Web3 Gaming Sees Massive 70% Fall in Funding—DappRadar Report

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-04-14Terakhir diperbarui pada 2025-04-14

Key Takeaways

  • Web3 gaming investment dipped by 71% in Q1 2025.
  • Despite funding drops, successful deals rose by 35%.
  • Investors are increasingly focused on infrastructure-heavy initiatives in the sector.

Once a multibillion-dollar sector that rode the highs of the 2021 bull run, the Web3 gaming industry is grappling with a slowdown in investment.

According to a recent DappRadar report , the sector has experienced a significant funding downturn, with total investment slumping by 71% in Q1 2025 compared to Q1 2024.

However, despite the financial cooling, a small percentage of investors remain engaged, albeit more cautiously.

A Decrease in Capital, but More Deals

Web3 gaming projects raised only $91 million in Q1 2025, a steep 68% year-over-year decline.

This marks a continuing trend of waning investor confidence, primarily attributed to the growing hype around artificial intelligence (AI) and real-world assets (RWA), which have shifted attention away from the once-popular blockchain gaming sector.

However, the DappRadar report also highlights a rise in the number of successful deals—a 35% increase just this quarter.

Despite the smaller checks being written, the increase in deal count reflects that investors are still actively participating, albeit with more selectivity.

A significant portion of the capital is being funneled into infrastructure-focused initiatives. Developers and investors are placing a premium on scalable, high-quality gaming experiences.

The focus now seems to be on building the technological foundation that could enable long-term growth rather than just flashy game releases.

This trend toward infrastructure investment aligns with the broader Web3 gaming industry’s focus on creating sustainable ecosystems that can support the growing demands of blockchain gaming.

Users Also Decline

In addition to funding slowing down, the blockchain gaming industry itself has seen a minor dip. Activity fell by 6% quarter-over-quarter, with daily unique active wallets (dUAW) registering 5.8 million, signaling a mild slowdown in player engagement.

Still, despite these challenges, several Web3 games continue to perform.

World of Dypians was among the top performers this quarter, recording the highest number of daily active wallets at 93 million. The game recently released a new roadmap featuring AI gameplay mechanics, quests and customizable NFTs.

Other top games in the Web3 space include:

  • Pixudi: With 27 million dUAW, Pixudi won the Super dApp showdown hosted by the Layer-1 blockchain platform Supra.
  • Age of Dyno: Securing third place, Age of Dyno saw 24.7 million dUAW, recently migrating to the BNB chain for better scalability.

Other notable Web3 games in Q1 include Pixels, Treasure Ship, Eragon, Stan, and Off the Grid, all of which recorded between 12.5 million and 20 million dUAW.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

宇树 Melaju Kencang Menuju IPO, Kejutan Sebenarnya Adalah Bagaimana Mereka Akan Menghabiskan 42 Miliar yang Diperoleh

Pada 6 Juli, Unicorn Dynamics (Yushu Technology) menyelesaikan proses registrasi IPO di pasar STAR (Science and Technology Innovation Board) China, menandai dirinya sebagai perusahaan robot humanoid pertama yang akan go public setelah pesaingnya, UBTech. Perusahaan ini berencana mengumpulkan dana sekitar RMB 4,2 miliar, yang akan digunakan untuk meningkatkan pengembangan model robot, pengembangan robot baru, dan membangun basis manufaktur baru. Perjalanan Yushu dimulai dari robot berkaki empat (robot dog), kemudian berkembang pesat ke pasar robot humanoid sejak 2023. Perusahaan ini terkenal karena kebijakan harga agresifnya, seperti robot humanoid G1 yang dimulai dari RMB 99.000 dan R1 seharga RMB 29.900, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan yang signifikan. Pada 2025, pendapatannya mencapai RMB 1,71 miliar dengan keuntungan bersih RMB 288 juta, mengirimkan lebih dari 5.500 unit robot humanoid. Meski mendominasi pasar robot berkaki empat global, Yushu menghadapi persaingan ketat di pasar robot humanoid dari pemain seperti UBTech, Tesla Optimus, dan 1X NEO. Tantangan utamanya ke depan adalah menemukan aplikasi skala besar selain robot berkaki empat, mempertahankan keunggulan harga sambil meningkatkan kinerja produk, serta mengembangkan kecerdasan em-bodied (embodied AI) untuk meningkatkan kemampuan "otak" robot. Analisis menunjukkan Yushu kemungkinan akan mengambil jalur "alat pengembangan + kasus percontohan industri", dengan produk berharga rendah untuk volume penjualan dan platform kinerja tinggi untuk pelatihan AI. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan mentransformasi pilot project, seperti uji coba di Bandara Haneda Tokyo, menjadi kontrak komersial berkelanjutan dan mereplikasinya di berbagai sektor industri. IPO ini adalah tiket masuk, tetapi pertarungan sesungguhnya di pasar robot humanoid yang sedang berkembang pesat baru saja dimulai.

