腾讯领投 1500 万美元融资,Chainbase 怎样构建全链数据交互层

链捕手Dipublikasikan tanggal 2024-07-26Terakhir diperbarui pada 2024-07-26

作者:Pzai,Foresight News

 

时至今日,链上所产生的数据已经数以亿计,对这些数据的处理也日益成为加密领域亟待考量的事务。并且随着生态发展,各链之间的数据互通存在不同程度的瓶颈和割裂,导致相关用例(如 AI、钱包、链上基础设施等)需要更复杂的建构,故对更广泛和便捷获取全链数据的需求也在逐渐上升。

近日,区块链数据网络 Chainbase 宣布完成 1500 万美元 A 轮融资,腾讯投资(Tencent Investment Group)和经纬中国(Matrix Partners China)领投,Folius Ventures、Hash Global、JSquare、Mask Network 和 Bodl Ventures 参投,这也是腾讯近一年来在加密领域的唯一一次出手。

Chainbase 是什么?

Chainbase 旨在将所有区块链数据整合到统一的生态系统中,为人工智能时代提供一个开放透明的数据互操作层。在操作层上,作为全链模式的数据层,必然需要进行数据的有机整合,而在 Chainbase 网络中,囊括了运营商、验证者、开发者和委托人等角色,继而通过 API 等渠道为各类 Web3 应用提供数据。现在在网络中已有 20 多条链的相关数据,并在多条链上实现小于三秒的即时性同步。

在网络中,数据基于「手稿」的结构进行流通,其中包含两部分,分别为图式(Schema)和运算符(Operators),图式定义了链上交易的数据类型和对应参数,运算符则作为数据提取与分析手段存在。在开发者编译完手稿后,运营者(需在 EigenLayer 中注册)会对这些手稿进行索引,并与验证者进行确认,验证者需要确保数据的安全性和完整性,而委托人会将原生 ETH 或协议代币 CBT 进行质押和委托,从经济层面上确保安全性。

图 1 网络运作模式

在底层构建上,它设计了一种新颖的双链技术架构,支持跨链的数据互操作性和可编程性,并达成高吞吐量、低延迟和最终性,以及更高的网络安全性。具体而言,在双链技术架构中,执行层与共识层之间是分离的,执行层基于 EigenLayer 支持的 AVS 构建经济安全性,并通过协议虚拟机(CVM)提供并行计算能力,通过可编程的运行环境实现高吞吐量的数据处理,允许开发者处理复杂数据任务。在公示层中,得益于 Cosmos CometBFT 架构,数据处理可以实现即时的最终性,而无需额外确认或重组,且通过 Cosmos 与 EigenLayer,协议可以构建双重质押模型。

代币经济学

在协议内,CBT 作为一种实用性代币,用于协调网络内的数据提供者和消费者,并激励协议参与者有效地组织数据,实现网络的可持续性和生态的有机增长。

图 2 代币经济学

在开发者创建手稿后,数据集的相关查询需要支付 CBT 费用,这些费用包括数据检索成本,并将费用的 80% 作为对网络资源提供者(如运营商和验证者)的奖励,15% 分配予开发者,其余 5% 进行销毁,实现可持续性。另外协议代币总量的 15% 在 6 年内进行线性分配并全额按数据处理质量与数量分配予运营商和委托人。另外 2% 的年通胀分配予验证者及其委托人,确保了网络的可持续性和长期的激励。

加密世界 AI 模型

加密世界一直建构于海量且快速增长的区块链数据之上,其中包含丰富的知识和潜在机会。在不断提取并组织这些数据的同时,加密数据中大量的「暗知识」无法仅靠传统数据库和有限的人力进行有效率的组织规划,继而对于一般加密人士而言,存在一定访问知识的门槛。

Chainbase 基于区块链数据构建了一个加密世界大模型 Theia,该模型旨在学习区块链数据并实现对原生区块链环境的模拟和推理。未来基于它构建的 AI Agent 可以有效地理解、预测区块链并与之交互。具体实现上,该模型通过将大模型分解为量级向量和方向向量,组成的矩阵可以体现链上的广泛知识,且模型上构建的完整推理链为用户提供易读性较强的结果。并且去中心化的数据模型天然具有高性能的加密原生性和高透明度。

