Race For Altcoin Throne: Can Cardano Keep Up With Popular Newcomers Like DTX Exchange This Year?

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-12-17Terakhir diperbarui pada 2024-12-17

Abstrak

Based on the analysis data shared by CoinMarketCap, it appears that Cardano and DTX Exchange (DTX) both display strong performance...

Based on the analysis data shared by CoinMarketCap, it appears that Cardano and DTX Exchange (DTX) both display strong performance indicators in the network. While the deFi newcomer and crypto giant ADA are not evident rivals in the crypto market, analysis eyes a potential challenge between the two as both projects display promising numbers.

Charles Hoskinson Sparks Speculation: Shares a Cryptographic Post

Over the past few months, Cardano founder Charles Hoskinson has showcased a number of new projects he has been working on. This includes a push to bring decentralized finance (DeFi) to Bitcoin (BTC) and Quantum Hosky. In a recent post on X, Charles Hoskinson stunned the crypto community with a cryptic post of a cryptographic hash.

Without a single word to accompany the post, speculation has gripped the community. However, the most comprehensive probe came from X user @RealJohnSanti, who noted that the DeFi layer for Bitcoin with a zero-knowledge proof (ZKP) bridge between the top chain and Cardano is the most plausible explanation.

In this case, he outlined six major things the hash posted by Charles Hoskinson may represent. This includes a cryptographic commitment. He said, ‘The sequence might represent a Merkle root of a set of Bitcoin UTXOs or a snapshot of the current Bitcoin state that the Cardano side verifies.’

Apart from this, he outlined ZKP Proof Output, Cross-Chain State Representation, Validator Script of Address Hash, Multi-Signature or Key Aggregation, and Encoded CBOR or Witness Data as the other potential explanations for the posted hash. He said that in a likely scenario with the BTC-Cardano ZKP Bridge, proof generation and cross-chain state synchronization would occur.

Cardano (ADA) Leads DeFi-on-Bitcoin Charge

In October, Cardano unveiled the partnership with the Bitcoin OS bridge to bring DeFi to the dominant blockchain. While BTC is considered robust and has immense liquidity, it lacks the programmability to make it a true DeFi hub. With a proactive move, Cardano has set the pace to trail in the coming year.

Charles Hoskinson has revealed plans to unveil many products in this regard in 2025, and this cryptographic hash might be his way of showcasing ongoing development. Over the past week, Cardano (ADA) has seen a price drop of 10.07%. However, in the last month, it has surged by 88.08%, and over six months, it has climbed by 170.90%. The current price ranges between $1.06 and $1.33, showing significant movement in a short period.

Emerging Platform DTX Exchange Poses Challenges for ADA

DTX Exchange (DTX) has shocked institutional investors with its cutting-edge hybrid trading technology that opens a whole new horizon of possibilities for crypto enthusiasts. The protocol’s decentralized nature ensures that DTX Exchange is accessible to users worldwide. There are no restrictions based on geography, nationality, or financial status, promoting financial inclusion.

This next-generation crypto project is built on the Ethereum blockchain, leveraging its mind-blowing infrastructure and smart contract capabilities to create a decentralized and secure trading platform. The technical architecture of DTX Exchange (DTX) revolves around key components that enable seamless trading, security, and transparency.

DTX Exchange Leads Cardano (ADA) With $10 Million Presale

The platform’s state-of-the-art trading tools make it stand out among the various cryptocurrency channels. Smart Contracts are at the core of DTX Exchange‘s technical architecture. These self-executing contracts are deployed on the Ethereum blockchain and govern various aspects of the platform, including order execution, trade settlement, and asset management.

Smart contracts ensure that trades are executed automatically and transparently without the need for intermediaries. This decentralized approach enhances the efficiency and security of the trading process. With numerous technological advancements and developments in the network, DTX Exchange (DTX) is poised to disrupt how people trade cryptos for good. Join now!

Learn more:

Buy Presale

Visit DTX Website

Join The DTX Community

 

Bitcoinist

Bitcoinist

Bitcoinist is the ultimate news and review site for the crypto currency community!

Bacaan Terkait

Membeli ETH dengan Harga Diskon, Mana yang Dipilih: Bitmine atau SharpLink?

