В Черногории задержан сооснователь криптосхемы FutureNet Роман Зиемян

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-08-21Terakhir diperbarui pada 2024-08-21

Роман Зиемян (Roman Ziemian) проживал под чужим именем в Подгорице, столице Черногории, рассказывает полиция. Ордер на арест Зиемяна выдали Южная Корея и родная страна беглеца, Польша. Власти этих стран обвиняют сооснователя FutureNet в мошенничестве, а также краже и отмывании денег. В Республике Корея Зиемяну грозит пожизненное заключение. Высокий суд Подгорицы собирается рассматривать решение об экстрадиции.

Зиемян основал криптосхему FutureNet совместно со Стефаном Моргенштерном (Stephan Morgenstern) в 2018 году. Проект позиционировался как многоуровневый маркетинговый бизнес с токеном FuturoCoin (FTO). Сейчас токен не имеет никакой ценности.

В марте 2019 года Управление по конкуренции и защите прав потребителей Польши (UOKIK) объявило, что FutureNet может быть финансовой пирамидой. Фирма продавала «пакеты для участия» стоимостью от $10 до $10 000, обещая инвесторам прибыль. В середине 2020 года власти Южной Кореи начали расследовать деятельность FutureNet после получения жалоб от 950 человек, потерявших миллионы на вложениях в схему.

В октябре 2022 года Роман Зиемян был арестован в Италии, однако позднее отправлен под домашний арест и вскоре бежал из страны. В том же месяце в Греции был взят под стражу Стефан Моргенштерн. Он тоже оказался под домашним арестом и бежал в Албанию. В августе 2023 года албанские власти вышли на Моргенштерна и арестовали его. Обвиняемый должен быть экстрадирован в Южную Корею, где ему грозит пожизненное заключение.

В начале августа Апелляционный суд Черногории принял решение об экстрадиции сооснователя Terraform Labs До Квона (Do Kwon) в Южную Корею, где его собираются судить по обвинению в мошенничестве, связанном с крахом экосистемы Terra.

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

Perusahaan Kripto Diborong Raksasa, Baik atau Buruk?

*Laporan oleh Blockchain Knight* Di tengah pasar bear, raksasa tradisional justru aktif melakukan akuisisi strategis di industri crypto. Dalam sebulan terakhir, setidaknya ada 5 akuisisi penting: 1. **Robinhood** membeli **WonderFi** (Kanada) senilai $180 juta untuk akses pasar dan lisensi. 2. **Figure** mengakuisisi **Kiavi** senilai $717 juta untuk ekspansi ke pinjaman properti berbasis RWA (Real World Assets). 3. **Franklin Templeton** membeli **250Digital** untuk membentuk divisi crypto baru yang melayani dana pensiun. 4. **Samsung Securities** membeli 2% saham **Dunamu**, operator Upbit Korea. 5. **Blockworks** (media) membeli **Messari** (data) dengan diskon >90% dari valuasi puncaknya. **Analisis Tren:** - **Harga Murah:** Akuisisi terjadi saat valuasi startup crypto anjlok, memungkinkan pembeli dengan kas kuat mendapatkan aset berharga dengan harga diskon besar. - **Loncatan Regulasi:** Membeli perusahaan yang sudah memegang lisensi lokal (seperti di Kanada dan Korea) adalah cara cepat dan aman untuk berekspansi di tengah lingkungan regulasi yang ketat. - **Validasi Teknologi:** Akuisisi besar di sektor RWA (Figure-Kiavi) menandakan adopsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan masa depan sudah dimulai. - **Persiapan Masa Depan:** Raksasa keuangan dengan visi jangka panjang (3-5 tahun) memanfaatkan masa sepi ini untuk membangun fondasi, menguji infrastruktur, dan memposisikan diri untuk menguasai pasar saat siklus makro berbalik dan likuiditas kembali. **Kesimpulan:** Gelombang akuisisi ini menandai transisi industri crypto dari era "liar" menuju tahap institusional dan teratur. Bagi pemain besar dengan strategi matang, pasar bear justru menjadi peluang emas untuk konsolidasi dan persiapan menyambut pertumbuhan berikutnya.

