Celsius Secures Judge Approval To Pursue $4 Billion Lawsuit Against Tether

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-03Terakhir diperbarui pada 2025-07-03

Abstrak

A US bankruptcy judge has granted permission for Celsius Network, the bankrupt cryptocurrency lender, to pursue its lawsuit against Tether,...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

A US bankruptcy judge has granted permission for Celsius Network, the bankrupt cryptocurrency lender, to pursue its lawsuit against Tether, the issuer of the market’s largest stablecoin, USDT.

Celsius Alleges ‘Fire Sale’ Of BTC 

According to the filing, Celsius claims that it was in the process of preparing Bitcoin (BTC) to meet a collateral demand from Tether when Tether’s representatives insisted on immediate payment. 

This demand led to what Celsius describes as a “fire sale” of its collateral, resulting in the sale of 39,542.42 BTC. The company had transferred this amount to Tether as collateral in the 90 days leading up to its bankruptcy, which included various “top-up transfers” and new loan collateral.

The details of the case reveal that Celsius is seeking the return of approximately 57,428.64 BTC, valued at around $4 billion, in addition to claiming $100 million in damages for breach of contract. 

However, there is a notable discrepancy regarding the valuation of these Bitcoin transfers; while Celsius demands the return of the full amount, Tether’s own communications suggest that the value involved is only $2.4 billion.

Is Tether Preparing For Its Legal Defense?

In its legal arguments, Celsius has asserted that Tether’s actions reflect a broader “scheme to exploit the US cryptocurrency market,” which they believe could serve as a basis for jurisdiction in this case. 

Moreover, Celsius contends that the transfers made to Tether were preferential and should be scrutinized under bankruptcy law. They argue that the stablecoin issuer received more than it would have in a Chapter 7 liquidation, thus establishing a preference claim.

Tether, for its part, dismissed the lawsuit back in August 2024 as a “shake down,” asserting that Celsius was responsible for providing additional collateral as Bitcoin prices fluctuated. Tether maintains that their demands were justified and that Celsius’s mismanagement should not impose undue costs on them.

On Wednesday, Tether CEO Paolo Ardoino shared a brief video clip on the social media platform X, formerly known as Twitter, depicting a gladiator in a combat arena.

This could indicate that the company will defend itself against Celsius’ claims, which could result in a prolonged legal dispute between the two parties. However, Tether’s official statement on the matter is still pending.

Celsius
The daily chart shows the crypto market cap at $3.32 trillion. Source: Total on TradingView.com

In addition to the market’s regulatory developments, Bitcoin experienced a significant increase, nearing its record high of $111,800 reached in mid-May of this year. As of this writing, the market’s leading cryptocurrency trades at $108,689, representing a 3% price increase in the 24-hour time frame. 

However, BTC reached a three-week high of $109,800 earlier on Wednesday, but was unable to surpass its nearest resistance at the $110,000 mark.

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com 

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

宇树 Melaju Kencang Menuju IPO, Kejutan Sebenarnya Adalah Bagaimana Mereka Akan Menghabiskan 42 Miliar yang Diperoleh

