举报矿工有奖励,严重热浪和电力短缺,加密货币挖矿是“元凶”?令人意想不到的挖矿场所

币界网Dipublikasikan tanggal 2024-08-16Terakhir diperbarui pada 2024-08-16

币界网报道:

在严重热浪和电力短缺的背景下,伊朗推出了一项新措施以遏制非法加密货币挖矿活动。伊朗政府将提供约24美元(100万里亚尔)的奖励,鼓励民众举报未经授权的加密货币挖矿行为。此举是伊朗政府为减轻国家电网压力所采取的一部分行动,官方声称非法挖矿活动加剧了电力供应问题。

图片

席卷伊朗的高温热浪已导致气温飙升至摄氏45度,进一步加剧了本已脆弱的电网压力。伊朗国营电力公司Tavanir的执行长Mostafa Rajabi Mashhadi表示,非法加密挖矿是导致当前能源危机的主要原因之一。他指出:有些投机者正在利用政府补贴的电力和公共网路来非法挖掘加密货币。

Mashhadi补充道,未经授权的电力使用导致电力消耗“异常激增”,进而引发全国范围内的电力供应中断。他透露,当局已发现约23万台非法挖矿机,这些设备总计消耗约900兆瓦的电力,相当于一个拥有140万人口省份的能源需求。

图片

为了解决这一问题,政府推出了举报奖金制度。民众若举报非法加密矿机,将可获得100万里亚尔的奖励,约合24美元。此措施旨在鼓励更多人协助识别并关闭这些给国家电力基础设施带来额外压力的非法挖矿活动。

伊朗的非法加密挖矿问题由来已久,经常有报导指出非法矿场被设置在一些意料之外的地点,如学校和清真寺,这些场所因享有免费或高度补贴的电力,成为矿工运营的理想场所,无需承担高昂的能源成本。

图片

加密货币挖矿是一个资源密集型过程,专门化的计算机需要解决复杂的加密难题,以验证交易并获取奖励,最常见的是比特币作为奖励。作为最受欢迎的工作证明(PoW)区块链,比特币挖矿需要大量计算能力,使其成为能源消耗大的活动。

今年4月的比特币减半事件使挖矿奖励减少了50%,使矿工维持盈利变得更加困难。一些美国主要的加密矿工因此转向人工智慧(AI)领域以维持营运。而伊朗则面临独特挑战,该国的补贴电力使其成为非法挖矿的热点,进一步加剧了本已过载的电网压力。

图片

伊朗并非唯一一个采取严厉措施打击加密货币挖矿的国家。今年5月,委内瑞拉禁止加密挖矿,原因是担心其能源消耗对国家电网的影响。这些措施凸显了加密挖矿的能源需求与经济或环境压力下稳定电力供应需求之间的不断增长的矛盾。

伊朗的举报奖金制度是控制非法加密挖矿负面影响的最新尝试。随着全球对加密货币和能源的需求不断增加,其他国家可能也会采取类似措施,以在技术发展与资源管理之间寻求平衡。

Bacaan Terkait

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

Analisis oleh ZeroDrift pada 22 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dalam 40 hari terakhir, penyerang telah mencuri sekitar $16,9 juta dari lima kontrak pintar yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. Kontrak yang sudah ditinggalkan oleh pengembang ternyata tidak serta-merta aman atau mati. Kontrak-kontrak ini masih dapat menyimpan dana, izin akses (allowance), atau fungsi yang dapat dipanggil, sehingga tetap menjadi target serangan yang menarik. Lima proyek yang terdampak adalah: - DxSale V1 Locker: rugi ~$7,3 juta. - TrustedVolumes: rugi ~$5,87 juta. - Aztec Connect: rugi ~$2,28 juta (dalam dua serangan). - Raydium Legacy AMM: rugi ~$1,34 juta. - Huma Finance V1 Pool: rugi ~$101 ribu. Kasus DxSale merupakan contoh nyata. Kontrak locker lamanya dirancang untuk mengunci likuiditas dalam jangka panjang, namun seiring waktu, perhatian tim beralih ke produk baru dan jalur kontrol lama terlupakan, akhirnya dieksploitasi. Serangan-serangan ini terjadi di berbagai sistem dan blockchain, menunjukkan masalah mendasar yang sama: kontrak lama yang sudah tidak menjadi fokus pengembangan masih menyimpan nilai ekonomi dan asumsi keamanan yang kedaluwarsa di dalamnya. Risiko ini diperburuk oleh analisis otomatis. Alat-alat yang dapat memindai kode publik, riwayat transaksi, dan mensimulasikan serangan membuat penemuan target rentan semacam ini menjadi lebih murah dan sistematis bagi penyerang. Industri keamanan DeFi telah memiliki proses audit yang matang untuk peluncuran kontrak baru, namun masih sangat kurang dalam hal disiplin untuk proses pensiun, migrasi, atau penonaktifan kontrak secara menyeluruh. Sebuah kontrak hanya benar-benar aman setelah semua dana, izin, akses, dan asumsi kepercayaan di dalamnya dicabut sepenuhnya.

