Over $32 Million Gone As Crypto Robberies Surge Across Europe: Blockchain Investigator

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2024-09-30Terakhir diperbarui pada 2024-09-30

Abstrak

Crypto thefts are hitting new highs, and the latest incident underscores this alarming trend. Recently, hackers stole a staggering $32.4...

Crypto thefts are hitting new highs, and the latest incident underscores this alarming trend. Recently, hackers stole a staggering $32.4 million worth of spWETH, a token tied to staked Wrapped Ether.

This crime is just one of several that have occurred in Europe in recent months, as fraudsters focus more on digital assets. With the value of cryptocurrencies increasing, it appears that these attacks are becoming more regular and profitable.

Blockchain Sleuth Notes Increase In Crypto Crimes

Crypto detective ZachXBT has noticed the growing number of physical robberies directed against individuals working or operating in the cryptocurrency space.

Those are armed robberies wherein usually, a hostage is held at gunpoint and forced to hand over his/her digital assets. In this sense, the growing cases only point out to the increasing danger that players in the crypto world face, especially professional traders and other personalities in this field.

ZachXBT noted that Western Europe has recently turned out to be a hotspot for such violent robberies, with multiple known bitcoin traders getting robbed. That being said, there have even been shootings during the robberies in the past couple of months.

As of today, the market cap of cryptocurrencies stood at $2.19 trillion. Chart: TradingView.com

The Rising Tide Of Cybercrime

According to a TRM Labs research, hackers stole almost $1.4 billion in cryptocurrencies in the first half of 2024 alone—twice the amount stolen during the same period last year.

But most striking is that average amounts stolen in an attack have gone up by 150%. Centralized finance platforms have been very popular, accounting for an astonishing 70% of all losses. The trend is such that with climbing crypto values comes an increasing number of hackers looking to cash out.

The largest heists this year include DMM Bitcoin, which lost over 4,500 bitcoins worth around $305 million. Large-scale thefts are not isolated incidents; they are the result of a deliberate strategy by cybercriminals to exploit flaws in centralized systems. The methods employed frequently involve compromising private keys or exploiting flaws in smart contracts.

A Shift In Tactics

It is very interesting that, as the year continues, decentralized banking systems were later on attacked while the focus had shifted to centralized exchanges. Such a development holds the view that attackers are tailoring their operations based on where they see the most opportunity. Recently, attacks have made people sit and ask what security procedures these platforms use.

Germany’s law enforcement has taken significant steps to combat this issue by seizing 47 digital currency exchanges believed to be facilitating money laundering for cybercriminals. The trades were anonymous, which allowed the users to engage in the activities with a low risk of being uncovered. Officials claimed that they will continue with the tracking of transactions and gathering of information from these sites and will use it in punishing the culprits.

Featured image from GV Wire, chart from TradingView

Christian Encila

Christian Encila

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit21m yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit21m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手29m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手29m yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片