JPMorgan: доходность майнинга первой криптовалюты падает третий месяц подряд

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-12-01Terakhir diperbarui pada 2024-10-01

  • Аналитики подсчитали, что ежедневный доход от добычи биткоина достиг рекордно низких значений.
  • Третий месяц подряд показатель снижается, отмечают в JPMorgan.
  • В сентябре майнинговые компании зарабатывали в среднем $42 100 на 1 EH/s.

Эксперты финансового конгломерата JPMorgan пришли к выводу, что ежедневный доход от майнинга биткоина, как и валовая прибыль, демонстрирует рекордно низкие значения третий месяц подряд. Об этом пишет CoinDesk со ссылкой на отчет аналитиков.

Представители компании отметили, что средний хешрейт биткоина вырос на 2% в сравнении с августом 2024 года. Показатель достиг отметки в 643 EH/s, по данным JPMorgan.

Рост также показал курс первой криптовалюты, отметили эксперты. Однако это не позволило компаниям по добыче биткоина увеличить доходы в данном сегменте, подчеркнули они.

В сентябре 2024 года майнеры ежедневно в среднем получали $42 100 за 1 EH/s. Это на 6% меньше, чем в августе. Отметим, что в тот период компании из упомянутого сегмента в среднем зарабатывали по $43 600 за каждый экзахеш в секунду в виде суточных вознаграждений за блок.

При этом комиссионные за транзакции аналитики компании назвали «сдержанными». Они не превышали 5% от награды за каждый добытый блок.

Несмотря на падение доходов от майнинга первой криптовалюты, суммарная рыночная стоимость компаний по добыче биткоина продемонстрировала рост. Общая оценка 14 публичных американских фирм из этой сферы увеличилась на 4% и превысила $21 млрд, заявили в JPMorgan.

В июне 2024 года эксперты конгломерата отмечали, что стоимость этих компаний впервые достигла уровня в $22,8 млрд. Таким образом этот показатель также сократился, в сравнении с летним рекордом.

Что касается годовой волатильности первой криптовалюты, то она в сентябре составила 44%, что меньше 62%, зафиксированных в августе 2024 года, сказано в отчете.

Напомним, мы писали, что эксперты проанализировали угрозу майнинга для энергетики Украины.

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit1j yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit1j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手1j yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片