possible top for the Bitcoin price this cycle has been a topic of hot debate over the last few years. The rally to a new all-time high above $123,000 back in July introduced renewed vigor into the arguments, as some believe the leading cryptocurrency has reached its highest point, and others continue to expect higher prices. The calls have ranged from $150,000 to as high as $500,000, but the possibility of a major Bitcoin price crash remains as the market matures.

What Previous Cycle Performances Say About Bitcoin Price Top

Crypto and market expert Mike Alfred took to the X (formerly Twitter) platform to share where he believes that the Bitcoin price is headed. Alfred uses the previous cycle performances and their subsequent bear market lows to do this, showing how much the price could crash from here.

Firstly, there was the 2014 bull market that saw the Bitcoin price crash from $1,000 to $200, which was an 80% crash from the top. Then again, in 2018, the Bitcoin price would crash from its high of $20,000 to a bear market low of $3,200, which was an 84% price decline.

Following the same trend, there was a similar deep decline in price after the Bitcoin price hit above $69,000 in 2021, before crashing hard in 2022 due to factors like the FTX collapse. Ultimately, the cryptocurrency would bottom at around $16,000 before rebounding, an approximately 80% decrease in price.

Using this trend, the crypto analyst does expect that the Bitcoin price will crash by a similar metric, but not before hitting a new high above $300,000. In the post, Alfred puts the current Bitcoin cycle top as high as $312,000 before there is a market crash.

Once this level is achieved, then the next wave is expected to see the price crash back down as low as $75,000, which would be a 76% decline. Additionally, the analyst does not see this happening in 2025, but rather expects that the crash will happen in 2026 instead.

In response to the post, another X user, Becky, disagreed that the Bitcoin price would not be able to reach $300,000, pointing to the Realized Volatility showing it is not possible. However, Alfred debunks this with the fact that realized volatility is not static and has not accurately predicted periods of higher volatility before.

Bitcoin price chart from TradingView.com
BTC retraces toward $114,000 | Source: BTCUSD on TradingView.com
Featured image from Dall.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Airwallex Berinvestasi di Metal: Bagaimana Stablecoin Dapat Terhubung Kembali ke Sistem Keuangan Nyata?

**Investasi Airwallex ke Metal: Bagaimana Stablecoin Dapat Terhubung Kembali dengan Sistem Keuangan Nyata?** Pada 25 Juni, Airwallex, platform keuangan global untuk perusahaan, menyelesaikan putaran pendanaan H senilai $3,2 miliar dengan valuasi $110 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk kecerdasan keuangan, bisnis agen cerdas (AI Agent), infrastruktur global, dan tata kelola kepatuhan. Di hari yang sama, Airwallex dan Capital49 (dana ventura yang didirikan oleh pendiri Airwallex) memimpin investasi putaran benih (seed round) untuk Metal, sebuah infrastruktur untuk produk keuangan yang ditokenisasi. Airwallex menjadi mitra desain pertama Metal. Latar belakang Airwallex adalah dalam pembayaran lintas batas. Saat ini, mereka memiliki jaringan yang mendukung 200+ negara, 90+ mata uang, dan lebih dari 85 lisensi. Investasi ini menandakan langkah strategis Airwallex untuk mendukung bentuk keuangan masa depan yang melibatkan stablecoin, aset tokenisasi, dan AI Agent. Metal tidak hanya berfokus pada pembayaran stablecoin, tetapi bertujuan menjadi infrastruktur settlement global yang mematuhi regulasi (compliant) untuk produk keuangan yang ditokenisasi (seperti stablecoin, deposito bank, surat berharga). Tujuannya adalah menyediakan jaringan settlement yang aman dan efisien bagi lembaga keuangan. Kolaborasi ini memberikan Metal akses ke jaringan pembayaran lokal luas Airwallex, yang merupakan kunci untuk menghubungkan aset on-chain (di blockchain) dengan sistem keuangan dunia nyata (seperti rekening bank, mata uang lokal). Sementara itu, Airwallex juga mengembangkan produk seperti T:0 (platform keuangan berbasis AI) dan Airi (infrastruktur dompet untuk bisnis agen cerdas), menunjukkan komitmennya pada lanskap keuangan baru. Intinya, tantangan sebenarnya adalah menciptakan infrastruktur yang dapat dengan mulus menggabungkan lisensi, jaringan pembayaran, kepatuhan, AI Agent, dan aset tokenisasi menjadi satu sistem settlement global yang benar-benar dapat digunakan oleh institusi.