结语

现有的数据相关项目在去中心化、性能、泛用性和经济模型上都略有掣肘,而 Chainbase 希望在一定程度上突破这个局面。随着 Mass Adoption 的临近,我们正在面临更汹涌的数据海啸,而坚实的防波堤也正在构建,可以期待未来在去中心化的高性能架构之上,我们可以更从容地面对它。

Bacaan Terkait

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

Analisis oleh ZeroDrift pada 22 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dalam 40 hari terakhir, penyerang telah mencuri sekitar $16,9 juta dari lima kontrak pintar yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. Kontrak yang sudah ditinggalkan oleh pengembang ternyata tidak serta-merta aman atau mati. Kontrak-kontrak ini masih dapat menyimpan dana, izin akses (allowance), atau fungsi yang dapat dipanggil, sehingga tetap menjadi target serangan yang menarik. Lima proyek yang terdampak adalah: - DxSale V1 Locker: rugi ~$7,3 juta. - TrustedVolumes: rugi ~$5,87 juta. - Aztec Connect: rugi ~$2,28 juta (dalam dua serangan). - Raydium Legacy AMM: rugi ~$1,34 juta. - Huma Finance V1 Pool: rugi ~$101 ribu. Kasus DxSale merupakan contoh nyata. Kontrak locker lamanya dirancang untuk mengunci likuiditas dalam jangka panjang, namun seiring waktu, perhatian tim beralih ke produk baru dan jalur kontrol lama terlupakan, akhirnya dieksploitasi. Serangan-serangan ini terjadi di berbagai sistem dan blockchain, menunjukkan masalah mendasar yang sama: kontrak lama yang sudah tidak menjadi fokus pengembangan masih menyimpan nilai ekonomi dan asumsi keamanan yang kedaluwarsa di dalamnya. Risiko ini diperburuk oleh analisis otomatis. Alat-alat yang dapat memindai kode publik, riwayat transaksi, dan mensimulasikan serangan membuat penemuan target rentan semacam ini menjadi lebih murah dan sistematis bagi penyerang. Industri keamanan DeFi telah memiliki proses audit yang matang untuk peluncuran kontrak baru, namun masih sangat kurang dalam hal disiplin untuk proses pensiun, migrasi, atau penonaktifan kontrak secara menyeluruh. Sebuah kontrak hanya benar-benar aman setelah semua dana, izin, akses, dan asumsi kepercayaan di dalamnya dicabut sepenuhnya.

marsbit7m yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

marsbit7m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

**Ringkasan: Runtuhnya Kerangka Valuasi Aset Generasi Internet** Selama dua belas tahun terakhir, dari IPO Alibaba pada 2014 hingga 2026, aset-aset internet China seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan Pinduoduo mengalami reset valuasi masif. Kerangka valuasi lama ("diskon terhadap rekanan AS") telah runtuh, didorong oleh faktor geopolitik, regulasi, dan kekhawatiran struktur. Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Di AS, raksasa teknologi seperti Microsoft juga menghadapi tekanan valuasi meski kinerja fundamental kuat. Penyebabnya adalah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI yang menghancurkan arus kas bebas dan ketidakpastian apakah model bisnis baru dapat mempertahankan profitabilitas tinggi model lama. Baik raksasa internet China maupun AS kini dijuluki "saham tua" (*laodeng gu*), berjuang membuktikan relevansinya di era AI yang mengancam fondasi model bisnis berbasis perhatian (*attention economy*). Sejarah pasar modal Jepang pasca-gelembung 1989 memberikan contoh paralel: kerangka valuasi lama runtuh dan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun serta narasi baru dari investor seperti Warren Buffett untuk pulih. Posisi internet China saat ini mirip dengan Jepang di pertengahan 1990-an: kerangka lama mati, kerangka baru belum lahir. AI menawarkan bahasa valuasi baru, tetapi penuh kontradiksi: mengejarnya membutuhkan investasi besar dan mengikis bisnis inti yang menguntungkan, sementara mengabaikannya berarti ditinggalkan zaman. Alternatif lain adalah membangun dasar valuasi melalui pengembalian pemegang saham (buyback, dividen). Intinya, pasar menunggu suatu peristiwa atau narator baru yang dapat mendefinisikan ulang alasan membeli aset-aset ini. Proses revaluasi yang panjang ini mungkin baru berada di tahap tengah.

