Институционалы впервые захватили 11% рынка биткоинов

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-28Terakhir diperbarui pada 2025-07-29

Под контролем институциональных инвесторов оказалось 11% от рыночной капитализации биткоина. Таким наблюдением в своем X поделился основатель инвестиционной платформы Capriole Investments Чарльз Эдвардс

Участников криптосообщества насторожила новость. Вот что не так с концентрацией крупного объема BTC в карманах институциональных инвесторов.

Чарльз Эдвардс обратил внимание на то, что ранее в истории криптосообщества еще никогда у институционалов не было такого количества биткоинов. По данным bitbo, под одни только торгуемые на бирже криптофонды на BTC выкуплено 1 483 500 биткоинов на $176,42 млрд, или 7,064% от эмиссии криптовалюты. На кошельках публичных компаний, властей стран и непубличных компаний еще свыше 8% от эмиссии BTC.

Количество биткоинов под контролем институционалов. Источник: Capriole Invest

Абсолютные лидеры по числу выкупленных биткоинов:

  • спотовый биткоин-ETF гиганта с Уолл-стрит BlackRock — iShares Bitcoin Trust с 738 011 BTC
  • MicroStrategy (Strategy) с 607 770 BTC

Подписчики Эдвардса обратили внимание на то, что концентрация такого объема биткоинов в руках небольшой группы крупных инвесторов противоречит идеям Сатоши Накамото, создателя BTC. Анонимный разработчик хотел дать людям независимый от банков и регуляторов финансовый инструмент. На деле же биткоин-инвесторы попали в зависимость от крупных инвесторов. Их интерес к BTC постепенно убивает децентрализацию криптовалюты.

На рынке развернулась дискуссия о том, как именно концентрация такого большого объема биткоинов в руках институционалов может повлиять на рынок. Аналитики Митчелл Аскью и Эрик Балчунас уверены в том, что интерес крупных инвесторов к крипте убьет криптозимы. Теперь, как они считают, рынок будет двигаться лишь вверх, с передышками на боковое движение.

С ними кардинально несогласен инвестор SunnyDecree. Он считает, что институционалы могут спровоцировать погружение рынка в жесткую криптозиму. Свою точку зрения он объяснил тем, что крупные инвесторы, как и ретейл, заинтересованы в фиксации профита. Веру в то, что институционалы будут бесконечно накапливать биткоины, он считает необоснованной.

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit2j yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit2j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手2j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片