Эксперты Keyrock назвали стратегию аирдропов неудачной

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-05-04Terakhir diperbarui pada 2024-10-04

В 2024 году рынок криптовалют столкнулся с нестабильностью, и аирдропы — одна из стратегий привлечения инвесторов — показали неоднозначные результаты. Из 62 бесплатных раздач, проанализированных Keyrock, лишь 8 принесли положительную доходность спустя 90 дней: по 4 на базе сетей Ethereum и Solana.

Это подчеркивает важность выбора сети для проведения таких кампаний. Solana, ставшая популярной среди розничных инвесторов, показала 25% успеха, в то время как Ethereum — только 14,8%. Остальные блокчейны, включая BNB, Starknet и Arbitrum, не смогли продемонстрировать ни одного успешного аирдропа.

Основной причиной неудач стала завышенная оценка Fully Diluted Valuation (FDV), которая сильно ограничивает потенциал роста проектов. Этот показатель требует значительных объемов ликвидности, которая часто оказывается недоступной. В результате такие токены сталкиваются с резким падением цен, когда получатели аирдропов начинают продавать свои активы, как это произошло с ZKLend, который потерял 95% своей стоимости.

Тем не менее, аирдропы с большими объемами распределения (более 10% от общей эмиссии) показали лучшие результаты в плане удержания членов сообщества и последующей стоимости. Проекты с распределением менее 5% часто сталкивались с быстрой распродажей, что приводило к снижению их котировок в кратчайшие сроки. Это подчеркивает важность грамотного подхода к распределению токенов.

Ключевым фактором успеха стало наличие ликвидности, способной поддерживать стабильную цену криптоактивов. В проектах, где ее было недостаточно, цена падала под давлением массовых распродаж. Однако, несмотря на негативные результаты в большинстве случаев, такие проекты, как WEN и JUP, сумели выстроить успешные стратегии распределения и удержания инвесторов, благодаря реалистичной оценке FDV и доступной ликвидности. Для большинства инвесторов наилучшей стратегией остается продажа токенов в первый день аирдропа, так как 85% из них сталкиваются с падением цен в течение нескольких месяцев.

Bacaan Terkait

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

Pembayaran lintas batas menggunakan stablecoin berkembang pesat, dengan teknologi yang matang, lingkungan regulasi yang membaik, dan volume transaksi yang meningkat. Meskipun lebih cepat, dapat diakses, dan andal, janji untuk biaya yang lebih murah belum sepenuhnya terwujud. Saat ini, pedagang valas sering mengenakan biaya 60-70 basis poin untuk pembayaran pemasok lintas batas, sementara stablecoin berpotensi menurunkannya menjadi 2-5 basis poin. Namun, kolam likuiditas yang dalam untuk mewujudkan penghematan ini belum terbangun secara masif. Menurut Imran Ahmad dari Bitso Business, keunggulan biaya masih teoritis hingga likuiditas institusional besar-besaran mengalir ke saluran ini. Hambatan adopsi utama adalah kepercayaan. Banyak bisnis memiliki hubungan lama dan tepercaya dengan pedagang valas tradisional, yang dianggap lebih dapat diandalkan meski lebih mahal. Peralihan akan terjadi secara bertahap seiring perbedaan harga yang semakin jelas dan generasi baru yang lebih terbuka. Perusahaan sukses seperti Caliza tidak berusaha menggantikan infrastruktur lama seperti SWIFT, melainkan melengkapinya. Mereka menggunakan stablecoin untuk kecepatan, tetapi tetap memanfaatkan sistem tradisional untuk memastikan keakuratan detail pembayaran yang kritis. Pertumbuhan Caliza yang konsisten (lebih dari 40% bulan-ke-bulan) menunjukkan kekuatan pendekatan hybrid ini. Masa depan industri ini akan ditentukan oleh tiga faktor kunci: lisensi, akses on/off-ramp mata uang fiat, dan likuiditas. Konsolidasi diperkirakan akan terjadi, di mana hanya perusahaan dengan fondasi kuat di ketiga area ini yang akan bertahan sebagai bisnis yang berkelanjutan, bukan sekadar perantara.

链捕手5m yang lalu

Esai Khusus Forbes: Pembayaran Lintas Batas dengan Stablecoin Lebih Cepat, Tapi Belum Lebih Murah

链捕手5m yang lalu

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

Pada 4 Juli, platform AI Doubao dan Tongyi Qianwen mengumumkan akan menutup fungsi agen cerdas (smart agent). Doubao mengonfirmasi fitur tersebut akan dihentikan pada 15 Juli dan mengalihkan pengguna ke aplikasi Cat Box milik ByteDance. Pada hari yang sama, Qianwen mengingatkan pengguna bahwa fitur agen interaksi personifikasi dan agen buatan pengguna akan ditutup pada 10 Juli, diikuti dengan penghentian penuh semua layanan agen cerdas pada 15 Juli. Setelah tanggal tersebut, pengguna tidak dapat mengakses konfigurasi agen atau riwayat percakapan. Tanggal penutupan ini bertepatan dengan berlakunya "Peraturan Sementara tentang Manajemen Layanan Interaksi Personifikasi Kecerdasan Buatan" pada 15 Juli, yang memberlakukan persyaratan ketat untuk verifikasi identitas anak di bawah umur, mekanisme pencegahan kecanduan, dan tinjauan konten. Penyesuaian ini dipandang sebagai respons proaktif oleh platform untuk mematuhi regulasi baru. Kedua platform menyediakan periode transisi bagi pengguna untuk menyimpan data. Doubao mengizinkan akses data hingga 15 Oktober, sementara Qianwen menyarankan pengguna untuk mencadangkan konten sebelum tanggal penutupan. Selain tekanan regulasi, kesulitan komersialisasi juga menjadi faktor pendorong. Analisis menunjukkan bahwa agen untuk percakapan santai atau peran khusus seringkali menghasilkan panggilan yang ringan namun berfrekuensi tinggi, sehingga mengonsumsi daya komputasi besar dengan nilai ekonomi rendah. Platform kini mengalihkan fokus dari ekosistem konten buatan pengguna (UGC) di sisi konsumen ke skenario layanan bisnis yang lebih bernilai, sebagaimana terlihat dari upaya Qianwen dalam membuka akses Agen dan Skill kepada pengembang dan perusahaan pihak ketiga.

marsbit3j yang lalu

Fungsi Agen Cerdas Doubao dan Qianwen Akan Dihentikan pada 15 Juli

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片