США ввели санкции против северокорейской сети по отмыванию криптовалют

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-09-18Terakhir diperbarui pada 2024-12-18

Комиссия по ценным бумагам и биржам (SEC) наложила санкции на сеть по отмыванию криптовалют, связанную с Северной Кореей. В центре внимания оказались два гражданина Китая и торговая компания из ОАЭ.

Министерство финансов США включило в санкционный список граждан Китая Лу Хуаин (Lu Huaying) и Чжан Цзянь (Zhang Jian), которые участвовали в схеме по отмыванию криптовалют в интересах КНДР. По данным Управления по контролю за иностранными активами (OFAC), они действовали как часть более широкой нелегальной сети под руководством представителя северокорейского банка Сим Хен Соп (Sim Hyon Sop).

Компания-прикрытие в ОАЭ

Лу и Чжан работали в компании Green Alpine Trading, зарегистрированной в Объединенных Арабских Эмиратах. Эта организация, по версии следствия, играла ключевую роль в схеме отмывания денег и теперь также внесена в санкционный список.

«КНДР продолжает использовать агентов и посредников для доступа к международной финансовой системе с целью проведения незаконных финансовых операций, включая мошенничество в сфере IT, кражи цифровых активов и отмывание денег для поддержки своих противоправных программ по разработке оружия массового поражения и баллистических ракет», — говорится в заявлении ведомства.

Масштабные хакерские атаки

Хакерские группировки, связанные с Северной Кореей, включая Lazarus Group, обвиняются в организации крупнейших взломов в истории криптовалют. Среди них — хищение $600 млн с Ethereum-сайдчейна Ronin в 2022 году.

По данным блокчейн-компании SlowMist, одной из распространенных тактик северокорейских хакеров является маскировка под рекрутеров или топ-менеджеров криптовалютных инвестиционных компаний. Известен случай, когда участник группы Lazarus выдавал себя за руководителя китайской компании по управлению блокчейн-активами Fenbushi Capital, чтобы заманить пользователей LinkedIn перейти по вредоносным ссылкам.

Bacaan Terkait

Tiger Research: Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sedangkan Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

Pasar prediksi telah berkembang dari konsep akademis menjadi industri yang signifikan dengan volume perdagangan bulanan melebihi $14 miliar dan valuasi gabungan sekitar $400 miliar. Keikutsertaan Meta, dengan aplikasi Arena yang dipimpin langsung oleh Mark Zuckerberg, menandakan matangnya industri ini. Pasar prediksi berakar dari taruhan politik informal abad ke-18 dan pengembangan pasar elektronik untuk penelitian akademis pada 1988. Beroperasi dengan logika kontrak biner (ya/tidak), harga yang terbentuk secara organik melalui buku pesanan mencerminkan probabilitas suatu peristiwa. Mekanisme "skin in the game" — di mana peserta mempertaruhkan uang mereka sendiri — meningkatkan akurasi prediksi dibandingkan jajak pendapat tradisional, sebagaimana terbukti dalam prediksi kebijakan moneter AS dan pemilihan Korea Selatan. Namun, pendekatan regulator di Asia sangat berbeda dengan AS. Sementara pengadilan AS mengakui pasar prediksi sebagai instrumen keuangan, banyak yurisdiksi Asia masih mengklasifikasikannya sebagai perjudian. Hal ini menciptakan tiga masalah utama: arbitrase regulasi yang mendorong pengguna ke platform luar negeri, hilangnya kedaulatan atas data informasi penting, dan kurangnya perlindungan pengguna. Artikel ini menyerukan pergeseran diskusi kebijakan di Asia dari pelarangan menjadi pengaturan yang konstruktif, untuk mengintegrasikan pasar prediksi ke dalam sistem formal, memanfaatkan data yang dihasilkannya sebagai aset nasional, dan melindungi pengguna.

marsbit3j yang lalu

Tiger Research: Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sedangkan Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

marsbit3j yang lalu

Ethereum 10 Tahun ke Depan dalam Pandangan Vitalik

Pada Juli 2026, Vitalik Buterin mempublikasikan peta jalan jangka panjang "Lean Ethereum", yang diposisikan sebagai evolusi besar ketiga Ethereum setelah "The Merge". Rencana ini mencakup serangkaian peningkatan protokol yang akan diluncurkan bertahap dalam tiga hingga empat tahun ke depan, bertujuan untuk merekonstruksi hampir semua modul inti protokol. Peta jalan ini menetapkan lima tujuan strategis: finalitas L1 yang lebih cepat, throughput L1 mencapai 1 gigagas per detik, skalabilitas L2 level teragas, keamanan kriptografi kuantum, dan transaksi privat native di L1. Perubahan teknis inti meliputi peralihan dari verifikasi re-eksekusi ke model verifikasi berbasis bukti (proof) seperti STARK rekursif, peningkatan keamanan kuantum, pemisahan konsensus untuk finalitas lebih cepat, penetapan harga gas multidimensi, dan reformasi struktur state menjadi dua lapisan untuk biaya yang lebih rendah. Privasi juga ditingkatkan menjadi tujuan utama desain protokol. Sebuah proposal kontroversial adalah mengganti mesin virtual EVM dengan arsitektur yang lebih ramah-proof seperti RISC-V atau leanISA, yang dapat memengaruhi ekosistem L2 yang ada seperti Arbitrum. Mengenai dampak pada harga ETH, peta jalan berpotensi meningkatkan aktivitas dan pembakaran gas di L1 jika target peningkatan kapasitas terpenuhi. Namun, ini adalah proses jangka panjang, dan nilainya bergantung pada adopsi aktual, bukan hanya peningkatan kapasitas. Implementasi akan dipantau melalui indikator seperti peningkatan batas gas di upgrade Glamsterdam, pertumbuhan blob, pendapatan fee L1, dan kinerja ETH relatif terhadap BTC.

链捕手5j yang lalu

Ethereum 10 Tahun ke Depan dalam Pandangan Vitalik

链捕手5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片