Oasys сотрудничает с финансовым гигантом SBI для стимулирования игр Web3 в Японии

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2023-11-30Terakhir diperbarui pada 2024-08-30

SBI Holdings, один из крупнейших финансовых конгломератов Японии, сотрудничает с Oasys, блокчейн-платформой, разработанной специально для игр Web3.

Согласно пресс-релизу, партнерство также включает успешный раунд финансирования от SBI Holdings для повышения ликвидности собственного токена игровой платформы Web3.

Йошитака Китао, представительный директор, председатель, президент и генеральный директор SBI Holdings, заявил, что фирма будет «стремиться и дальше расширять варианты использования технологии блокчейн» посредством партнерства.

«Oasys — это очень многообещающий блокчейн-проект из Японии, специально разработанный для использования в играх. С самого начала он включал в себя несколько всемирно известных крупных компаний по разработке игр в качестве первоначальных валидаторов», — говорится в сообщении.

История партнерства

Oasys сотрудничала с несколькими крупными игровыми фирмами в качестве валидаторов, способствуя разработке игр на блокчейне, выпуск которых запланирован на конец 2024 года.

Игровая платформа Web3 ранее интегрировала SBI VC Trade и SBINFT Market, что свидетельствует о растущих стратегических отношениях между двумя организациями.

Томохико Кондо, представительный директор и генеральный директор SBI VC Trade, заявил, что Oasys является одним из «самых ожидаемых» проектов Web3 в Японии:

«SBI инвестировала в double jump.tokyo, основного разработчика блокчейна Oasys, что создает большой потенциал для синергии».

Последствия для игр на блокчейне

В интервью Кондо заявил, что «поскольку все больше и больше игр запускается на Oasys», конгломерат теперь «соответствует» интересам обеих организаций. Он добавил:

«Мы считаем, что поддержка Oasys будет способствовать росту индустрии Web3 в Японии».

Кондо заявил, что фирма стремится «ускорить рост Oasys» посредством «тесного сотрудничества между Oasys и «различными компаниями группы и функциями в рамках SBI Group».

SBI Holdings сотрудничает с Franklin Templeton

26 июля SBI Holdings сотрудничает с Franklin Templeton, одной из крупнейших в мире компаний по управлению активами, с целью создания компании по управлению биржевыми фондами криптовалют.

Компании подписали меморандум о взаимопонимании, подтверждающий совместное предприятие, создав новую японскую компанию по управлению активами, которая будет предлагать инвестиционные возможности «новому поколению инвесторов».

Дженни Джонсон, президент и генеральный директор Franklin Templeton, объяснила, что «широкий охват» SBI хорошо сочетается с обязательством Templeton помогать инвесторам.

Bacaan Terkait

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

**Era AI: Apa yang Tersisa dari Bitcoin?** Penulis merenungkan hubungan antara AI dan Bitcoin. AI telah membuat produksi konten—seperti teks, gambar, dan video—semakin murah dan mudah didapat. Namun, hal ini menyebabkan banjir informasi, di mana yang asli dan palsu semakin sulit dibedakan. Nilai "keterverifikasian" menjadi sangat berharga. Di sinilah peran Bitcoin dilihat kembali. Kritik bahwa Bitcoin "membuang-buang listrik" dipertimbangkan ulang. Jika AI menghabiskan energi untuk "kemampuan" (menghasilkan konten), Bitcoin menghabiskannya untuk "keterverifikasian." Jaringan Bitcoin, yang diamankan oleh bukti kerja (proof-of-work), membuat biaya untuk memanipulasi catatan transaksi menjadi sangat tinggi. Ini menciptakan sistem buku besar yang tidak bergantung pada kepercayaan terhadap pihak manapun, melainkan pada verifikasi kriptografis yang independen. Penulis menarik analogi dengan sejarah: mesin cetak Gutenberg (seperti AI) mengurangi biaya reproduksi pengetahuan, sementara pembukuan double-entry (seperti blockchain) mengurangi biaya kepercayaan dalam bisnis. Saat ini, AI mendorong biaya produksi konten mendekati nol, sementara blockchain berupaya mengurangi biaya verifikasi dalam dunia digital. Kesimpulannya, AI dan blockchain bukanlah pesaing. AI berfokus pada **penciptaan** (mengurangi biaya produksi), sementara blockchain seperti Bitcoin berfokus pada **pembuktian** (mengurangi biaya verifikasi). Di era di mana AI dapat menghasilkan segalanya, yang menjadi langka bukanlah lebih banyak konten, melainkan lebih banyak fakta yang dapat diverifikasi secara independen. Bitcoin, dalam pandangan ini, adalah "mesin penghasil keterverifikasian."