Dalam pasar ETH yang lesu, dua perusahaan perbendaharaan besar, Bitmine dan SharpLink, telah mengalami kerugian mengambang di atas 50%. SharpLink baru-baru ini membeli kembali 39.196 ETH dengan harga rata-rata $3.609, mencatat kerugian mengambang lebih dari $1,7 miliar. Bitmine terus memperluas neracanya, memegang 5,7 juta ETH (sekitar 4,7% pasokan beredar) dengan kerugian mengambang melebihi $11 miliar. Meski biaya rata-rata dan penurunan harga saham keduanya serupa, diskon pasar terhadap nilai aset bersih (mNAV) mereka berbeda signifikan: SharpLink didiskon sekitar 21%, sedangkan Bitmine hanya sekitar 6%. Perbedaan ini berasal dari beberapa faktor kunci: 1. **Skala & Likuiditas:** Bitmine memiliki skala kepemilikan dan likuiditas perdagangan saham yang jauh lebih besar, mengurangi biaya transaksi bagi investor. 2. **Kemampuan Pendanaan:** Bitmine lebih agresif dalam mengumpulkan modal (mengumpulkan $19,2 miliar dalam setahun) dan telah diterima dalam indeks Russell 1000, menarik lebih banyak investor institusional. SharpLink bergantung pada penempatan privat dan ATM yang lebih kecil. 3. **Narasi & Eksekusi:** SharpLink fokus pada narasi tokenisasi RWA dan sahamnya sendiri di Ethereum, tetapi implementasinya masih tertunda. Bitmine berinvestasi di ekosistem yang lebih luas ("saham moonshot") dan, bersama SharpLink, mendanai Ethlabs untuk mendukung riset Ethereum. **Kesimpulan untuk Investor:** * **Bitmine** lebih unggul untuk **trading jangka pendek** karena likuiditas tinggi dan diskon mNAV yang kecil, memudahkan masuk dan keluar pasar. * **SharpLink** mungkin menawarkan **potensi pemulihan yang lebih besar untuk jangka panjang** jika ETH pulih, karena diskonnya yang lebih dalam dan struktur modal yang lebih sederhana tanpa bebas biaya dividen prioritas seperti Bitmine. Pilihan bergantung pada toleransi risiko: Bitmine membawa risiko gelembung valuasi masa lalu dan struktur modal kompleks, sementara risiko SharpLink terlihat pada diskon harga yang dalam dan likuiditas yang lebih rendah.

marsbit12m yang lalu

Membeli ETH dengan Harga Diskon, Mana yang Dipilih: Bitmine atau SharpLink?

marsbit12m yang lalu

Membeli ETH yang Terdiskon, Mana yang Lebih Baik, Bitmine atau SharpLink?

Dalam pasar Ethereum (ETH) yang melemah, dua perusahaan perbendaharaan terbesar, SharpLink dan Bitmine, mencatat kerugian mengambang lebih dari 50%. SharpLink baru-baru ini membeli 39.196 ETH dengan harga rata-rata $3.609, menanggung kerugian mengambang $1,7 miliar, sementara Bitmine memegang 5,7 juta ETH dengan kerugian melebihi $11 miliar. Meski biaya rata-rata dan penurunan harga saham keduanya serupa, diskon pasar terhadap nilai aset bersih (NAV) berbeda signifikan: SharpLink didiskon sekitar 21%, sedangkan Bitmine hanya 6%. Perbedaan ini terutama berasal dari kemampuan pendanaan, likuiditas, dan eksekusi narasi. SharpLink, dengan narasi kelembagaan yang kuat dan rencana tokenisasi saham RWA, bergantung pada pendanaan skala kecil dan memiliki likuiditas terbatas. Bitmine, dengan skala kepemilikan besar dan pencatatan di indeks Russell 1000, memiliki kemampuan pendanaan agresif dan likuiditas tinggi, namun struktur modalnya melibatkan saham preferen yang menambah biaya tetap. Untuk eksposur tidak langsung ke ETH, Bitmine menawarkan likuiditas dan efisiensi perdagangan yang lebih baik dalam jangka pendek. Namun, untuk investasi jangka panjang, SharpLink, dengan diskon lebih dalam dan struktur modal lebih sederhana, berpotensi memiliki ruang pemulihan valuasi yang lebih besar jika ETH pulih. Pilihan bergantung pada toleransi risiko: risiko likuiditas dan harga SharpLink versus risiko struktur modal dan gelembung valuasi Bitmine.

