Weekly Wrap: Circle IPO Buzz, Bitcoin’s $100K Dip, Trump Wallet Controversy and More

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-06-07Terakhir diperbarui pada 2025-06-07

The crypto world buzzed this week with Circle’s soaring IPO to Bitcoin’s brief $100,000 scare and a heated controversy tied to Trump’s wallet; the market pulsed with action. Here’s a closer look at what happened this week in crypto;

Top Stories This Week

Circle IPO Hits Market, Gains 168% on Debut

Circle, the issuer of the USDC stablecoin, electrified markets with its NYSE debut. It soared a staggering 168% from its $31 IPO price to close at $83 on its first day. The $1.06 billion offering, targeting a $7.2 billion valuation, drew heavy institutional interest, with BlackRock reportedly eyeing a 10% stake in the company. However, market analysts have turned skeptical on its sustainability, with them warning investors to not FOMO invest in Circle stock. 

Bitcoin Dipped to $100K After Trump-Elon Feud

The heated feud between President Trump and Elon Musk over a spending bill rattled crypto markets on June 6, with Bitcoin taking a sharp hit and dipping to $100K for the first time in nearly a month. The 3% drop caused heavy destruction in the crypto market, with millions liquidated in long positions. However, BTC swiftly rebounded to $105,000, bolstered by strong buying support and increasing institutional adoption.

Trump Wallet Sparks Controversy as Trump Family Denies Involvement

The announcement of a Trump-branded cryptocurrency wallet, dubbed the “$TRUMP Wallet,” ignited a firestorm of controversy this week as Donald Trump Jr., Eric Trump, and Barron Trump publicly disavowed any involvement. Promoted by Magic Eden and developers tied to a Trump Organization-linked entity as “The First and Only Crypto Wallet Backed by President Trump,” the project drew immediate backlash from the Trump family. The dispute caused market confusion while reflecting crypto’s sensitivity to political narratives.

Poland and South Korea Elect Pro-Bitcoin Presidents

In a landmark week for cryptocurrency, Poland and South Korea elected presidents with pro-Bitcoin stances, signaling a global shift toward crypto-friendly policies. Poland’s Karol Nawrocki, a nationalist historian backed by the Law and Justice party, won a tightly contested presidential election on June 1, 2025, with 50.9% of the vote. 

While in South Korea, left-leaning Lee Jae-myung secured the presidency on June 3, 2025, promising to legalize spot Bitcoin ETFs, ease crypto regulations, and explore a state-backed digital asset fund. The election of both these Bitcoin advocates renewed enthusiasm for this political tailwind, with users noting the potential for accelerated Bitcoin adoption. 

Ethereum ETFs Outpace Bitcoin Inflows for Second Week

The U.S. spot Ethereum exchange-traded funds (ETFs) have outshone their Bitcoin counterparts for the second consecutive week, drawing significant inflows amid market volatility. On June 6, Ethereum ETFs recorded $25.22 million in net inflows, contributing to a 15-day streak totaling $3.32 billion in cumulative net inflow since their July 2024 launch, with BlackRock’s ETHA leading at a 45% surge. Meanwhile, Bitcoin ETFs saw outflows of $326.26 million over Thursday and Friday, driven largely by the Trump-Musk feud. 

Crypto News You Might Have Missed 

Buzz of the Week

The market chatter in the crypto community buzzed around PumpFun, the Solana-based memecoin launchpad, with its potential plans to raise $1 billion through the PUMP token sale at a $4 billion valuation. 

The ambitious presale, aimed at expanding the platform’s meme coin ecosystem, drew polarized reactions: some hailed it as a game-changer for Solana’s growth, while others slammed it as a cash grab, citing 99.99% of users losing money on the platform. 

Top Gainers and Losers This Week

Gainers Losers
AB (AB): +27%DEXE (DeXe): -26%
SKY (Sky): +12%RAY (Raydium): -14%
SPX (SPX6900): +9%JUP (Jupiter): -13%
TRX (Tron): +7%VIRTUAL (Virtuals Protocol): -12%
ENA (Ethena): +6%TAO (Bittensor): -12%

What to Expect for Next Week?

The crypto market is poised for a dynamic week following May’s first week whirlwind of events, with Bitcoin’s record-low exchange reserves to Ethereum’s gaining traction. The Trump-Musk scuffle may fuel sell-offs in the market, but regulatory developments, such as the Genius Act (stablecoin bill), could drive overall optimism in the market. The current sentiment leans cautiously bullish, with U.S. economic indicators and global pro-crypto policies from Poland and South Korea as key catalysts. 