Pada 6 Juli, Unicorn Dynamics (Yushu Technology) menyelesaikan proses registrasi IPO di pasar STAR (Science and Technology Innovation Board) China, menandai dirinya sebagai perusahaan robot humanoid pertama yang akan go public setelah pesaingnya, UBTech. Perusahaan ini berencana mengumpulkan dana sekitar RMB 4,2 miliar, yang akan digunakan untuk meningkatkan pengembangan model robot, pengembangan robot baru, dan membangun basis manufaktur baru. Perjalanan Yushu dimulai dari robot berkaki empat (robot dog), kemudian berkembang pesat ke pasar robot humanoid sejak 2023. Perusahaan ini terkenal karena kebijakan harga agresifnya, seperti robot humanoid G1 yang dimulai dari RMB 99.000 dan R1 seharga RMB 29.900, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan yang signifikan. Pada 2025, pendapatannya mencapai RMB 1,71 miliar dengan keuntungan bersih RMB 288 juta, mengirimkan lebih dari 5.500 unit robot humanoid. Meski mendominasi pasar robot berkaki empat global, Yushu menghadapi persaingan ketat di pasar robot humanoid dari pemain seperti UBTech, Tesla Optimus, dan 1X NEO. Tantangan utamanya ke depan adalah menemukan aplikasi skala besar selain robot berkaki empat, mempertahankan keunggulan harga sambil meningkatkan kinerja produk, serta mengembangkan kecerdasan em-bodied (embodied AI) untuk meningkatkan kemampuan "otak" robot. Analisis menunjukkan Yushu kemungkinan akan mengambil jalur "alat pengembangan + kasus percontohan industri", dengan produk berharga rendah untuk volume penjualan dan platform kinerja tinggi untuk pelatihan AI. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan mentransformasi pilot project, seperti uji coba di Bandara Haneda Tokyo, menjadi kontrak komersial berkelanjutan dan mereplikasinya di berbagai sektor industri. IPO ini adalah tiket masuk, tetapi pertarungan sesungguhnya di pasar robot humanoid yang sedang berkembang pesat baru saja dimulai.

marsbit1j yang lalu

宇树 Melaju Kencang Menuju IPO, Kejutan Sebenarnya Adalah Bagaimana Mereka Akan Menghabiskan 42 Miliar yang Diperoleh

marsbit1j yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

**Ringkasan: Mengungkap Aliran Modal Melalui Jaringan Mitra Open USD** Open USD diluncurkan dengan lebih dari 140 mitra pendiri dari berbagai sektor, membentuk aliansi luas yang justru lebih penting daripada teknologi tokennya sendiri. Kehadiran mereka mengindikasikan pergeseran paradigma: stablecoin tidak lagi dilihat sebagai produk proprietary, tetapi sebagai infrastruktur keuangan bersama yang kritis. **Motivasi Beragam di Balik Partisipasi:** * **Manajer Aset (BlackRock):** Mengincar hak mengelola cadangan (reserve) senilai miliaran dolar yang akan diinvestasikan dalam instrumen pasar uang, sumber pendapatan fee yang besar dan stabil. * **Merchant & Platform (Shopify):** Mencari solusi untuk mengurangi biaya transaksi (seperti interchange fee) sekaligus mendapatkan imbal hasil dari saldo tunai yang menganggur. * **Bank (Bank of New York Mellon, dll):** Bergerak defensif. Daripada kehilangan deposit ke stablecoin eksternal, lebih baik bergabung untuk mempertahankan peran dalam penitipan aset, penyelesaian transaksi, dan mendapatkan bagian dari pendapatan cadangan. * **Perusahaan Teknologi (Google, IBM):** Memperkirakan masa depan di mana pembayaran otomatis mesin-ke-mesin membutuhkan dolar yang dapat diprogram dan dikelola oleh aliansi terbuka, bukan satu perusahaan pesaing. * **Perusahaan Kripto (Ripple, Aave, MetaMask):** Menyediakan likuiditas lintas batas, pasar pinjaman, distribusi pengguna, dan penjagaan kepatuhan. Bergabung dengan aliansi arus utama ini adalah jalur legitimasi yang telah lama mereka kejar. * **Jaringan Pembayaran (Visa, Mastercard):** Meski stablecoin mengancam model biaya transaksi tradisional mereka, bergabung memungkinkan mereka tetap relevan dengan menawarkan layanan baru seperti penyelesaian dan anti-penipuan di "rel" baru ini. **Pesan Utama dari Daftar Mitra:** Daftar ini menunjukkan bahwa ketakutan untuk ditinggalkan dalam infrastruktur stablecoin masa depan mengalahkan keengganan untuk berbagi dengan pesaing. Ini adalah sinyal ancaman serius bagi pemain stablecoin independen seperti Circle dan Tether, karena calon klien utama mereka justru bersatu membangun alternatif bersama. Aliansi ini mencerminkan konsensus bahwa kepemilikan bersama atas infrastruktur stablecoin lebih menguntungkan daripada menyewanya dari pihak lain atau tidak memilikinya sama sekali.

Foresight News1j yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片