Бывший баскетболист Шакил О’Нил выплатит владельцам токенов Astrals $11 млн компенсации

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-11-20Terakhir diperbarui pada 2024-11-20

Окружной судья Майами Федерико Морено (Federico Moreno) постановил, что невзаимозаменяемые токены (NFT) Astrals, созданные на основе блокчейна Solana, считаются по закону ценными бумагами. В судебном постановлении также упоминается Galaxy (GLXY), токен децентрализованной автономной организации, который О'Нил тоже продвигал. Компенсация в $11 млн, которую должен выплатить О’Нил, позволит пострадавшим инвесторам возместить их убытки и покрыть судебные издержки.

В мае 2023 года инвесторы подали в суд на баскетболиста за то, что он рекламировал токены Astrals во время ажиотажа на NFT. О’Нил подогревал интерес к этим токенам даже во время своих выступлений под музыкальным псевдонимом DJ Diesel. Однако из-за спада рынка в 2022 и 2023 годах курс многих коллекционных токенов «просел», и инвесторы понесли существенные денежные потери. В иске отмечается, что О'Нил призывал держателей NFT не продавать токены, несмотря на то что банкротство криптобиржи FTX и нескольких криптокредиторов спровоцировало падение рынка.

Позднее команда Astrals объявила участникам сообщества, что из-за иска у проекта возникла финансовая напряженность, из-за чего банкротство оказалось неизбежным. В результате Astrals вынуждена прекратить поддержку токенов GLXY.

Баскетболист также фигурирует в иске по делу обанкротившейся криптобиржи FTX. Наряду с профессиональным футболистом Томом Брэди (Tom Brady) и комиком Ларри Дэвидом (Larry David), О’Нил был промоутером FTX, рекламируя ее услуги еще до того, как ее основатель Сэм Бэнкман-Фрид (Sam Bankman-Fried) был обвинен в мошенничестве.

Юридическая фирма Moskowitz долго пыталась вручить баскетболисту судебные документы по делу FTX, критикуя знаменитость за попытки скрыться от правосудия. Однако в прошлом году юристам все же удалось передать ему уведомление об иске.

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

Artikel ini membahas konsep "world model" (model dunia) dalam kecerdasan buatan (AI) yang saat ini banyak digunakan dengan makna berbeda-beda. Fei-Fei Li mengusulkan taksonomi fungsional untuk mengklarifikasi kekacauan ini. Berdasarkan siklus interaksi agen-dunia dalam POMDP (Partially Observable Markov Decision Process), ia mengategorikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan outputnya: 1. **Renderer (Perender):** Menghasilkan **observasi**, khususnya piksel yang ditujukan untuk mata manusia. Contohnya adalah model video seperti Sora atau sistem interaktif seperti Genie yang menghasilkan gambar berdasarkan input. Fokus utamanya adalah kesetiaan visual, bukan akurasi fisik. 2. **Simulator (Simulator):** Menghasilkan **state (keadaan)**, yaitu representasi dunia yang akurat secara geometri, fisika, dan dinamika. Simulator berfungsi sebagai landasan struktural untuk perhitungan, digunakan oleh profesional (arsitek, desainer) dan program komputer (robot, kendaraan otonom) untuk pelatihan dan pengujian. Contohnya adalah platform seperti NVIDIA Omniverse. 3. **Planner (Perencana):** Menghasilkan **tindakan**. Model ini menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil sebuah agen berdasarkan observasi dan tujuan. Ini menutup lingkaran persepsi-aksi. Contohnya adalah model visi-bahasa-aksi (VLA) dan model aksi dunia (World Action Models). Artikel menyoroti bahwa **simulator adalah kunci penghubung** yang paling penting namun kurang mendapat perhatian publik. Simulator bekerja pada tingkat geometri dan fisika yang mendasarinya, sehingga pemahamannya dapat diproyeksikan ke dalam piksel (untuk renderer) atau prediksi konsekuensi tindakan (untuk planner). Tren terpenting saat ini adalah peleburan batas antara ketiga kategori ini, didorong oleh kesadaran bahwa pengetahuan dasar tentang dunia yang dibutuhkan adalah sama. Tujuan akhirnya adalah model dunia terpadu yang dapat beralih di antara rendering, simulasi, dan perencanaan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini mendorong kemajuan menuju kecerdasan spasial, di mana mesin tidak hanya memahami bahasa tentang dunia, tetapi juga dapat memahami, membayangkan, bernalar, dan berinteraksi dengan dunia fisik itu sendiri.

marsbit44m yang lalu

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

marsbit44m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

Pembayaran lintas batas menggunakan stablecoin berkembang pesat, dengan teknologi yang matang, lingkungan regulasi yang membaik, dan volume transaksi yang meningkat. Meskipun lebih cepat, dapat diakses, dan andal, janji untuk biaya yang lebih murah belum sepenuhnya terwujud. Saat ini, pedagang valas sering mengenakan biaya 60-70 basis poin untuk pembayaran pemasok lintas batas, sementara stablecoin berpotensi menurunkannya menjadi 2-5 basis poin. Namun, kolam likuiditas yang dalam untuk mewujudkan penghematan ini belum terbangun secara masif. Menurut Imran Ahmad dari Bitso Business, keunggulan biaya masih teoritis hingga likuiditas institusional besar-besaran mengalir ke saluran ini. Hambatan adopsi utama adalah kepercayaan. Banyak bisnis memiliki hubungan lama dan tepercaya dengan pedagang valas tradisional, yang dianggap lebih dapat diandalkan meski lebih mahal. Peralihan akan terjadi secara bertahap seiring perbedaan harga yang semakin jelas dan generasi baru yang lebih terbuka. Perusahaan sukses seperti Caliza tidak berusaha menggantikan infrastruktur lama seperti SWIFT, melainkan melengkapinya. Mereka menggunakan stablecoin untuk kecepatan, tetapi tetap memanfaatkan sistem tradisional untuk memastikan keakuratan detail pembayaran yang kritis. Pertumbuhan Caliza yang konsisten (lebih dari 40% bulan-ke-bulan) menunjukkan kekuatan pendekatan hybrid ini. Masa depan industri ini akan ditentukan oleh tiga faktor kunci: lisensi, akses on/off-ramp mata uang fiat, dan likuiditas. Konsolidasi diperkirakan akan terjadi, di mana hanya perusahaan dengan fondasi kuat di ketiga area ini yang akan bertahan sebagai bisnis yang berkelanjutan, bukan sekadar perantara.

链捕手52m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

链捕手52m yang lalu

Trading

Spot
活动图片