Cооснователь криптобиржи FTX избежал тюремного срока за мошенничество

RBK-cryptoDipublikasikan tanggal 2024-11-20Terakhir diperbarui pada 2024-11-20

Две другие ключевые персоны из команды печально известной криптобиржи уже отбывают тюремные сроки

Cооснователь обанкротившейся криптобиржи FTX — 32-летний Гэри Ванг, чьи свидетельские показания легли в основу приговора бывшему главе биржи Сэму Бэнкману-Фриду, избежал тюремного срока, сообщает Reuters.

Печально известная биржа FTX когда-то входила в список лидеров рынка, но обанкротилась в ноябре 2022 года и тем самым спровоцировала обвал крипторынка. В конце января 2024 года управляющие банкротством FTX окончательно отказались от попыток восстановить ее.

Бывший глава FTX Сэм Бэнкман-Фрид приговорен к 25 годам тюремного срока за мошенничество и растрату клиентских средств. Ванг познакомился с Бэнкманом-Фридом в Массачусетском технологическом институте и позже стал соучредителем и техдиректором FTX.

Вангу грозило максимальное наказание в виде 50 лет лишения свободы по четырем пунктам обвинения, в которых он признал себя виновным на следующий месяц после краха биржи. Он дал показания в суде, в деталях рассказав о схемах, через которые связанный с биржей фонд Alameda Research получил доступ к $8 млрд клиентов FTX, следуя прямым указаниям Бэнкмана-Фрида. По словам обвинителей, Ванг постоянно сотрудничал со следствием и лично «не потратил ни цента из денег клиентов».

Телеграм-канал «РБК-Крипто» — подпишитесь и будьте в курсе самых главных и актуальных новостей о криптовалюте.

Присоединяйтесь к форуму «РБК-Крипто» в Telegram для обсуждения новостей и тенденций криптомира.

Но ключевые показания дала глава Alameda Research Кэролайн Эллисон. В суде она рассказала, как Бэнкман-Фрид поручал ей составлять вводящие в заблуждение отчеты для инвесторов, чтобы скрыть обязательства Alameda Research перед FTX, и как он делал рискованные инвестиции, зная, что это приведет к растрате средств клиентов.

В сентябре суд приговорил Эллисон к двум годам тюрьмы. В начале ноября Эллисон начала отбывать тюремный срок. Ванг оставался третьим из ключевых лиц группы компаний FTX, ожидавших приговора.

Новые кандидаты от Трампа. Кто встанет на сторону криптовалют

Курс биткоина впервые превысил $94 тыс. Как изменились цены криптовалют

«Страны будут соревноваться». Как может сработать госрезерв в биткоинах

Майнерам стало лучше. Что происходит на рынке добычи криптовалют

«РБК-Крипто» запустил мониторинг криптовалютных обменников. Выбирайте надежный обменный сервис с выгодным курсом на yourcryptoex.ru или в удобном телеграм-боте.

Bacaan Terkait

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

Artikel ini membahas konsep "world model" (model dunia) dalam kecerdasan buatan (AI) yang saat ini banyak digunakan dengan makna berbeda-beda. Fei-Fei Li mengusulkan taksonomi fungsional untuk mengklarifikasi kekacauan ini. Berdasarkan siklus interaksi agen-dunia dalam POMDP (Partially Observable Markov Decision Process), ia mengategorikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan outputnya: 1. **Renderer (Perender):** Menghasilkan **observasi**, khususnya piksel yang ditujukan untuk mata manusia. Contohnya adalah model video seperti Sora atau sistem interaktif seperti Genie yang menghasilkan gambar berdasarkan input. Fokus utamanya adalah kesetiaan visual, bukan akurasi fisik. 2. **Simulator (Simulator):** Menghasilkan **state (keadaan)**, yaitu representasi dunia yang akurat secara geometri, fisika, dan dinamika. Simulator berfungsi sebagai landasan struktural untuk perhitungan, digunakan oleh profesional (arsitek, desainer) dan program komputer (robot, kendaraan otonom) untuk pelatihan dan pengujian. Contohnya adalah platform seperti NVIDIA Omniverse. 3. **Planner (Perencana):** Menghasilkan **tindakan**. Model ini menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil sebuah agen berdasarkan observasi dan tujuan. Ini menutup lingkaran persepsi-aksi. Contohnya adalah model visi-bahasa-aksi (VLA) dan model aksi dunia (World Action Models). Artikel menyoroti bahwa **simulator adalah kunci penghubung** yang paling penting namun kurang mendapat perhatian publik. Simulator bekerja pada tingkat geometri dan fisika yang mendasarinya, sehingga pemahamannya dapat diproyeksikan ke dalam piksel (untuk renderer) atau prediksi konsekuensi tindakan (untuk planner). Tren terpenting saat ini adalah peleburan batas antara ketiga kategori ini, didorong oleh kesadaran bahwa pengetahuan dasar tentang dunia yang dibutuhkan adalah sama. Tujuan akhirnya adalah model dunia terpadu yang dapat beralih di antara rendering, simulasi, dan perencanaan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini mendorong kemajuan menuju kecerdasan spasial, di mana mesin tidak hanya memahami bahasa tentang dunia, tetapi juga dapat memahami, membayangkan, bernalar, dan berinteraksi dengan dunia fisik itu sendiri.

marsbit46m yang lalu

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

marsbit46m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

Pembayaran lintas batas menggunakan stablecoin berkembang pesat, dengan teknologi yang matang, lingkungan regulasi yang membaik, dan volume transaksi yang meningkat. Meskipun lebih cepat, dapat diakses, dan andal, janji untuk biaya yang lebih murah belum sepenuhnya terwujud. Saat ini, pedagang valas sering mengenakan biaya 60-70 basis poin untuk pembayaran pemasok lintas batas, sementara stablecoin berpotensi menurunkannya menjadi 2-5 basis poin. Namun, kolam likuiditas yang dalam untuk mewujudkan penghematan ini belum terbangun secara masif. Menurut Imran Ahmad dari Bitso Business, keunggulan biaya masih teoritis hingga likuiditas institusional besar-besaran mengalir ke saluran ini. Hambatan adopsi utama adalah kepercayaan. Banyak bisnis memiliki hubungan lama dan tepercaya dengan pedagang valas tradisional, yang dianggap lebih dapat diandalkan meski lebih mahal. Peralihan akan terjadi secara bertahap seiring perbedaan harga yang semakin jelas dan generasi baru yang lebih terbuka. Perusahaan sukses seperti Caliza tidak berusaha menggantikan infrastruktur lama seperti SWIFT, melainkan melengkapinya. Mereka menggunakan stablecoin untuk kecepatan, tetapi tetap memanfaatkan sistem tradisional untuk memastikan keakuratan detail pembayaran yang kritis. Pertumbuhan Caliza yang konsisten (lebih dari 40% bulan-ke-bulan) menunjukkan kekuatan pendekatan hybrid ini. Masa depan industri ini akan ditentukan oleh tiga faktor kunci: lisensi, akses on/off-ramp mata uang fiat, dan likuiditas. Konsolidasi diperkirakan akan terjadi, di mana hanya perusahaan dengan fondasi kuat di ketiga area ini yang akan bertahan sebagai bisnis yang berkelanjutan, bukan sekadar perantara.

链捕手53m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

链捕手53m yang lalu

Trading

Spot
活动图片