marsbit33m yang lalu

Perusahaan Kripto Diborong Raksasa, Baik atau Buruk?

marsbit33m yang lalu

Strive Rugi Besar di Laporan Keuangan Mengingatkan: Tekanan Saham Preferen Strategy Telah Menyebar ke Seluruh Lini Perbendaharaan Bitcoin

Artikel ini membahas dampak risiko keuangan dari saham preferen yang diterbitkan oleh perusahaan cadangan bitcoin, dengan fokus pada kasus Strive dan Strategy. Strive, perusahaan cadangan bitcoin terbesar ketujuh, mengungkapkan kerugian sebesar $7,08 juta dalam 8 hari pada portofolio saham preferen STRC milik Strategy, meskipun jumlah sahamnya tidak berubah. Hal ini menunjukkan bagaimana penurunan nilai saham preferen dapat menyebar ke seluruh sektor melalui kepemilikan silang antar perusahaan. Strategy merespons dengan memperkenalkan kerangka kerja manajemen risiko kredit baru, termasuk meningkatkan dividen tahunan STRC menjadi 12%, aturan cadangan tunai, serta rencana pembelian kembali saham dan penjualan bitcoin untuk mendukung struktur modalnya. Namun, kalkulator nilai wajar pihak ketiga untuk STRC hanya memperkirakan nilai $49,887 per saham, jauh di bawah nilai nominal, menyoroti ketergantungan kuat valuasi pada keberlanjutan pembayaran dividen. Pasar kini mempertimbangkan dua skenario: apakah risiko terisolasi hanya pada Strategy, atau akan menyebar ke seluruh industri jika diskon terhadap nilai nominal STRC dan saham preferen lainnya seperti SATA milik Strive terus berlanjut, serta jika rencana penjualan bitcoin benar-benar dilakukan. Indikator kunci untuk dipantau adalah tingkat diskon saham preferen, kemampuan menutup dividen dengan kas, dan potensi peningkatan penjualan aset.

Foresight News1j yang lalu

Strive Rugi Besar di Laporan Keuangan Mengingatkan: Tekanan Saham Preferen Strategy Telah Menyebar ke Seluruh Lini Perbendaharaan Bitcoin

Foresight News1j yang lalu

Era MiCA dan Peta Baru Crypto Eropa, Mengapa Jerman Tampil di Panggung Utama?

Dengan MiCA memasuki tahap akhir transisi, industri kripto Eropa telah melalui penyaringan regulasi besar-besaran. Hanya sekitar 12% perusahaan kripto di UE yang telah mendapatkan otorisasi CASP hingga 1 Juli. Di peta baru ini, Jerman menonjol dengan 57 penyedia layanan aset kripto yang diotorisasi MiCA, sekitar 23% dari total otorisasi UE, menjadikannya pintu masuk kepatuhan utama ke pasar tunggal Eropa. Posisi kuat Jerman didukung oleh fondasi regulasi fungsional yang telah ada, yang mengintegrasikan layanan kripto ke dalam kerangka perbankan, sekuritas, dan pasar modal sebelum MiCA. Pendekatan ini memungkinkan transisi yang lebih mulus ke aturan UE. Bank-bank tradisional Jerman kini berperan aktif, tidak hanya sebagai bagian dari rantai kepatuhan tetapi juga sebagai saluran distribusi langsung bagi pengguna ritel. Contohnya, DZ Bank dan Sparkassen berencana menawarkan layanan perdagangan aset kripto melalui aplikasi bank mereka kepada nasabah. Lebih jauh, posisi Jerman berkembang dari pusat perdagangan menjadi hub infrastruktur aset digital Eropa. Lembaga infrastruktur pasar seperti Deutsche Börse Group dan Clearstream sedang membangun platform untuk sekuritas digital dan aset tokenisasi, yang mencakup siklus hidup penuh dari penerbitan hingga penyelesaian. Bank-bank Jerman juga terlibat dalam proyek stablecoin euro Qivalis, menunjukkan peran dalam membangun infrastruktur pembayaran digital dan penyelesaian aset masa depan di tingkat Eropa.

marsbit1j yang lalu

Era MiCA dan Peta Baru Crypto Eropa, Mengapa Jerman Tampil di Panggung Utama?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片