账户抽象初学者指南:打造简单、安全、强大的加密用户体验

深潮Dipublikasikan tanggal 2024-07-26Terakhir diperbarui pada 2024-07-26

账户抽象是一套框架和标准,可以大幅提升加密钱包(账户)的功能。

作者:cygaar

编译:深潮TechFlow

“账户抽象是加密货币的未来。”

你可能听过这句话很多次,但并不清楚它的具体含义。今天,让我们来解决这个问题。

我将为你介绍账户抽象的初学者指南——它是什么,如何运作,以及它将如何彻底改变加密货币应用。

我们不会深入探讨账户抽象的技术和实现细节(那是以后的话题)。相反,这里将提供一个高层次的概述,并通过实际例子展示账户抽象在过去几年中如何改善了加密货币的用户体验。

简单来说,账户抽象是一套框架和标准,可以大幅提升加密钱包(账户)的功能。

你可以把它想象成给一辆1999年的本田思域加上飞行能力,它仍然可以作为汽车行驶,但现在它还能做更多事情。

你可能会问,为什么加密钱包默认不具备这些强大功能呢?答案是,在一些现代区块链上,它们确实很强大,但对于像以太坊这样的传统区块链,账户是在我们完全理解其所有潜在用途和缺陷之前设计的。

在以太坊(和许多EVM链)上,我们主要使用外部拥有账户(EOAs)。这些是简单的钱包,只能持有资产并发起交易。它们绑定到一个单一的私钥,无法执行复杂操作。

同时,我们还有智能合约,在区块链上自动执行的代码。智能合约几乎可以被编程来执行任何任务。

如果我们能将智能合约的灵活性添加到每个人的加密钱包中,那不是很酷吗?这就是合约账户(CAs)登场的地方——它们是账户抽象的核心部分。

合约账户将智能合约的无限功能融入钱包中,使其功能大幅增强。这些钱包仍然可以持有资金,但不再依赖于单一的私钥。

过去,如果你丢失了私钥,就相当于丢失了钱包。

这对于非加密货币用户来说,体验非常糟糕。而有了合约账户,钱包可以通过多种认证方式进行操作,而不再需要传统的私钥签名。

你可以使用指纹识别、第三方提供商(如Google、Apple)、多重签名或不同的签名方案来进行认证。

即使你真的丢失了原始私钥,也可以通过设定的方法恢复账户。

构建账户验证的方法有很多。这些方法不仅能提升钱包的安全性,账户抽象(AA)还赋予钱包新的功能。

在外部拥有账户(EOAs)中,所有交易必须使用链上的原生燃料代币支付,并且必须由发起者支付。此外,一次只能进行一笔交易。

但有了AA:

  • 交易可以完全由第三方(通常是应用程序)赞助

  • 交易可以用不同的代币支付(例如,用USDC支付而不是ETH)

  • 交易可以批量处理,节省 gas 费,并允许在不需要单独批准的情况下进行代币交换

由此可见,AA 能够显著改善加密应用的用户体验。之前,我们被僵化的结构束缚,使得加密货币的入门变得繁琐和困难。而现在,有了 AA,我们可以创造出与传统 Web2 应用媲美甚至超越的用户体验。

需要强调的是,这些智能合约账户仍然完全由用户自己掌控,没有第三方能够访问用户的资金——所有资产仍然是自我托管的。

那么,AA 的现状如何呢?

在 EVM 上,我们有 ERC-4337 和 EIP-7702 等提案,为AA奠定了基础。

如今,我提到的许多功能已经实现。然而,将现有钱包转变为合约钱包仍需要大量工作。

未来,我会发布一份详细的账户抽象指南,介绍更多细节。

目前,你只需知道 AA 是我们实现简单、安全和强大用户体验的关键,它将迎接下一波加密用户的到来。

Bacaan Terkait

Membongkar HyperEVM: Aplikasi Apa yang Benar-benar Dapat Mengambil Inti Manfaat dari Hyperliquid?