Bacaan Terkait

Dari Keuangan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Analisis Strategi 'Apa yang Tidak Boleh Dilakukan' Kongo

Dari Pembiayaan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Strategi "Apa yang Tidak Dilakukan" Cango Cango, perusahaan yang semula merupakan platform pembiayaan mobil di China, telah melakukan transformasi besar. Setelah go public di NYSE pada 2018, mereka beralih ke penambangan Bitcoin pada 2024 dengan mengakuisisi penambang senilai ratusan juta dolar. Kini, mereka masuk ke sektor kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan EcoHash, anak perusahaan untuk AI inference. Berbeda dengan banyak penambang yang beralih menyewakan daya ke penyedia cloud besar untuk pelatihan AI, Cango memilih strategi unik. Mereka fokus pada AI inference (penyimpulan) dengan memanfaatkan situs-situs penambangan skala kecil (10-50 MW) yang tersebar di seluruh dunia. Menurut perusahaan, situs-situs kecil ini, yang menguasai 70% daya di industri penambangan, tidak menarik bagi raksasa cloud namun sempurna untuk AI inference yang memerlukan kedekatan dengan pengguna untuk mengurangi latensi. Cango menyediakan perangkat lunak EcoLink untuk menghubungkan dan mengelola situs-situs ini, menawarkan keandalan dengan mengalihkan beban kerja jika satu situs mati. Mereka menargetkan klien seperti platform penyewaan GPU dan startup AI yang membutuhkan harga lebih kompetitif dibanding layanan cloud besar. Perusahaan tetap mempertahankan sebagian operasi penambangan Bitcoin (31.7 EH/s) sebagai mesin kas, sambil membersihkan utang dan mengumpulkan dana untuk ekspansi AI. Meski ada skeptisisme mengenai biaya transformasi dan gelembung AI, Cango yakin pada disiplin strategi "apa yang tidak dilakukan" mereka—menghindari persaingan langsung di pelatihan AI—dan memanfaatkan peluang di segmen AI inference yang terdistribusi.

Foresight News8m yang lalu

Dari Keuangan Mobil ke Bitcoin hingga Mesin AI: Analisis Strategi 'Apa yang Tidak Boleh Dilakukan' Kongo

Foresight News8m yang lalu

Laporan Goldman Sachs Membedah Peta Persaingan Model AI Besar Tiongkok: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang?

Laporan Goldman Sachs menganalisis persaingan model AI besar di Tiongkok, menyoroti titik balik historis dengan model open-source/berbobot terbuka yang kinerjanya mendekati model berpemilik global teratas. Laporan ini mengidentifikasi pola evolusi dari "momen efisiensi biaya DeepSeek tahun lalu ke momen kecerdasan model GLM Zhipu tahun ini". Dalam hal efisiensi, model Tiongkok mencapai kinerja hampir setara dengan biaya jauh lebih rendah, berkat inovasi arsitektur seperti MoE dan efisiensi parameter. Model seperti DeepSeek V4 Pro (1.6T parameter) dan GLM5.2 (0.7T) mengungguli dalam kemampuan pemrograman. Pasar terpolarisasi menjadi dua lapis: *pasar high-end* (contoh: GLM5.2, Qwen3.7 Max) dengan harga sekitar $1 per juta token dan margin kotor inferensi 10-20%, serta *pasar low-end* (harga serendah $0.06 per juta token) yang menargetkan UKM global. Pendapatan API/subskripsi diproyeksikan melonjak dari RMB 35 miliar (2026) menjadi RMB 879 miliar (2030). Strategi open-source mendorong adopsi luas tetapi membatasi monetisasi. Tren bergerak dari lisensi MIT gratis menuju model "bobot terbuka + lisensi komunitas" dengan bagi hasil untuk penggunaan komersial. Paradigma penggunaan global beralih dari "maksimalkan token" ke "utamakan ROI". Model Tiongkok mendapat porsi token yang tumbuh di pasar non-AS melalui platform seperti AWS Bedrock, dengan Microsoft mempertimbangkan menghosting DeepSeek di Copilot. Analisis posisi kompetitif Goldman Sachs menilai **Zhipu** dan **DeepSeek** paling kuat di model teks dasar, dengan keunggulan harga dan biaya. Di bidang multimodal/generasi video, **ByteDance** (Seedance) memimpin, diikuti Kuaishou (Kling) dan MiniMax. MiniMax pertahankan rating "beli" karena model M3-nya berada di kuadran maksimisasi ARR dengan harga menarik dan valuasi yang didiskon.