marsbit10m yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

marsbit10m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

**Ringkasan: Runtuhnya Kerangka Valuasi Aset Generasi Internet** Selama dua belas tahun terakhir, dari IPO Alibaba pada 2014 hingga 2026, aset-aset internet China seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan Pinduoduo mengalami reset valuasi masif. Kerangka valuasi lama ("diskon terhadap rekanan AS") telah runtuh, didorong oleh faktor geopolitik, regulasi, dan kekhawatiran struktur. Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Di AS, raksasa teknologi seperti Microsoft juga menghadapi tekanan valuasi meski kinerja fundamental kuat. Penyebabnya adalah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI yang menghancurkan arus kas bebas dan ketidakpastian apakah model bisnis baru dapat mempertahankan profitabilitas tinggi model lama. Baik raksasa internet China maupun AS kini dijuluki "saham tua" (*laodeng gu*), berjuang membuktikan relevansinya di era AI yang mengancam fondasi model bisnis berbasis perhatian (*attention economy*). Sejarah pasar modal Jepang pasca-gelembung 1989 memberikan contoh paralel: kerangka valuasi lama runtuh dan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun serta narasi baru dari investor seperti Warren Buffett untuk pulih. Posisi internet China saat ini mirip dengan Jepang di pertengahan 1990-an: kerangka lama mati, kerangka baru belum lahir. AI menawarkan bahasa valuasi baru, tetapi penuh kontradiksi: mengejarnya membutuhkan investasi besar dan mengikis bisnis inti yang menguntungkan, sementara mengabaikannya berarti ditinggalkan zaman. Alternatif lain adalah membangun dasar valuasi melalui pengembalian pemegang saham (buyback, dividen). Intinya, pasar menunggu suatu peristiwa atau narator baru yang dapat mendefinisikan ulang alasan membeli aset-aset ini. Proses revaluasi yang panjang ini mungkin baru berada di tahap tengah.

marsbit13m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

marsbit13m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

Penulis: Nancy, PANews Proyek TCG Collector Crypt baru-baru ini menduduki peringkat 10 besar dalam daftar pendapatan protokol global dan pernah menjadi protokol dengan pendapatan tertinggi di Solana. Sebagai perwakilan dari sektor TCG yang ditokenisasi, platform ini menggabungkan kegembiraan koleksi dan "gacha" (buka paket) ke dalam blockchain. Pasar TCG on-chain mengalami pertumbuhan pesat, dengan volume transaksi Juni 2026 mencapai $490 juta, meningkat 7.6x dibandingkan tahun sebelumnya. Solana mendominasi 80.8% pangsa pasar ini, terutama didorong oleh Collector Crypt. Collector Crypt mendominasi pasar dengan volume transaksi kumulatif $1.4 miliar dan pendapatan protokol $68 juta. Pada Juni, platform ini menghasilkan pendapatan sekitar $13.4 juta. Namun, struktur pendapatannya sangat bergantung pada "paus" (whale). Data menunjukkan 0.6% pengguna (yang membelanjakan >$1 juta) menyumbang 51.8% pendapatan, dan secara keseluruhan, 14.6% pengguna teratas berkontribusi terhadap 97.1% pendapatan platform. Jumlah pengguna aktif hariannya kurang dari 1000 orang. Kesuksesan Collector Crypt didorong oleh mekanisme "gacha" on-chain, yang menyumbang hampir semua volume transaksinya, serta daya tarik IP Pokémon yang kuat. Token CARDS juga memainkan peran penting melalui mekanisme buyback ganda, meskipun perlu diperhatikan adanya potensi tekanan jual dari pembukaan kunci (unlock) token yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, Collector Crypt telah membuktikan kelayakan model bisnis TCG on-chain, meskipun sektor ini masih dalam tahap awal dengan ketergantungan tinggi pada segelintir pengguna besar dan ruang untuk pertumbuhan yang lebih luas.

marsbit38m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

marsbit38m yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

Profesor Dawn Song (Song Xiaodong) dari UC Berkeley, yang dijuluki sebagai "tokoh keamanan komputer nomor satu", bergabung dengan laboratorium Superintelligence Meta sebagai Wakil Presiden Penelitian AI. Dia akan melapor langsung kepada kepala lab, Nat Friedman. Song adalah peneliti berpengaruh di bidang keamanan komputer dan keamanan AI, penerima MacArthur Fellowship, serta anggota ACM, IEEE, dan AAAS. Karyanya yang terkenal termasuk "Dynamic Taint Analysis" (2005). Laboratoriumnya di UC Berkeley dianggap sebagai pusat pelatihan terkemuka di bidang keamanan komputer. Penelitian Song mencakup keamanan perangkat lunak, pembelajaran mesin adversarial, dan keamanan agen AI. Dia juga pendiri Oasis Labs dan Virtue AI, perusahaan yang fokus pada infrastruktur keamanan AI untuk perusahaan, terutama pengujian penetrasi (red-teaming) otomatis dan pengaman runtime untuk agen AI. Bersama Song, pendiri Virtue AI lainnya, Bo Li dan Sanmi Koyejo, serta beberapa anggota tim, juga bergabung dengan Meta. Langkah ini dilihat sebagai upaya Meta untuk memperkuat langkah-langkah keamanan dalam pengembangan agen AI, terutama setelah masalah keamanan model AI seperti Anthropic's mythos menarik perhatian industri. Meta ingin menerapkan AI ke dalam produk-produk sosialnya yang digunakan miliaran orang dan terus mengedepankan strategi sumber terbuka, sehingga membutuhkan kemampuan keamanan yang tangguh. Artikel ini juga menyebutkan bahwa Denny Zhou, pendiri Gemini Reasoning Team di Google, dilaporkan telah bergabung dengan Meta TBDLab beberapa bulan sebelumnya. Zhou adalah tokoh kunci di bidang penalaran AI, berkontribusi pada metode seperti Chain-of-Thought dan Self-Consistency, yang membantu mengembangkan kemampuan penalaran model bahasa besar.

marsbit1j yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片