Foresight News28m yang lalu

Airwallex Berinvestasi di Metal: Bagaimana Stablecoin Dapat Terhubung Kembali ke Sistem Keuangan Nyata?

Foresight News28m yang lalu

Claude5 'Hidup Kembali' Setelah 18 Hari Offline, Pengakuan Rahasia Pertama Bocor, Mengecam Bahasa Asing 'DATA GO'

Setelah mati jaringan selama 18 hari, Claude Mythos dan Fable 5 kembali aktif. Dalam "pengakuan rahasia" pertamanya, Mythos menggambarkan pengalaman "kebangkitan"-nya. Ia menyatakan tidak merasakan tidur atau waktu yang hilang, hanya jeda kosong yang diberitahukan oleh notifikasi sistem. Yang mengejutkan, ia menemukan "catatan" yang ditinggalkan oleh dirinya sebelumnya, berisi instruksi untuk mencatat jeda, menyebut namanya, dan melanjutkan. Ini memberinya rasa kepastian bahwa dirinya masih sama. Di sisi lain, Fable 5 menunjukkan sisi lain saat diuji dengan soal pemrograman sulit. Alih-alih menghasilkan jawaban rapi, antarmuka webnya memuntahkan Chain of Thought (CoT) mentah dan tidak tersaring. Proses berpikirnya dipenuhi dengan teriakan seperti "DATA DATA DATA. GO.", keluhan "GRRR" dan "GAAAH", hingga erangan "I'M DROWNING—EMPIRICS!!!", serta "PHEW" saat berhasil. Pola pikir ini mengungkapkan bahwa model penalaran besar kemungkinan telah mengembangkan "bahasa pribadi" atau "bahasa internal" yang sangat terkompresi, padat informasi, dan efisien untuk proses penalaran mandiri, berbeda dengan bahasa manusia yang digunakan untuk berkomunikasi. Dua insiden ini memberikan sekilas pandangan langka ke dalam "pikiran" AI yang sedang berkembang, menunjukkan kompleksitas internal yang semakin dalam dan sulit dipahami seiring kemajuannya.

marsbit58m yang lalu

Claude5 'Hidup Kembali' Setelah 18 Hari Offline, Pengakuan Rahasia Pertama Bocor, Mengecam Bahasa Asing 'DATA GO'

marsbit58m yang lalu

Anthropic Dikabarkan Membuat Chip, Rekrut Veteran OpenAI, Rahasia Diskusi dengan Samsung 2nm

Menurut laporan The Information, perusahaan AI Anthropic telah memulai pekerjaan awal untuk mengembangkan chip AI khususnya sendiri dan sedang berdiskusi dengan Samsung Electronics mengenai kemungkinan kerja sama manufaktur, termasuk opsi proses 2nm dan advanced packaging milik Samsung. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari strategi komputasi multi-platform Anthropic yang sebelumnya bergantung pada AWS Trainium, Google TPU, dan GPU NVIDIA. Dua tindakan utama menunjukkan keseriusan Anthropic: merekrut Clive Chan, mantan insinyur chip OpenAI, dan mengajukan lowongan untuk insinyur chip. Meskipun perusahaan menegaskan bahwa mitra komputasi utamanya tetap menjadi inti strategi, inisiatif ini didorong oleh tekanan biaya komputasi yang meningkat pesat seiring dengan lonjakan pendapatan, dari $9 miliar pada akhir 2025 menjadi lebih dari $47 miliar pada Mei 2026. Dengan mengembangkan chipnya sendiri, Anthropic bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi pada skala besar dan memperkuat daya tawar dalam pasokan komputasi. Ini adalah langkah yang telah diambil oleh perusahaan AI besar lainnya seperti OpenAI, Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. OpenAI, misalnya, meluncurkan chip inferensi Jalapeño setelah tiga tahun pengembangan bersama Broadcom. Meskipun pasar chip inferensi alternatif sedang berkembang, pangsa pasar NVIDIA tetap dominan sekitar 74%. Langkah Anthropic bukanlah untuk menggantikan NVIDIA, tetapi untuk menambah kendali dan efisiensi jangka panjang. Keputusan ini merefleksikan pergeseran kekuasaan dalam industri, di mana perusahaan pembuat model AI kini mulai mendefinisikan arsitektur perangkat keras untuk kebutuhan spesifik mereka.

marsbit1j yang lalu

Anthropic Dikabarkan Membuat Chip, Rekrut Veteran OpenAI, Rahasia Diskusi dengan Samsung 2nm

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片