XRP Price Breaks Descending Channel With A $2.40 Target — Here’s The Roadmap

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-03Terakhir diperbarui pada 2025-07-03

Abstrak

Crypto analyst Egrag Crypto has predicted that the XRP price could rally to as high as $2.40 soon. He made...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Crypto analyst Egrag Crypto has predicted that the XRP price could rally to as high as $2.40 soon. He made this prediction based on the altcoin’s breakout above a descending channel and revealed what needs to happen next for it to reach this $2.40 target. 

XRP Price Eyes $2.40 With Breakout Above Descending Channel

In an X post, Egrag Crypto stated that the XRP price has broken above the descending channel at $2.2. He further remarked that the altcoin now needs to break another descending channel at $2.2962. Once that happens, the analyst declared that the target will be for the token to close above $2.40. 

His accompanying chart showed that a successful close above $2.40 would put higher targets, such as $2.55, $2.71, and $2.88, within sight for the altcoin. This could pave the way for the altcoin to reclaim the psychological $3 level and aim for a new all-time high (ATH). The analyst also recently highlighted a ‘W’ pattern, which confirmed that a new ATH was in sight. 

XRP
Source: Egrag Crypto on X

Egrag Crypto stated that the price targets with this bullish pattern are $15, $22, and $40, which represent the conservative, average, and optimistic targets, respectively. However, he urged market participants to take their initial capital at lower targets, starting around $6 to $7. He added that they should also secure profits along the way. 

XRP Needs To Hold Its Current Level To Stay Bullish

In an X post, crypto analyst CasiTrades declared that the XRP price needs to hold above $2.16 to stay bullish. She noted that after reaching the $2.30 resistance, the price wasn’t able to hold the $2.25 support level. Instead, the altcoin is now pulling back to retest the top of the consolidation between $2.18 and $2.16.

 CasiTrades affirmed that this isn’t a breakdown, at least not yet, but that this test matters. The analyst explained that this is a critical zone and that holding above it keeps momentum intact. It also confirms that the XRP price is still in a breakout move, not just backfilling a structure. She added that this price action is very common, with a breakout, rejection, quick retest, and then launch. However, for that to happen again, she again stated that $2.16 needs to hold. 

If the XRP price fails to hold above $2.16, the crypto analyst warned that it risks a deeper downside and a broader trend reset. This then opens the door for token to drop to the $1.90 support. On the other hand, she claimed that XRP simply needs to flip $2.25 to support, and then the altcoin is set for “$2.69, $3.04, and beyond.”

At the time of writing, the XRP price is trading at around $2.19, down in the last 24 hours, according to data from CoinMarketCap.

XRP
XRP trading at $2.18 on the 1D chart | Source: XRPUSDT on Tradingview.com
Featured image from Getty Images, chart from Tradingview.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Tiger Research: Tiga Strategi bagi Lembaga Keuangan untuk Mengikuti Gelombang Tokenisasi

Laporan Tiger Research menekankan bahwa pasar tokenisasi aset dunia nyata tumbuh pesat, tetapi banyak wilayah hukum belum memiliki kerangka peraturan yang matang. Lembaga keuangan di yurisdiksi tersebut dihadapkan pada tiga pilihan strategis: menunggu regulasi domestik, bereksperimen dalam sandbox terbatas, atau masuk lebih dulu ke pasar luar negeri yang sudah matang. Sebelum masuk, institusi harus mempersiapkan enam aspek inti: pemilihan yurisdiksi, perolehan lisensi, definisi aset, target investor, mekanisme penyelesaian, dan pengaturan operasional. Ada dua jalur utama: masuk langsung ke yurisdiksi dengan regulasi matang (seperti Hong Kong, Singapura, atau AS) atau mengadopsi jalur native-on-chain yang memanfaatkan platform berlisensi untuk mengurangi hambatan masuk. Jalur native-on-chain, seperti yang digunakan Ondo Global dan Plume Nest, memungkinkan masuk cepat dengan cakupan luas dan potensi akses ke likuiditas DeFi, meski kompleksitas desain strukturnya lebih tinggi. Intinya, tokenisasi bukanlah sihir; ini adalah proses yang membutuhkan ketepatan tinggi. Daripada menunggu kerangka regulasi sempurna, lembaga keuangan harus segera bertindak, merencanakan jalur yang layak, dan mengumpulkan pengalaman operasional nyata. Pasar tidak akan menunggu. Persiapan untuk bisnis offshore membutuhkan waktu 6-12 bulan, dan tinjauan hukum menjadi hambatan utama. Namun, kunci sukses terletak pada menyelesaikan proses penjualan yang lengkap, bukan hanya desain teknis.