**Ringkasan: Membongkar HyperEVM: Aplikasi Mana yang Dapat Menikmati Manfaat Inti Hyperliquid?** HyperEVM adalah lapisan kontrak pintar yang nilai utamanya terletak pada kemampuannya memberikan akses aplikasi ke data perdagangan, kolateral, posisi, dan risiko dari HyperCore. Aplikasi berharga di HyperEVM harus memenuhi tiga kriteria: membutuhkan logika EVM yang fleksibel, bergantung pada status unik HyperCore, dan meningkatkan utilitas Hyperliquid sebagai pusat keuangan. Pendekatan Hyperliquid yang unik adalah "pertukaran pertama" (exchange-first), bukan "rantai dulu" (chain-first). Ini membuat HyperEVM menjadi sarana untuk memprogram pertukaran itu sendiri, bukan sekadar tempat menyalin DeFi. Evaluasi aplikasi dapat dilihat dalam matriks 2x2: 1. **Keuangan EVM Lokal:** Aplikasi seperti AMM dan pasar uang (contoh: Felix, HyperLend) yang membutuhkan kontrak pintar namun dapat diadaptasi. Mereka membentuk lapisan dasar yang penting. 2. **Ekstensi Asli Inti:** Aplikasi yang membuat aset internal Hyperliquid lebih berguna, seperti pembungkus HLP atau aset terkait Unit. Mereka menyediakan bahan baku (kolateral) untuk aktivitas keuangan. 3. **HyperCore yang Dapat Diprogram:** Kuadran paling inovatif di mana aplikasi (contoh: Rysk, Liminal, Valantis Prime) menggunakan logika EVM dan secara mendalam mengintegrasikan status serta eksekusi HyperCore, menjadikan aktivitas pertukaran sebagai produk. Bentuk akhir yang paling berharga mungkin adalah **akun keuangan terpadu**. Pengguna dapat menyetor aset sekali dan menggunakan saldo yang sama untuk berdagang di HyperCore, meminjam di HyperEVM, menghasilkan yield, melakukan lindung nilai, dan membayar. Hyperliquid menggabungkan infrastruktur likuiditas dan risiko tingkat pertukaran dari HyperCore dengan permukaan aplikasi terbuka HyperEVM, menciptakan "rumah keuangan" yang dikendalikan pengguna namun didukung oleh neraca yang kuat. Gelombang pertama HyperEVM membuat ekosistem dapat digunakan, gelombang berikutnya akan membuat HyperCore benar-benar dapat diprogram.

Foresight News7m yang lalu

Membongkar HyperEVM: Aplikasi Apa yang Benar-benar Dapat Mengambil Inti Manfaat dari Hyperliquid?

Foresight News7m yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

Analisis oleh ZeroDrift pada 22 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dalam 40 hari terakhir, penyerang telah mencuri sekitar $16,9 juta dari lima kontrak pintar yang sudah tidak digunakan tetapi masih aktif di blockchain. Kontrak yang sudah ditinggalkan oleh pengembang ternyata tidak serta-merta aman atau mati. Kontrak-kontrak ini masih dapat menyimpan dana, izin akses (allowance), atau fungsi yang dapat dipanggil, sehingga tetap menjadi target serangan yang menarik. Lima proyek yang terdampak adalah: - DxSale V1 Locker: rugi ~$7,3 juta. - TrustedVolumes: rugi ~$5,87 juta. - Aztec Connect: rugi ~$2,28 juta (dalam dua serangan). - Raydium Legacy AMM: rugi ~$1,34 juta. - Huma Finance V1 Pool: rugi ~$101 ribu. Kasus DxSale merupakan contoh nyata. Kontrak locker lamanya dirancang untuk mengunci likuiditas dalam jangka panjang, namun seiring waktu, perhatian tim beralih ke produk baru dan jalur kontrol lama terlupakan, akhirnya dieksploitasi. Serangan-serangan ini terjadi di berbagai sistem dan blockchain, menunjukkan masalah mendasar yang sama: kontrak lama yang sudah tidak menjadi fokus pengembangan masih menyimpan nilai ekonomi dan asumsi keamanan yang kedaluwarsa di dalamnya. Risiko ini diperburuk oleh analisis otomatis. Alat-alat yang dapat memindai kode publik, riwayat transaksi, dan mensimulasikan serangan membuat penemuan target rentan semacam ini menjadi lebih murah dan sistematis bagi penyerang. Industri keamanan DeFi telah memiliki proses audit yang matang untuk peluncuran kontrak baru, namun masih sangat kurang dalam hal disiplin untuk proses pensiun, migrasi, atau penonaktifan kontrak secara menyeluruh. Sebuah kontrak hanya benar-benar aman setelah semua dana, izin, akses, dan asumsi kepercayaan di dalamnya dicabut sepenuhnya.

