U.S. Senate has ‘different ideas’ about crypto bill – Why it’s delaying progress

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-07-23Terakhir diperbarui pada 2025-07-25

Key Takeaways 

The crypto market structure bill could face a ‘long road ahead’ as the Senate diverges from the House-passed CLARITY Act. Will Congress pass it by September? 


The broader crypto market structure framework could take a little longer than expected, going by the recent updates at the U.S. Senate. 

According to Jake Chervinsky, legal chief of crypto-focused Variant Fund, the Senate has ‘different ideas’ on the market structure bill compared to the CLARITY Act passed by the House last week. 

“Not happening with CLARITY. The Senate has its own ideas about market structure, and so far, they are very different.”

CLARITY ActCLARITY Act

Source: X

He added that most people assumed that the CLARITY Act would pass smoothly in the Senate like the stablecoin bill, the GENIUS Act, did in the House.

According to him, this may not be the case, and a delay may be likely.

Senate diverges from House on key crypto bill

On the 22nd of July, the U.S. Senate Committee on Banking, Housing, and Urban Affairs released a draft proposal for a broader regulatory framework targeting digital assets.

While it draws from elements of the House-approved CLARITY Act, experts have highlighted significant differences between the two approaches.

Notably, the Senate draft introduces a new asset category—“ancillary” tokens—allowing issuers to self-certify.

The Senate’s draft proposal expands the SEC’s oversight and limits annual fundraising through Initial Coin Offerings (ICOs) to $75 million. 

This stands in contrast to the House’s CLARITY Act, which allows broader fundraising exemptions and places regulatory authority primarily with the CFTC, reducing the SEC’s role.

Jake Chervinsky, a policy expert, described the Senate’s approach as indicative of a “long road ahead” toward passing a unified crypto market structure bill.

Meanwhile, blockchain security firm TRM Labs pointed out two major differences: tougher anti-money laundering (AML) measures and a stronger focus on public-private partnerships. 

According to the firm, the next step will be for the Senate to collect stakeholder feedback before formally introducing the bill.

But TRM Labs noted that the hearings and mark-ups could happen this summer or extend to fall, adding that, 

“If the bill advances, lawmakers will need to conference with the House to reconcile differences between the Senate draft and the CLARITY Act.”

That said, Senate Committee on Agriculture is expected to release its discussion draft in September, noted reporter Eleanor Terret, quoting people familiar with the matter. 

Overall, the White House expects the market structure bill to be done and submitted to President Donald Trump by the end of September. It remains to be seen whether this deadline will be met. 

Share

Bacaan Terkait

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

Artikel ini membahas konsep "world model" (model dunia) dalam kecerdasan buatan (AI) yang saat ini banyak digunakan dengan makna berbeda-beda. Fei-Fei Li mengusulkan taksonomi fungsional untuk mengklarifikasi kekacauan ini. Berdasarkan siklus interaksi agen-dunia dalam POMDP (Partially Observable Markov Decision Process), ia mengategorikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan outputnya: 1. **Renderer (Perender):** Menghasilkan **observasi**, khususnya piksel yang ditujukan untuk mata manusia. Contohnya adalah model video seperti Sora atau sistem interaktif seperti Genie yang menghasilkan gambar berdasarkan input. Fokus utamanya adalah kesetiaan visual, bukan akurasi fisik. 2. **Simulator (Simulator):** Menghasilkan **state (keadaan)**, yaitu representasi dunia yang akurat secara geometri, fisika, dan dinamika. Simulator berfungsi sebagai landasan struktural untuk perhitungan, digunakan oleh profesional (arsitek, desainer) dan program komputer (robot, kendaraan otonom) untuk pelatihan dan pengujian. Contohnya adalah platform seperti NVIDIA Omniverse. 3. **Planner (Perencana):** Menghasilkan **tindakan**. Model ini menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil sebuah agen berdasarkan observasi dan tujuan. Ini menutup lingkaran persepsi-aksi. Contohnya adalah model visi-bahasa-aksi (VLA) dan model aksi dunia (World Action Models). Artikel menyoroti bahwa **simulator adalah kunci penghubung** yang paling penting namun kurang mendapat perhatian publik. Simulator bekerja pada tingkat geometri dan fisika yang mendasarinya, sehingga pemahamannya dapat diproyeksikan ke dalam piksel (untuk renderer) atau prediksi konsekuensi tindakan (untuk planner). Tren terpenting saat ini adalah peleburan batas antara ketiga kategori ini, didorong oleh kesadaran bahwa pengetahuan dasar tentang dunia yang dibutuhkan adalah sama. Tujuan akhirnya adalah model dunia terpadu yang dapat beralih di antara rendering, simulasi, dan perencanaan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini mendorong kemajuan menuju kecerdasan spasial, di mana mesin tidak hanya memahami bahasa tentang dunia, tetapi juga dapat memahami, membayangkan, bernalar, dan berinteraksi dengan dunia fisik itu sendiri.

marsbit44m yang lalu

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

marsbit44m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

Pembayaran lintas batas menggunakan stablecoin berkembang pesat, dengan teknologi yang matang, lingkungan regulasi yang membaik, dan volume transaksi yang meningkat. Meskipun lebih cepat, dapat diakses, dan andal, janji untuk biaya yang lebih murah belum sepenuhnya terwujud. Saat ini, pedagang valas sering mengenakan biaya 60-70 basis poin untuk pembayaran pemasok lintas batas, sementara stablecoin berpotensi menurunkannya menjadi 2-5 basis poin. Namun, kolam likuiditas yang dalam untuk mewujudkan penghematan ini belum terbangun secara masif. Menurut Imran Ahmad dari Bitso Business, keunggulan biaya masih teoritis hingga likuiditas institusional besar-besaran mengalir ke saluran ini. Hambatan adopsi utama adalah kepercayaan. Banyak bisnis memiliki hubungan lama dan tepercaya dengan pedagang valas tradisional, yang dianggap lebih dapat diandalkan meski lebih mahal. Peralihan akan terjadi secara bertahap seiring perbedaan harga yang semakin jelas dan generasi baru yang lebih terbuka. Perusahaan sukses seperti Caliza tidak berusaha menggantikan infrastruktur lama seperti SWIFT, melainkan melengkapinya. Mereka menggunakan stablecoin untuk kecepatan, tetapi tetap memanfaatkan sistem tradisional untuk memastikan keakuratan detail pembayaran yang kritis. Pertumbuhan Caliza yang konsisten (lebih dari 40% bulan-ke-bulan) menunjukkan kekuatan pendekatan hybrid ini. Masa depan industri ini akan ditentukan oleh tiga faktor kunci: lisensi, akses on/off-ramp mata uang fiat, dan likuiditas. Konsolidasi diperkirakan akan terjadi, di mana hanya perusahaan dengan fondasi kuat di ketiga area ini yang akan bertahan sebagai bisnis yang berkelanjutan, bukan sekadar perantara.

链捕手52m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

链捕手52m yang lalu

Trading

Spot
活动图片