marsbit10m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

marsbit10m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

Penulis: Nancy, PANews Proyek TCG Collector Crypt baru-baru ini menduduki peringkat 10 besar dalam daftar pendapatan protokol global dan pernah menjadi protokol dengan pendapatan tertinggi di Solana. Sebagai perwakilan dari sektor TCG yang ditokenisasi, platform ini menggabungkan kegembiraan koleksi dan "gacha" (buka paket) ke dalam blockchain. Pasar TCG on-chain mengalami pertumbuhan pesat, dengan volume transaksi Juni 2026 mencapai $490 juta, meningkat 7.6x dibandingkan tahun sebelumnya. Solana mendominasi 80.8% pangsa pasar ini, terutama didorong oleh Collector Crypt. Collector Crypt mendominasi pasar dengan volume transaksi kumulatif $1.4 miliar dan pendapatan protokol $68 juta. Pada Juni, platform ini menghasilkan pendapatan sekitar $13.4 juta. Namun, struktur pendapatannya sangat bergantung pada "paus" (whale). Data menunjukkan 0.6% pengguna (yang membelanjakan >$1 juta) menyumbang 51.8% pendapatan, dan secara keseluruhan, 14.6% pengguna teratas berkontribusi terhadap 97.1% pendapatan platform. Jumlah pengguna aktif hariannya kurang dari 1000 orang. Kesuksesan Collector Crypt didorong oleh mekanisme "gacha" on-chain, yang menyumbang hampir semua volume transaksinya, serta daya tarik IP Pokémon yang kuat. Token CARDS juga memainkan peran penting melalui mekanisme buyback ganda, meskipun perlu diperhatikan adanya potensi tekanan jual dari pembukaan kunci (unlock) token yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, Collector Crypt telah membuktikan kelayakan model bisnis TCG on-chain, meskipun sektor ini masih dalam tahap awal dengan ketergantungan tinggi pada segelintir pengguna besar dan ruang untuk pertumbuhan yang lebih luas.

marsbit34m yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

marsbit34m yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

Profesor Dawn Song (Song Xiaodong) dari UC Berkeley, yang dijuluki sebagai "tokoh keamanan komputer nomor satu", bergabung dengan laboratorium Superintelligence Meta sebagai Wakil Presiden Penelitian AI. Dia akan melapor langsung kepada kepala lab, Nat Friedman. Song adalah peneliti berpengaruh di bidang keamanan komputer dan keamanan AI, penerima MacArthur Fellowship, serta anggota ACM, IEEE, dan AAAS. Karyanya yang terkenal termasuk "Dynamic Taint Analysis" (2005). Laboratoriumnya di UC Berkeley dianggap sebagai pusat pelatihan terkemuka di bidang keamanan komputer. Penelitian Song mencakup keamanan perangkat lunak, pembelajaran mesin adversarial, dan keamanan agen AI. Dia juga pendiri Oasis Labs dan Virtue AI, perusahaan yang fokus pada infrastruktur keamanan AI untuk perusahaan, terutama pengujian penetrasi (red-teaming) otomatis dan pengaman runtime untuk agen AI. Bersama Song, pendiri Virtue AI lainnya, Bo Li dan Sanmi Koyejo, serta beberapa anggota tim, juga bergabung dengan Meta. Langkah ini dilihat sebagai upaya Meta untuk memperkuat langkah-langkah keamanan dalam pengembangan agen AI, terutama setelah masalah keamanan model AI seperti Anthropic's mythos menarik perhatian industri. Meta ingin menerapkan AI ke dalam produk-produk sosialnya yang digunakan miliaran orang dan terus mengedepankan strategi sumber terbuka, sehingga membutuhkan kemampuan keamanan yang tangguh. Artikel ini juga menyebutkan bahwa Denny Zhou, pendiri Gemini Reasoning Team di Google, dilaporkan telah bergabung dengan Meta TBDLab beberapa bulan sebelumnya. Zhou adalah tokoh kunci di bidang penalaran AI, berkontribusi pada metode seperti Chain-of-Thought dan Self-Consistency, yang membantu mengembangkan kemampuan penalaran model bahasa besar.

marsbit1j yang lalu

Ratu Keamanan Komputer Dawn Song (宋晓冬) Bergabung dengan Meta

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片