链捕手19m yang lalu

Membeli ETH yang Terdiskon, Mana yang Lebih Baik, Bitmine atau SharpLink?

链捕手19m yang lalu

Berlomba Menjajah Wilayah Bersama Robinhood, Apakah Lighter Sedang Menyusun Strategi Besar?

Lighter, bursa perdagangan berjangka perpetual dan spot terdesentralisasi, terus menunjukkan perkembangan. Proyek yang didirikan oleh Vladimir Novakovski pada 2022 ini baru saja memperbarui model ekonominya dengan fokus pada program pembakaran token LIT dan mengubah sumber imbalan staking menjadi cadangan ekosistem. Sebelumnya, protokol telah membeli kembali sekitar 15,5 juta LIT dari pendapatan, dan batch pertama pembakaran permanen direncanakan setelah Q2 2026. Kemitraan strategis dengan Robinhood menjadi sorotan utama. Lighter ditetapkan sebagai mitra resmi perdagangan berjangka perpetual Robinhood dan terintegrasi langsung ke dalam Robinhood Wallet. Ini membuka akses bagi jutaan pengguna Robinhood untuk bertransaksi kontrak perpetual secara mandiri. Lighter mengalokasikan $11 juta dalam LIT sebagai insentif bagi komunitas Robinhood. Ke depan, Lighter berencana meluncurkan produk opsi pada Q3 2024, memperluas penawarannya di pasar derivatif. Proyek ini juga sedang menjajaki kerja sama dengan regulator AS (CFTC) untuk menjadi bursa terdesentralisasi yang mematuhi peraturan. Namun, perhatian perlu diberikan pada rencana unlock token tim dan VC yang signifikan pada akhir 2026, yang berpotensi mempengaruhi harga token LIT. Kesuksesan Lighter ke depan akan sangat bergantung pada eksekusi tim, transparansi, dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Foresight News21m yang lalu

Berlomba Menjajah Wilayah Bersama Robinhood, Apakah Lighter Sedang Menyusun Strategi Besar?

Foresight News21m yang lalu

Ethereum Membentuk Tiga Pusat Kekuasaan, Nasib Komersialisasi di Tangan Pemilik Besar ETH

Artikel ini membahas terbentuknya tiga pusat kekuatan di ekosistem Ethereum menyusul pendirian Ethereum Institutional (fokus pada komersialisasi untuk institusi keuangan) dan Ethlabs (fokus pada pengembangan teknologi dan narasi aset ETH). Kedua lembaga baru ini didanai terutama oleh Bitmine dan Sharplink, perusahaan yang memegang ETH dalam jumlah besar (total 5,46% pasokan yang beredar). Restrukturisasi ini terjadi saat Ethereum Foundation kehilangan sejumlah eksekutif dan secara resmi membatasi perannya sebagai penjaga nilai-nilai inti, bukan pemain komersial. Alasan pemisahan adalah untuk menjaga netralitas yayasan sambil mengejar agenda komersial dan teknologi secara lebih agresif. Artikel ini menganalisis implikasi dari struktur baru ini. Di satu sisi, ini dapat mempercepat adopsi institusional dan infrastruktur, menguntungkan pemegang ETH besar seperti Bitmine dan Sharplink serta menempatkan Ethereum sebagai lapangan penyelesaian aset tokenisasi. Di sisi lain, keberlanjutan pendanaan untuk Ethlabs dan Ethereum Institutional sangat bergantung pada kinerja harga ETH dan kesehatan keuangan para pendukung utamanya. Jika harga ETH lemah, model ini bisa goyah dan memunculkan pertanyaan tentang motivasi di balik lembaga-lembaga tersebut. Artikel menyimpulkan bahwa masa depan struktur tata kelola baru ini akan sangat ditentukan oleh pergerakan harga ETH dalam tahun mendatang, yang akan menentukan apakah narasi pertumbuhan institusional atau kerentanan finansial yang akan mendominasi.

marsbit29m yang lalu

Ethereum Membentuk Tiga Pusat Kekuasaan, Nasib Komersialisasi di Tangan Pemilik Besar ETH

marsbit29m yang lalu

Trading

Spot
活动图片