Foresight News15m yang lalu

Tiger Research: Tiga Strategi bagi Lembaga Keuangan untuk Mengikuti Gelombang Tokenisasi

Foresight News15m yang lalu

宇树 Melaju Kencang Menuju IPO, Kejutan Sebenarnya Adalah Bagaimana Mereka Akan Menghabiskan 42 Miliar yang Diperoleh

Pada 6 Juli, Unicorn Dynamics (Yushu Technology) menyelesaikan proses registrasi IPO di pasar STAR (Science and Technology Innovation Board) China, menandai dirinya sebagai perusahaan robot humanoid pertama yang akan go public setelah pesaingnya, UBTech. Perusahaan ini berencana mengumpulkan dana sekitar RMB 4,2 miliar, yang akan digunakan untuk meningkatkan pengembangan model robot, pengembangan robot baru, dan membangun basis manufaktur baru. Perjalanan Yushu dimulai dari robot berkaki empat (robot dog), kemudian berkembang pesat ke pasar robot humanoid sejak 2023. Perusahaan ini terkenal karena kebijakan harga agresifnya, seperti robot humanoid G1 yang dimulai dari RMB 99.000 dan R1 seharga RMB 29.900, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan yang signifikan. Pada 2025, pendapatannya mencapai RMB 1,71 miliar dengan keuntungan bersih RMB 288 juta, mengirimkan lebih dari 5.500 unit robot humanoid. Meski mendominasi pasar robot berkaki empat global, Yushu menghadapi persaingan ketat di pasar robot humanoid dari pemain seperti UBTech, Tesla Optimus, dan 1X NEO. Tantangan utamanya ke depan adalah menemukan aplikasi skala besar selain robot berkaki empat, mempertahankan keunggulan harga sambil meningkatkan kinerja produk, serta mengembangkan kecerdasan em-bodied (embodied AI) untuk meningkatkan kemampuan "otak" robot. Analisis menunjukkan Yushu kemungkinan akan mengambil jalur "alat pengembangan + kasus percontohan industri", dengan produk berharga rendah untuk volume penjualan dan platform kinerja tinggi untuk pelatihan AI. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan mentransformasi pilot project, seperti uji coba di Bandara Haneda Tokyo, menjadi kontrak komersial berkelanjutan dan mereplikasinya di berbagai sektor industri. IPO ini adalah tiket masuk, tetapi pertarungan sesungguhnya di pasar robot humanoid yang sedang berkembang pesat baru saja dimulai.

marsbit1j yang lalu

宇树 Melaju Kencang Menuju IPO, Kejutan Sebenarnya Adalah Bagaimana Mereka Akan Menghabiskan 42 Miliar yang Diperoleh

marsbit1j yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

**Ringkasan: Mengungkap Aliran Modal Melalui Jaringan Mitra Open USD** Open USD diluncurkan dengan lebih dari 140 mitra pendiri dari berbagai sektor, membentuk aliansi luas yang justru lebih penting daripada teknologi tokennya sendiri. Kehadiran mereka mengindikasikan pergeseran paradigma: stablecoin tidak lagi dilihat sebagai produk proprietary, tetapi sebagai infrastruktur keuangan bersama yang kritis. **Motivasi Beragam di Balik Partisipasi:** * **Manajer Aset (BlackRock):** Mengincar hak mengelola cadangan (reserve) senilai miliaran dolar yang akan diinvestasikan dalam instrumen pasar uang, sumber pendapatan fee yang besar dan stabil. * **Merchant & Platform (Shopify):** Mencari solusi untuk mengurangi biaya transaksi (seperti interchange fee) sekaligus mendapatkan imbal hasil dari saldo tunai yang menganggur. * **Bank (Bank of New York Mellon, dll):** Bergerak defensif. Daripada kehilangan deposit ke stablecoin eksternal, lebih baik bergabung untuk mempertahankan peran dalam penitipan aset, penyelesaian transaksi, dan mendapatkan bagian dari pendapatan cadangan. * **Perusahaan Teknologi (Google, IBM):** Memperkirakan masa depan di mana pembayaran otomatis mesin-ke-mesin membutuhkan dolar yang dapat diprogram dan dikelola oleh aliansi terbuka, bukan satu perusahaan pesaing. * **Perusahaan Kripto (Ripple, Aave, MetaMask):** Menyediakan likuiditas lintas batas, pasar pinjaman, distribusi pengguna, dan penjagaan kepatuhan. Bergabung dengan aliansi arus utama ini adalah jalur legitimasi yang telah lama mereka kejar. * **Jaringan Pembayaran (Visa, Mastercard):** Meski stablecoin mengancam model biaya transaksi tradisional mereka, bergabung memungkinkan mereka tetap relevan dengan menawarkan layanan baru seperti penyelesaian dan anti-penipuan di "rel" baru ini. **Pesan Utama dari Daftar Mitra:** Daftar ini menunjukkan bahwa ketakutan untuk ditinggalkan dalam infrastruktur stablecoin masa depan mengalahkan keengganan untuk berbagi dengan pesaing. Ini adalah sinyal ancaman serius bagi pemain stablecoin independen seperti Circle dan Tether, karena calon klien utama mereka justru bersatu membangun alternatif bersama. Aliansi ini mencerminkan konsensus bahwa kepemilikan bersama atas infrastruktur stablecoin lebih menguntungkan daripada menyewanya dari pihak lain atau tidak memilikinya sama sekali.

Foresight News2j yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

Foresight News2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片