marsbit1j yang lalu

宇树 Melaju Kencang Menuju IPO, Kejutan Sebenarnya Adalah Bagaimana Mereka Akan Menghabiskan 42 Miliar yang Diperoleh

marsbit1j yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

**Ringkasan: Mengungkap Aliran Modal Melalui Jaringan Mitra Open USD** Open USD diluncurkan dengan lebih dari 140 mitra pendiri dari berbagai sektor, membentuk aliansi luas yang justru lebih penting daripada teknologi tokennya sendiri. Kehadiran mereka mengindikasikan pergeseran paradigma: stablecoin tidak lagi dilihat sebagai produk proprietary, tetapi sebagai infrastruktur keuangan bersama yang kritis. **Motivasi Beragam di Balik Partisipasi:** * **Manajer Aset (BlackRock):** Mengincar hak mengelola cadangan (reserve) senilai miliaran dolar yang akan diinvestasikan dalam instrumen pasar uang, sumber pendapatan fee yang besar dan stabil. * **Merchant & Platform (Shopify):** Mencari solusi untuk mengurangi biaya transaksi (seperti interchange fee) sekaligus mendapatkan imbal hasil dari saldo tunai yang menganggur. * **Bank (Bank of New York Mellon, dll):** Bergerak defensif. Daripada kehilangan deposit ke stablecoin eksternal, lebih baik bergabung untuk mempertahankan peran dalam penitipan aset, penyelesaian transaksi, dan mendapatkan bagian dari pendapatan cadangan. * **Perusahaan Teknologi (Google, IBM):** Memperkirakan masa depan di mana pembayaran otomatis mesin-ke-mesin membutuhkan dolar yang dapat diprogram dan dikelola oleh aliansi terbuka, bukan satu perusahaan pesaing. * **Perusahaan Kripto (Ripple, Aave, MetaMask):** Menyediakan likuiditas lintas batas, pasar pinjaman, distribusi pengguna, dan penjagaan kepatuhan. Bergabung dengan aliansi arus utama ini adalah jalur legitimasi yang telah lama mereka kejar. * **Jaringan Pembayaran (Visa, Mastercard):** Meski stablecoin mengancam model biaya transaksi tradisional mereka, bergabung memungkinkan mereka tetap relevan dengan menawarkan layanan baru seperti penyelesaian dan anti-penipuan di "rel" baru ini. **Pesan Utama dari Daftar Mitra:** Daftar ini menunjukkan bahwa ketakutan untuk ditinggalkan dalam infrastruktur stablecoin masa depan mengalahkan keengganan untuk berbagi dengan pesaing. Ini adalah sinyal ancaman serius bagi pemain stablecoin independen seperti Circle dan Tether, karena calon klien utama mereka justru bersatu membangun alternatif bersama. Aliansi ini mencerminkan konsensus bahwa kepemilikan bersama atas infrastruktur stablecoin lebih menguntungkan daripada menyewanya dari pihak lain atau tidak memilikinya sama sekali.

Foresight News1j yang lalu

Menyelami Susunan Mitra Open USD: Melihat Siapa yang Masuk, Bisa Membaca Kemana Arus Dana Mengalir

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片