marsbit17m yang lalu

Di Era AI, Apa Lagi yang Tersisa dari Bitcoin?

marsbit17m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

Dalam era AI, kemampuan untuk menghasilkan konten palsu menjadi semakin mudah dan murah, sehingga meragukan keaslian informasi. Hal ini menggeser nilai dari kelimpahan informasi menjadi kemampuan untuk memverifikasi keasliannya. Bitcoin, yang sering dikritik karena konsumsi energinya yang besar, sekarang dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda: energi itu digunakan untuk menciptakan "keterverifikasian," bukan sekadar mempertahankan buku besar. Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan pada pihak ketiga; ia mengandalkan matematika, kriptografi, dan jaringan node global untuk memverifikasi setiap transaksi. Dalam dunia di mana AI dapat memalsukan konten dengan mudah, kemampuan Bitcoin untuk menyediakan catatan yang tidak dapat dimanipulasi menjadi sangat berharga. Konsumsi energinya secara efektif meningkatkan biaya untuk memanipulasi sejarah transaksi, sehingga menjamin integritasnya. AI dan Bitcoin bukanlah pesaing; mereka adalah dua sisi dari mata uang yang sama. AI menurunkan biaya produksi konten, sementara blockchain (dengan Bitcoin sebagai contoh utama) menurunkan biaya verifikasi dan membangun kepercayaan dalam dunia digital. Seperti mesin cetak dan pembukuan double-entry pada masa Renaissance, keduanya memainkan peran pelengkap: satu menciptakan, yang lain membuktikan. Dalam era kelebihan informasi ini, apa yang menjadi langka dan berharga adalah fakta yang dapat diverifikasi secara independen.

链捕手25m yang lalu

Era AI, Apa yang Tersisa dari Bitcoin?

链捕手25m yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

Judul artikel membantah label "rantai hantu" yang dilekatkan pada Cardano, dengan menjelaskan mengapa hanya memiliki 34 dApps tidak menggambarkan situasi sebenarnya. Artikel ini mendefinisikan "rantai hantu" sebagai blockchain yang berjalan secara teknis namun memiliki aktivitas on-chain dan pengembangan yang sangat minimal. Sementara Cardano menunjukkan aktivitas pengembangan yang kuat (tertinggi kedua di antara Layer-1 utama), metrik seperti jumlah dApps, transaksi, dan pengguna aktifnya jauh di bawah pesaing seperti Ethereum, Solana, atau TRON. Penulis mengakui faktor-faktor yang dikritik, seperti penutupan explorer TapTools dan peringatan pendiri Charles Hoskinson mengenai tantangan proyek dApp. Namun, penjelasan utama untuk kesenjangan aktivitas ini terletak pada model Extended Unspent Transaction Output (EUTXO) Cardano. Model ini memungkinkan protokol "batcher" menggabungkan banyak pesanan menjadi satu transaksi teroptimasi sebelum dicatat di ledger, yang mengakibatkan perkiraan aktivitas on-chain yang lebih rendah secara statistik. Kesimpulannya, meskipun aktivitas jaringan Cardano lebih rendah, hal itu tidak serta-merta membuatnya menjadi "rantai hantu". Perbedaan arsitektur (EUTXO) dan fokusnya pada keamanan, keberlanjutan, serta metodologi pengembangan yang ketat menempatkannya dalam ceruk yang unik untuk kepatuhan institusional dan kebutuhan perusahaan, dibandingkan dengan blockchain lain yang mengutamakan throughput tinggi atau volume DeFi.

ambcrypto1j yang lalu

Label 'ghain hantu' Cardano terbantahkan? Mengapa 34 dApp ADA tidak menggambarkan keseluruhan cerita

ambcrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片