marsbit59m yang lalu

Peretas Mencuri Hampir $17 Juta dalam 40 Hari, "Kontrak Zombie" Menjadi Mesin Penarik Dana Peretas

marsbit59m yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

**Ringkasan: Runtuhnya Kerangka Valuasi Aset Generasi Internet** Selama dua belas tahun terakhir, dari IPO Alibaba pada 2014 hingga 2026, aset-aset internet China seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan Pinduoduo mengalami reset valuasi masif. Kerangka valuasi lama ("diskon terhadap rekanan AS") telah runtuh, didorong oleh faktor geopolitik, regulasi, dan kekhawatiran struktur. Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi di China. Di AS, raksasa teknologi seperti Microsoft juga menghadapi tekanan valuasi meski kinerja fundamental kuat. Penyebabnya adalah pengeluaran modal besar-besaran untuk AI yang menghancurkan arus kas bebas dan ketidakpastian apakah model bisnis baru dapat mempertahankan profitabilitas tinggi model lama. Baik raksasa internet China maupun AS kini dijuluki "saham tua" (*laodeng gu*), berjuang membuktikan relevansinya di era AI yang mengancam fondasi model bisnis berbasis perhatian (*attention economy*). Sejarah pasar modal Jepang pasca-gelembung 1989 memberikan contoh paralel: kerangka valuasi lama runtuh dan membutuhkan waktu sekitar 25 tahun serta narasi baru dari investor seperti Warren Buffett untuk pulih. Posisi internet China saat ini mirip dengan Jepang di pertengahan 1990-an: kerangka lama mati, kerangka baru belum lahir. AI menawarkan bahasa valuasi baru, tetapi penuh kontradiksi: mengejarnya membutuhkan investasi besar dan mengikis bisnis inti yang menguntungkan, sementara mengabaikannya berarti ditinggalkan zaman. Alternatif lain adalah membangun dasar valuasi melalui pengembalian pemegang saham (buyback, dividen). Intinya, pasar menunggu suatu peristiwa atau narator baru yang dapat mendefinisikan ulang alasan membeli aset-aset ini. Proses revaluasi yang panjang ini mungkin baru berada di tahap tengah.

marsbit1j yang lalu

Evaluasi Kembali Valuasi Saham Tua: Matinya Sistem Koordinat Valuasi untuk Satu Generasi Aset

marsbit1j yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

Penulis: Nancy, PANews Proyek TCG Collector Crypt baru-baru ini menduduki peringkat 10 besar dalam daftar pendapatan protokol global dan pernah menjadi protokol dengan pendapatan tertinggi di Solana. Sebagai perwakilan dari sektor TCG yang ditokenisasi, platform ini menggabungkan kegembiraan koleksi dan "gacha" (buka paket) ke dalam blockchain. Pasar TCG on-chain mengalami pertumbuhan pesat, dengan volume transaksi Juni 2026 mencapai $490 juta, meningkat 7.6x dibandingkan tahun sebelumnya. Solana mendominasi 80.8% pangsa pasar ini, terutama didorong oleh Collector Crypt. Collector Crypt mendominasi pasar dengan volume transaksi kumulatif $1.4 miliar dan pendapatan protokol $68 juta. Pada Juni, platform ini menghasilkan pendapatan sekitar $13.4 juta. Namun, struktur pendapatannya sangat bergantung pada "paus" (whale). Data menunjukkan 0.6% pengguna (yang membelanjakan >$1 juta) menyumbang 51.8% pendapatan, dan secara keseluruhan, 14.6% pengguna teratas berkontribusi terhadap 97.1% pendapatan platform. Jumlah pengguna aktif hariannya kurang dari 1000 orang. Kesuksesan Collector Crypt didorong oleh mekanisme "gacha" on-chain, yang menyumbang hampir semua volume transaksinya, serta daya tarik IP Pokémon yang kuat. Token CARDS juga memainkan peran penting melalui mekanisme buyback ganda, meskipun perlu diperhatikan adanya potensi tekanan jual dari pembukaan kunci (unlock) token yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, Collector Crypt telah membuktikan kelayakan model bisnis TCG on-chain, meskipun sektor ini masih dalam tahap awal dengan ketergantungan tinggi pada segelintir pengguna besar dan ruang untuk pertumbuhan yang lebih luas.

marsbit1j yang lalu

Collector Crypt Naik Jadi 'Mesin Cetak Uang' di On-Chain: Pengguna Aktif Kurang dari Seribu, Paus Besar Menopang 97% Pendapatan

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片