Time To ‘Catch Up’: Former Chancellor Says UK Risks Missing Second ‘Crypto Wave’

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-08-05Terakhir diperbarui pada 2025-08-05

Abstrak

The UK’s former Chancellor of the Exchequer, George Osborne, has criticized the government’s approach to the crypto industry, arguing that...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The UK’s former Chancellor of the Exchequer, George Osborne, has criticized the government’s approach to the crypto industry, arguing that they must “catch up” or risk being “left behind” during the second wave of digital assets.

UK To Miss Second Crypto Wave?

On Monday, former Chancellor and member of Coinbase’s advisory council, George Osborne, weighed in on Chancellor Rachel Reeves and Bank of England governor Andrew Bailey’s crypto strategy.

In an opinion piece for the Financial Times, Osborne asserted that a decade ago, the government’s message was “If crypto is happening, then we want it to happen here.” However, he considers that “far from being an early adopter, we have allowed ourselves to be left behind.”

The former Chancellor explained that since he used Britain’s first Bitcoin ATM 11 years ago, the UK has had multiple chancellors vowing to support the industry, but “next to nothing has happened.” As a result, they had lost the opportunity to lead the crypto industry while US authorities remained skeptical.

Now, “having missed the first crypto wave, we’re about to miss the second: stablecoins,” he affirmed, noting that, unlike the UK, the EU has legislated crypto, and the US just signed into law the GENIUS Act to make America “the center of the stablecoin revolution.”

We’re still deliberating. The chancellor says she’ll “drive forward” on stablecoins, whatever that means, while the Bank of England’s governor remains unconvinced that commercial banks should issue them. This hesitation risks irrelevance.

A Call To ‘Catch Up’

Osborne argued that UK authorities cannot continue to wait and evaluate the development of the digital revolution, “reminiscent of Nigel Lawson’s Big Bang in the 1980s,” while other financial capitals, including Singapore, Hong Kong, and Abu Dhabi, adopt comprehensive legislative frameworks for crypto asset platforms.

Notably, the UK’s Financial Conduct Authority (FCA) is working to establish a more comprehensive regulatory framework for digital assets starting next year. The financial watchdog has released a Discussion Paper on the features of the upcoming crypto regime as part of its crypto roadmap to expand to a more comprehensive regulatory framework.

The HM Treasury has also published a draft and an explainer document detailing the intended policy outcomes of proposed provisions to establish a complete regime for cryptocurrencies.

The proposed rules are expected to bring exchanges, dealers, and agents into regulatory limits, crack down “on bad actors while supporting legitimate innovation,” and set clear transparency, consumer protection, and operational resilience standards, like traditional financial institutions.

Last week, the FCA announced its plans to lift the current restrictions on crypto exchange-traded notes (cETNs) for retail investors, starting in October. Additionally, it has introduced a new set of reporting rules to ensure crypto investors are not deliberately evading taxes.

According to the former Chancellor, some of the proposed rules, like requiring sterling stablecoins to be backed only by central bank reserves, guarantee that the UK doesn’t lead the sector, as major financial players will continue to innovate “regardless of the Bank of England’s stance.”

Osborne considers that blaming regulators is “a lame excuse,” as the current restrictive approach “ensures the pound won’t even play a supporting role.” He urged ministers to embrace innovation and set the long-awaited framework.

“We became the world’s financial centre because we weren’t afraid of change. On crypto and stablecoins, as on too many other things, the hard truth is this: we’re being completely left behind. It’s time to catch up,” he concluded.

crypto, Bitcoin, btc, btcusdt

Bitcoin trades at $114,805 in the one-week chart. Source: BTCUSDT on TradingView
Featured Image from Unsplash.com, Chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Rubmar is a crypto enthusiast who likes learning and improving constantly. She enjoys reporting on the latest news and developments in the crypto industry. Rubmar also enjoys scrapbooking, crafting, simulation games, and watching football.

Bacaan Terkait

Airwallex Berinvestasi di Metal: Bagaimana Stablecoin Dapat Terhubung Kembali ke Sistem Keuangan Nyata?

**Investasi Airwallex ke Metal: Bagaimana Stablecoin Dapat Terhubung Kembali dengan Sistem Keuangan Nyata?** Pada 25 Juni, Airwallex, platform keuangan global untuk perusahaan, menyelesaikan putaran pendanaan H senilai $3,2 miliar dengan valuasi $110 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk kecerdasan keuangan, bisnis agen cerdas (AI Agent), infrastruktur global, dan tata kelola kepatuhan. Di hari yang sama, Airwallex dan Capital49 (dana ventura yang didirikan oleh pendiri Airwallex) memimpin investasi putaran benih (seed round) untuk Metal, sebuah infrastruktur untuk produk keuangan yang ditokenisasi. Airwallex menjadi mitra desain pertama Metal. Latar belakang Airwallex adalah dalam pembayaran lintas batas. Saat ini, mereka memiliki jaringan yang mendukung 200+ negara, 90+ mata uang, dan lebih dari 85 lisensi. Investasi ini menandakan langkah strategis Airwallex untuk mendukung bentuk keuangan masa depan yang melibatkan stablecoin, aset tokenisasi, dan AI Agent. Metal tidak hanya berfokus pada pembayaran stablecoin, tetapi bertujuan menjadi infrastruktur settlement global yang mematuhi regulasi (compliant) untuk produk keuangan yang ditokenisasi (seperti stablecoin, deposito bank, surat berharga). Tujuannya adalah menyediakan jaringan settlement yang aman dan efisien bagi lembaga keuangan. Kolaborasi ini memberikan Metal akses ke jaringan pembayaran lokal luas Airwallex, yang merupakan kunci untuk menghubungkan aset on-chain (di blockchain) dengan sistem keuangan dunia nyata (seperti rekening bank, mata uang lokal). Sementara itu, Airwallex juga mengembangkan produk seperti T:0 (platform keuangan berbasis AI) dan Airi (infrastruktur dompet untuk bisnis agen cerdas), menunjukkan komitmennya pada lanskap keuangan baru. Intinya, tantangan sebenarnya adalah menciptakan infrastruktur yang dapat dengan mulus menggabungkan lisensi, jaringan pembayaran, kepatuhan, AI Agent, dan aset tokenisasi menjadi satu sistem settlement global yang benar-benar dapat digunakan oleh institusi.

