World Liberty’s 3,473 Ethereum Purchase Sets Tone As Companies Pile Into Altcoin

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-24Terakhir diperbarui pada 2025-07-24

Abstrak

World Liberty Financial, a crypto venture linked to US President Donald Trump, has made another big move into Ethereum. The...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

World Liberty Financial, a crypto venture linked to US President Donald Trump, has made another big move into Ethereum. The group converted $13 million worth of USDC into 3,473 ETH, adding to its already large stash of the second-largest cryptocurrency by market cap.

The move pushes the platform’s total Ethereum holdings to 73,616 ETH—worth about $275 million based on current prices. This latest transaction continues a buying trend that’s gained attention over the past few months.

Aggressive Buying Pushes Unrealized Profits Over $33 Million

Data from Lookonchain shows that World Liberty Financial is sitting on an unrealized profit of more than $33 million. The project’s average entry price for Ethereum sits around $3,272. With ETH trading higher now, the bet appears to be paying off.

Last week, World Liberty also picked up over 3,000 ETH for $10 million. In May, they added another 1,580 ETH at a cost of $3.5 million. These steady acquisitions show a clear strategy: accumulate ETH and hold while prices climb.

On the market side, Ethereum has responded with more green candles. The token rose 2% in the last 24 hours, hitting a daily high of $3,763. Over the past week, ETH is up 20%. Over the last month, it’s gained 65%.

Whales Shift Their Appetite To Ethereum

World Liberty Financial is not alone in taking a deep plunge into Ethereum. SharpLink and Bitmine have also boosted their ETH positions. And BlackRock, the world’s largest asset manager, is said to be developing increasing interest in Ethereum, after establishing a strong presence in the Bitcoin arena.

ETHUSD now trading at $3,678. Chart: TradingView

The momentum has also fueled the emergence of Ether Machine, a $1.6 billion Ethereum-specific effort. That effort is backed by the likes of Pantera Capital, Archetype, Kraken, Blockchain.com, and Electric Capital.

All these moves set the scenario for Ethereum to be a leading option among the major players, not merely independent traders. The surging interest is driving ETH into the mainstream limelight.

Old Wallets Wake Up As Price Climbs

While new investors are buying in, older Ethereum holders are also stirring. Some dormant wallets recently moved vast amounts of the altcoin.

This type of movement is bound to attract notice. It’s not the money—it’s when. And with so many of the major players stepping in, even long-quiet holders may find this the time to do something.

Ethereum isn’t merely riding a wave of price activity. Institutions, funds, and political parties are stockpiling it, quietly transforming it into something bigger than another crypto token.

Featured image from Pexels, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

Artikel ini membahas konsep "world model" (model dunia) dalam kecerdasan buatan (AI) yang saat ini banyak digunakan dengan makna berbeda-beda. Fei-Fei Li mengusulkan taksonomi fungsional untuk mengklarifikasi kekacauan ini. Berdasarkan siklus interaksi agen-dunia dalam POMDP (Partially Observable Markov Decision Process), ia mengategorikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan outputnya: 1. **Renderer (Perender):** Menghasilkan **observasi**, khususnya piksel yang ditujukan untuk mata manusia. Contohnya adalah model video seperti Sora atau sistem interaktif seperti Genie yang menghasilkan gambar berdasarkan input. Fokus utamanya adalah kesetiaan visual, bukan akurasi fisik. 2. **Simulator (Simulator):** Menghasilkan **state (keadaan)**, yaitu representasi dunia yang akurat secara geometri, fisika, dan dinamika. Simulator berfungsi sebagai landasan struktural untuk perhitungan, digunakan oleh profesional (arsitek, desainer) dan program komputer (robot, kendaraan otonom) untuk pelatihan dan pengujian. Contohnya adalah platform seperti NVIDIA Omniverse. 3. **Planner (Perencana):** Menghasilkan **tindakan**. Model ini menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil sebuah agen berdasarkan observasi dan tujuan. Ini menutup lingkaran persepsi-aksi. Contohnya adalah model visi-bahasa-aksi (VLA) dan model aksi dunia (World Action Models). Artikel menyoroti bahwa **simulator adalah kunci penghubung** yang paling penting namun kurang mendapat perhatian publik. Simulator bekerja pada tingkat geometri dan fisika yang mendasarinya, sehingga pemahamannya dapat diproyeksikan ke dalam piksel (untuk renderer) atau prediksi konsekuensi tindakan (untuk planner). Tren terpenting saat ini adalah peleburan batas antara ketiga kategori ini, didorong oleh kesadaran bahwa pengetahuan dasar tentang dunia yang dibutuhkan adalah sama. Tujuan akhirnya adalah model dunia terpadu yang dapat beralih di antara rendering, simulasi, dan perencanaan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini mendorong kemajuan menuju kecerdasan spasial, di mana mesin tidak hanya memahami bahasa tentang dunia, tetapi juga dapat memahami, membayangkan, bernalar, dan berinteraksi dengan dunia fisik itu sendiri.

marsbit41m yang lalu

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

marsbit41m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

Pembayaran lintas batas menggunakan stablecoin berkembang pesat, dengan teknologi yang matang, lingkungan regulasi yang membaik, dan volume transaksi yang meningkat. Meskipun lebih cepat, dapat diakses, dan andal, janji untuk biaya yang lebih murah belum sepenuhnya terwujud. Saat ini, pedagang valas sering mengenakan biaya 60-70 basis poin untuk pembayaran pemasok lintas batas, sementara stablecoin berpotensi menurunkannya menjadi 2-5 basis poin. Namun, kolam likuiditas yang dalam untuk mewujudkan penghematan ini belum terbangun secara masif. Menurut Imran Ahmad dari Bitso Business, keunggulan biaya masih teoritis hingga likuiditas institusional besar-besaran mengalir ke saluran ini. Hambatan adopsi utama adalah kepercayaan. Banyak bisnis memiliki hubungan lama dan tepercaya dengan pedagang valas tradisional, yang dianggap lebih dapat diandalkan meski lebih mahal. Peralihan akan terjadi secara bertahap seiring perbedaan harga yang semakin jelas dan generasi baru yang lebih terbuka. Perusahaan sukses seperti Caliza tidak berusaha menggantikan infrastruktur lama seperti SWIFT, melainkan melengkapinya. Mereka menggunakan stablecoin untuk kecepatan, tetapi tetap memanfaatkan sistem tradisional untuk memastikan keakuratan detail pembayaran yang kritis. Pertumbuhan Caliza yang konsisten (lebih dari 40% bulan-ke-bulan) menunjukkan kekuatan pendekatan hybrid ini. Masa depan industri ini akan ditentukan oleh tiga faktor kunci: lisensi, akses on/off-ramp mata uang fiat, dan likuiditas. Konsolidasi diperkirakan akan terjadi, di mana hanya perusahaan dengan fondasi kuat di ketiga area ini yang akan bertahan sebagai bisnis yang berkelanjutan, bukan sekadar perantara.

链捕手48m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

链捕手48m yang lalu

Trading

Spot
活动图片