marsbit15m yang lalu

Laporan Goldman Sachs Membedah Peta Persaingan Model AI Besar Tiongkok: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang?

marsbit15m yang lalu

Limit Penjualan BTC oleh Strategy Jauh Melebihi $12.5 Miliar: Detail yang Diabaikan Pasar

Dari artikel yang diterjemahkan dari Bankless, terungkap bahwa rencana penjualan Bitcoin (BTC) oleh MicroStrategy jauh lebih besar daripada yang dipahami pasar sebelumnya. Meskipun perusahaan sebelumnya mengungkapkan kuota pembangunan cadangan sebesar $12,5 miliar, ini hanyalah satu dari beberapa "kolam dana" untuk memonetisasi BTC. Rencana monetisasi BTC MicroStrategy sebenarnya mencakup tiga tujuan utama: 1) Membangun cadangan dolar hingga $12,5 miliar, 2) Menutupi biaya dividen saham preferen dan bunga utang, dan 3) Mendanai program pembelian kembali saham hingga $20 miliar. Dengan demikian, total penjualan BTC yang secara eksplisit berbatas bisa melebihi $30 miliar. Yang lebih penting, penjualan BTC baru-baru ini senilai $216 juta untuk membayar dividen dan "mengisi ulang" cadangan ternyata tidak mengurangi kuota $12,5 miliar yang ditujukan untuk "membangun" cadangan. Perbedaan terminologi akuntansi antara "membangun" dan "mengisi ulang" ini memberi perusahaan lebih banyak fleksibilitas untuk menjual BTC di luar batas yang terlihat oleh pasar. Artikel ini menyimpulkan bahwa MicroStrategy telah berubah dari sekadar akumulator Bitcoin pasif menjadi semacam "dana lindung nilai yang dikelola secara aktif." Perusahaan sekarang aktif mengelola struktur modalnya yang kompleks—yang melibatkan saham biasa (MSTR), saham preferen, cadangan dolar, dan aset BTC—untuk menyeimbangkan berbagai tekanan dan kewajiban. Investor sekarang harus menganalisis setiap istilah dalam pengumuman perusahaan dengan cermat, karena setiap kata dapat menyiratkan implikasi lebih lanjut untuk penjualan BTC di masa depan.

marsbit15m yang lalu

Limit Penjualan BTC oleh Strategy Jauh Melebihi $12.5 Miliar: Detail yang Diabaikan Pasar

marsbit15m yang lalu

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

SK Hynix, produsen memori terkemuka asal Korea Selatan, telah mencatatkan diri di Nasdaq dengan penawaran umum perdana (IPO) senilai $265 miliar. Langkah ini mencatat rekor sebagai IPO terbesar oleh perusahaan asing di AS. Yang menarik, perusahaan ini sebenarnya tidak kekurangan dana, karena pada kuartal pertama tahun ini saja mereka meraih laba bersih sekitar $300 miliar dengan margin keuntungan mencapai 77%, bahkan melampaui Nvidia. Alasan utama di balik IPO ini bukanlah sekadar mengumpulkan modal, melainkan untuk mendapatkan penilaian ulang yang lebih tinggi dari pasar global. Di Bursa Efek Korea, SK Hynix diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PE) hanya sekitar 8x, jauh di bawah pesaingnya di AS seperti Micron Technology yang memiliki PE di atas 23x. Perbedaan ini mencerminkan "Korea Discount", sebuah fenomena diskon valuasi bagi perusahaan-perusahaan berkualitas yang terdaftar di Korea akibat likuiditas terbatas dan hambatan bagi investor global. SK Hynix mendominasi pasar HBM (High-Bandwidth Memory) global dengan pangsa 56.4%. Memori HBM adalah komponen kritis untuk mempercepat pelatihan model AI, menjadikannya pemain sentral dalam rantai pasokan AI, terutama untuk chip Nvidia. Namun, persaingan teknologi di era AI membutuhkan pendanaan yang sangat masif. Dengan transisi ke HBM4 yang memerlukan proses fabrikasi canggih dari pihak ketiga seperti TSMC, kebutuhan biaya modal menjadi jauh lebih besar. Dengan mendaftar di Nasdaq, SK Hynix membuka akses bagi dana pensiun global, reksa dana, dan investor institusional AS yang lebih luas. Ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan valuasi yang lebih tinggi guna mendanai ekspansi dan inovasi secara agresif. Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan pergeseran paradigma: dalam persaingan AI yang ketat, efisiensi modal dan akses ke pasar keuangan global menjadi sama pentingnya dengan keunggulan teknologi.

marsbit3j yang lalu

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片