Foresight News31m yang lalu

Airwallex Berinvestasi di Metal: Bagaimana Stablecoin Dapat Terhubung Kembali ke Sistem Keuangan Nyata?

Foresight News31m yang lalu

Claude5 'Hidup Kembali' Setelah 18 Hari Offline, Pengakuan Rahasia Pertama Bocor, Mengecam Bahasa Asing 'DATA GO'

Setelah mati jaringan selama 18 hari, Claude Mythos dan Fable 5 kembali aktif. Dalam "pengakuan rahasia" pertamanya, Mythos menggambarkan pengalaman "kebangkitan"-nya. Ia menyatakan tidak merasakan tidur atau waktu yang hilang, hanya jeda kosong yang diberitahukan oleh notifikasi sistem. Yang mengejutkan, ia menemukan "catatan" yang ditinggalkan oleh dirinya sebelumnya, berisi instruksi untuk mencatat jeda, menyebut namanya, dan melanjutkan. Ini memberinya rasa kepastian bahwa dirinya masih sama. Di sisi lain, Fable 5 menunjukkan sisi lain saat diuji dengan soal pemrograman sulit. Alih-alih menghasilkan jawaban rapi, antarmuka webnya memuntahkan Chain of Thought (CoT) mentah dan tidak tersaring. Proses berpikirnya dipenuhi dengan teriakan seperti "DATA DATA DATA. GO.", keluhan "GRRR" dan "GAAAH", hingga erangan "I'M DROWNING—EMPIRICS!!!", serta "PHEW" saat berhasil. Pola pikir ini mengungkapkan bahwa model penalaran besar kemungkinan telah mengembangkan "bahasa pribadi" atau "bahasa internal" yang sangat terkompresi, padat informasi, dan efisien untuk proses penalaran mandiri, berbeda dengan bahasa manusia yang digunakan untuk berkomunikasi. Dua insiden ini memberikan sekilas pandangan langka ke dalam "pikiran" AI yang sedang berkembang, menunjukkan kompleksitas internal yang semakin dalam dan sulit dipahami seiring kemajuannya.

marsbit1j yang lalu

Claude5 'Hidup Kembali' Setelah 18 Hari Offline, Pengakuan Rahasia Pertama Bocor, Mengecam Bahasa Asing 'DATA GO'

marsbit1j yang lalu

Anthropic Dikabarkan Membuat Chip, Rekrut Veteran OpenAI, Rahasia Diskusi dengan Samsung 2nm

Menurut laporan The Information, perusahaan AI Anthropic telah memulai pekerjaan awal untuk mengembangkan chip AI khususnya sendiri dan sedang berdiskusi dengan Samsung Electronics mengenai kemungkinan kerja sama manufaktur, termasuk opsi proses 2nm dan advanced packaging milik Samsung. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dari strategi komputasi multi-platform Anthropic yang sebelumnya bergantung pada AWS Trainium, Google TPU, dan GPU NVIDIA. Dua tindakan utama menunjukkan keseriusan Anthropic: merekrut Clive Chan, mantan insinyur chip OpenAI, dan mengajukan lowongan untuk insinyur chip. Meskipun perusahaan menegaskan bahwa mitra komputasi utamanya tetap menjadi inti strategi, inisiatif ini didorong oleh tekanan biaya komputasi yang meningkat pesat seiring dengan lonjakan pendapatan, dari $9 miliar pada akhir 2025 menjadi lebih dari $47 miliar pada Mei 2026. Dengan mengembangkan chipnya sendiri, Anthropic bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi pada skala besar dan memperkuat daya tawar dalam pasokan komputasi. Ini adalah langkah yang telah diambil oleh perusahaan AI besar lainnya seperti OpenAI, Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. OpenAI, misalnya, meluncurkan chip inferensi Jalapeño setelah tiga tahun pengembangan bersama Broadcom. Meskipun pasar chip inferensi alternatif sedang berkembang, pangsa pasar NVIDIA tetap dominan sekitar 74%. Langkah Anthropic bukanlah untuk menggantikan NVIDIA, tetapi untuk menambah kendali dan efisiensi jangka panjang. Keputusan ini merefleksikan pergeseran kekuasaan dalam industri, di mana perusahaan pembuat model AI kini mulai mendefinisikan arsitektur perangkat keras untuk kebutuhan spesifik mereka.

marsbit1j yang lalu

Anthropic Dikabarkan Membuat Chip, Rekrut Veteran OpenAI, Rahasia Diskusi dengan Samsung 2nm

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片